Ini Rumah Mewah Boss FIRST Travel & Soroti Gaya Hidup Mewah nya yg ... YouTube480 × 360Search by image Ini Rumah Mewah Boss FIRST Travel & Soroti Gaya Hidup Mewah nya yg kini jd Tersangka Kasus Penipuan

Ini Rumah Mewah Boss FIRST Travel & Soroti Gaya Hidup Mewah nya yg … YouTube480 × 360Search by image Ini Rumah Mewah Boss FIRST Travel & Soroti Gaya Hidup Mewah nya yg kini jd Tersangka Kasus Penipuan

Atas inisiatif sendiri, Pusat Pelaporan Analisa Keuangan (PPATK) menelusuri kemana larinya dana klien First Travel. Pasalnya, para boss agen umrah ini bergaya hidup mewah, namun di rekening perusahaannya hanya tersisa uang satu jutaan. Seperti sudah diduga, uang kliennya telah berubah menjadi barang-barang mewah.

Dari pemberitaan media beberapa hari terakhir ini, pasangan suami istri tersangka penipuan atas nama agen umrah First Travel, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman (serta Kiki Hasibuan, adik Anniesa), bergaya hidup mewah.

Semua benda yang pernah mengelilingi dan menempel di tubuh mereka, dikupas tuntas oleh media: mulai rumah mewah, gorden di kamar ala ningrat Eropa yang senilai ratusan juta rupiah, mobil-mobil putih luks, tas dan mantel bermerek milik sang nyonya, serta foto-foto yang memperlihatkan pasangan ini sedang jalan-jalan ke luar negeri.

Belum lagi ratusan koleksi baju muslim hasil desain Anniesa yang pernah mengharumkan namanya (dan nama Indonesia) di ajang New York Fashion Week (NYFW) hampir setahun lalu.

Postcomended   Badak Cula Satu Hanya Tersisa di Indonesia

Dalam investigasinya, PPATK menemukan, dana para calon jemaah umrah yang mencapai miliaran rupiah tersebut ternyata dialirkan ke dalam bentuk pembelian aset pribadi, antara lain mobil dan rumah.

Wakil Ketua PPATK, Dian Ediana Rae, mengatakan, di Jakarta, Minggu (20/8/2017), selain untuk memberangkatkan umrah, dana juga digunakan untuk kepentingan pembelian aset pribadi.

Penelusuran ini kata Dian merupakan inisiatif PPATK, mengingat kasus penipuan ini merugikan umat dalam jumlah besar, namun uangnya kemana tidak jelas. Dikatakan Dian, ada puluhan rekening di beberapa bank yang terkait First Travel.

Pada 15 Agustus lalu, polisi menemukan dua rekening terkait First Travel. Namun aneh bin ajaib, dengan klien berjumlah puluhan ribu, saldo di rekeningnya hanya berisik satu jutaan, masing-masing Rp1,3 juta dan Rp1,5 Juta.

Sementara itu perkiraan kasar yang beredar selama ini, dari sekitar 35.000 klien, dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp 550 miliar. Angka tersebut terkumpul dari penetapan paket umroh kategori promo Rp14,5 juta, reguler Rp 22-25 juta, dan VIP Rp 54 juta.

Andika dan Anniesa ditangkap polisi di Jakarta pada Rabu, 8 Agustus 2017. Andika menjabat Direktur Utama Anniesa menjadi Direktur perusahaan.

Postcomended   Dengan Rp 278 Triliun, Grup Lippo Bangun Kota Terlengkap dan Terindah bernama Meikarta

Lalu pada 18 Agustus 2017, polisi mengatakan telah menangkap Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel, Siti Nuraidah “Kiki” Hasibuan. Kiki yang tak lain adalah adik Anniesa juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketidakjelasan larinya uang klien ini juga telah membuat kuasa hukum Andika dan Anniesa, Eggi Sudjana, angkat tangan. Alasannya, pasangan suami istri ini tidak mau jujur menceritakan di mana dan dikemanakan saja uang kliennya. “Jadi bagaimana saya mau membela,” kata Eggi, Rabu (16/8).

PPATK menyebut, dari hasil penelusurannya atas 20 rekening, diketahui bahwa uang klien First Travel antara lain sudah berubah menjadi rumah dan mobil.

Saat melakukan penggeledahan, polisi memeriksa satu rumah besar dan mewah di Jalan Taman Venesia Selatan Nomor 99, Kabupaten Bogor, yang adalah rumah kedua pasangan First Travel.

Kepolisian juga telah menyita beberapa mobil mewah milik bos First Travel berplat khusus yang hampir semua berwarna putih, antara lain Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Alphard, dan VW Caravelle.

Namun menurut Plt Deputi Pemberatasan PPATK, Ivan Yustia Pandana, dalam wawancara dengan TVOne, 21 Agustus 2017, uang di rekening juga mengalir ke mobil-mobil lain seperti Mercy, Hummer, dan banyak lagi, atas nama keduanya.

Postcomended   Kini Thailand Dilema Pulangkan Muslim Uighur ke Cina

Ivan juga mengungkapkan, uang peserta umrah digunakan pula untuk membeli tas-tas mewah dan barang-barang fesyen bermerek.

Dari foto-foto yang beredar di media, Anniesa memang terlihat sering berpose dengan produk branded, khususnya tas bermerek Hermes berbagai tipe. Ada tujuh jenis tas yang dia pamerkan dalam bermacam gaya pakaian. Harga tas-tas tersebut mulai Rp 180-450 juta.

Tas -tas itu dijinjingnya dengan latar belakang pemandangan yang tampaknya bukan di Indonesia. Dia memadupadankan tas tersebut antara lain dengan mantel merek Chanel seharga mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Keduanya merek asal Prancis. ***(ra)