Nasional

Dapat Remisi, Umar Patek Setidaknya Bisa Bebas pada 2030

Umar Patek menjadi bagian dari paskibra di Lapas Porong pada 17 Agustus 2015.

Umar Patek yang divonis hukuman penjara 20 tahun pada 2012, kini tinggal menjalani sisa masa hukuman 12 tahun lagi, setelah pemerintah memberi remisi hukuman dua bulan, terkait peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73. Ini terlepas dari kemungkinan penambahan remisi lagi di tahun -tahun mendatang. Umar yang sebelumnya ditahan di Mako Brimob, dipindahkan ke Lapas Sidoarjo dengan harapan dapat mengungkap jaringan teroris Jatim. Siapa Umar Patek?

Umar berada di antara 9.257 narapidana di Jawa Timur (Jatim) yang mendapatkan remisi tahun ini. Menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Susy Susilawati, Kamis (16/8/2018), Umar Patek baru tahun ini mendapatkan remisi, yang didasarkan pada penilaian aktivitasnya di dalam Lapas.

Seperti diketahui, pada hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2017, Umar mengikuti upacara peringatannya. Selain itu, Umar bersedia menjadi salah seorang pasukan pengibar bendera saat upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2015. Dia diajari baris-berbaris oleh Suud Rusli, terpidana mati kasus pembunuhan boss Asaba.

Postcomended   Polisi Jerman Temukan Ekstasi Berbentuk Donald Trump

Hingga kini, pelaku Bom Bali I ini sudah menjalani hukuman penjara 7 tahun 5 bulan. Dengan memeroleh remisi 2 bulan, Umar tinggal menjalani hukuman penjara sekitar 12 tahun lagi. Pria kelahiran 20 Juli 1966 ini divonis pidana 20 tahun penjara oleh PN Jakarta Barat pada 21 Juni 2012.

Saat ini, Umar dipenjara di Lapas Kelas I Surabaya yang berlokasi di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Semula dia dipenjara di Mako Brimob, Depok. Namun sejak Maret 2014 dia dipindahkan dengan alasan selain mengurangi jumlah tahanan di Mako Brimob, juga untuk kepentingan pengungkapan jaringan teroris di Jawa Timur.

Postcomended   7 Juli dalam Sejarah: Perdana Menteri Jepang Kunjungi Jakarta, Memberi Harapan Kemerdekaan bagi Indonesia

Umar ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan –kota yang sama tempat Osama bin Laden terbunuh–pada akhir Januari 2011. Dia dikembalikan ke Indonesia dalam suatu perjanjian ekstradisi.

Umar dituduh memainkan peran penting dalam berbagai serangan, termasuk Bom Bali I pada 2002 yang menewaskan 202, serta pemboman gereja Malam Natal yang mematikan pada 2000.

Penangkapannya di Abbottabad mengakhiri perburuan internasional yang berlangsung selama hampir satu dekade, serta karir militansinya yang membentang di Indonesia, Filipina dan Afghanistan. Dia diketahui merupakan anggota senior jaringan teroris regional Jamaah Islamiyah, juga aktif di kelompok militan Filipina selatan, Abu Sayyaf.

Saat ditangkap oleh pihak berwenang Pakistan, Umar mengakui ikut memproduksi bom yang digunakan dalam serangan Bali dan Malam Natal. Fakta lain mengenai Umar, dia pernah menikahi seorang perempuan Katolik yang masuk Islam selama berada di Filipina. Keluarga calon istrinya sempat takut akan dibunuh ketika menghadiri pernikahan anaknya dengan Umar.***

Postcomended   Kontroversi Fidget Spinner: Dari Bahaya Tersedak hingga Merusak Konsentrasi

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top