Internasional

Citra Satelit Tunjukkan Cina Hapus Sistem Rudalnya, Pentagon Curiga

Amerika Serikat (AS) tak bisa memungkiri bahwa Beijing telah menghapus sistem rudal mereka dari sebuah pulau yang terdapat di wilayah sengketa lima negara di Laut Cina Selatan. Ini bisa dibuktikan dari citra satelit. Namun Pentagon curiga ini hanya sementara. Analis mengatakan, bisa jadi ini memang hanya untuk pemeliharaan.

Citra satelit dan analisis baru dari firma intelijen Israel, ImageSat International (ISI), bertanggal 3 Juni, menunjukkan, sistem rudal permukaan-ke-udara Cina di Pulau Woody, di Kepulauan Paracel, di kawasan Laut Cina Selatan (LCS), boleh jadi telah dipindahkan.

Ahli angkatan laut yang berbasis di Beijing, Li Jie, mengatakan, bukan pertama kali Beijing menghapus rudal HQ-9-nya. Penghapusan terakhir terjadi pada Juli 2016, hanya dua hari sebelum Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag menolak klaim Beijing atas LCS.

Namun dia mengatakan penghapusan juga dilakukan untuk tujuan pemeliharaan. “Karena cuaca yang lembab, ditambah dengan topan baru-baru ini di wilayah tersebut, kemungkinan sistem tersebut perlu dihapus sementara untuk diperbaiki atau untuk mengganti beberapa bagian,” kata Li.
Ahli angkatan laut Universitas Ilmu Politik dan Hukum Shanghai, Ni Lexiong, juga setuju bahwa pengaturan itu kemungkinan hanya sementara.

Perkembangan itu terjadi setelah Beijing mengritik AS karena mengirim dua pembom B-52 yang memiliki kemampuan nuklir, termasuk pembom H-6K, terbang di atas Kepulauan Spratly yang disengketakan di LCS.

Juru bicara kementerian luar negeri Cina, Hua Chunying, Rabu (6/6/2018), menuduh militer AS menghasut militerisasi dan menimbulkan masalah. Dia memperingatkan bahwa Cina tidak akan terancam oleh kapal perang militer. Cina, kata Hua, akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kedaulatannya.

Misi “terbang” AS itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, berjanji pada pertemuan keamanan regional bahwa AS akan “bersaing ketat” dengan Cina di Indo-Pasifik.

Pentagon dilaporkan mempertimbangkan mengirim kapal perang ke Selat Taiwan dan mengintensifkan patroli angkatan laut di LCS yang akan lebih lama dalam durasi dan melibatkan sejumlah besar kapal, yang memungkinkan militer AS untuk mengamati dengan cermat fasilitas-fasilitas Cina di daerah tersebut.

AS juga melakukan upaya menggalang sekutu internasionalnya, termasuk Inggris dan Prancis, untuk meningkatkan kehadiran militer mereka, seperti patroli angkatan laut untuk melawan Cina.
Gedung Putih mengancam Beijing dengan konsekuensi pengerahan militerisasi ke LCS setelah rudal dilaporkan dipasang di pulau-pulau di sana.

Sebelumnya, salah satu negara yang bersengketa di LCS, Vietnam, telah meminta Beijing menghapus peralatan militernya dari LCS dengan alasan demi mempertahankan perdamaian.

Sementara itu, dua pejabat pertahanan AS, dikutip CNN, mengatakan, sangat tidak mungkin Cina telah benar-benar menghapus sistem rudal itu. AS menduga Cina mungkin menyembunyikannya di dalam gedung.

Laporan itu juga mengutip ISI yang mengatakan bahwa penghapusan itu kemungkinan hanya sementara. “Di sisi lain, itu mungkin latihan rutin,” kata ISI. “Jika demikian, dalam beberapa hari ke depan kita dapat mengamati pemindahan lagi ke area yang sama.”

Analis lainnya setuju. Mereka mengatakan ini mungkin karena rudal itu tidak cocok untuk penyebaran di mana mereka mungkin rentan terhadap kerusakan air asin, dan karena itu diperlukan penggantian atau perbaikan, kata laporan itu.(***/SCMP)

Sumber foto: Sputniknews

Kepsyen foto II: Citra satelit ISI milik Israel, menunjukkan Cina telah menghapus fasilitas system rudalnya di kawasan Laut Cina Selatan

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top