Daripada Keburu Osteoporosis, Mending Perhatikan 7 Hal Ini

Internasional Lifestyle
Share the knowledge

Osteoporosis and Osteopenia - DrPawluk.com DrPawluk.com Osteoporosis and Osteopenia
Osteoporosis and Osteopenia – DrPawluk.com DrPawluk.com Osteoporosis and Osteopenia

Faktor-faktor seperti usia dan jenis kelamin, bahkan keturunan, merupakan takdir yang tak bisa dicegah terkait risiko terkena osteoporosis (keropos tulang). Jika anda dari keluarga yang ukuran tulangnya tipis, risiko akan lebih tinggi daripada si tulang besar. Selain itu, satu penelitian menyebutkan, varian genetik 677C>T, telah dikaitkan dengan risiko alzheimer, penyakit kardiovaskuler, dan osteoporosis. Tapi jangan putus asa dulu, karena ada banyak perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi risikonya.

Dilansir The Guardian, ada tujuh gaya hidup yang bisa dilakukan unutuk mengurangi risiko keropos tulang. Simak ketujuh hal itu berikut ini:

1. Berjalan cepat selama 10 menit, tiga kali sehari
Latihan beban (berjalan, berlari) membantu menjaga tulang tetap kuat. Idealnya, Anda memerlukan campuran aktivitas “kaki di tanah” dan ketahanan otot seperti beban, tekanan, dan berenang. Tidak ada yang tahu persis berapa banyak olahraga yang dibutuhkan. National Health Service (NHS) Inggris menyebutkan, orang dewasa berusia 19-64 tahun harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Tiga periode 10 menit berjalan cepat setiap hari adalah target yang baik.

2. Jangan merokok, terutama ketika Anda muda
Merokok berdampak pada sel-sel yang membangun tulang, terutama bagi mereka yang di bawah 30 tahun, yang masih mengakumulasi tulang. Perokok berisiko tinggi terkena osteoporosis dan patah tulang dan berhenti merokok cenderung meningkatkan kekuatan tulang. Ini adalah hubungan yang rumit: perokok mungkin juga lebih kurus daripada kisaran berat badan yang sehat; jika Anda jatuh tetapi tidak memiliki bantalan, Anda lebih mungkin patah tulang. Setelah menopause, wanita membentuk sejumlah estrogen –yang menjaga tulang kuat– di lapisan lemak mereka. Namun begitu indung telur (ovarium) berhenti memproduksi estrogen, Anda tidak dapat menghasilkan banyak jika Anda tidak memiliki lemak. Jadi jawabannya ada di poin ke-3.

Postcomended   Kelahiran Bayi "Campuran" Pangeran Harry dan Meghan Markel Bikin Canggung Media

3. Jangan terlalu kurus
Tidak ada yang mengatakan bahwa kelebihan berat badan menolong mencegah keropos tulang. Anda toh harus terus bergerak. Dan semakin berat Anda, semakin banyak beban mendarat di tulang jika Anda jatuh. Tetapi orang berbadan kecil dan berbobot rendah pun memiliki massa total tulang yang lebih sedikit. Akibatnya, kehilangan berat badan dalam jumlah sedikit pun dapat menyebabkan tulang patah dengan mudah.

4. Terapi hormon membantu
Perempuan empat kali lebih mungkin dibandingkan laki-laki untuk mendapatkan osteoporosis, karena tingkat estrogen mereka turun setelah menopause. Hormone replacement therapy (HRT/terapi penggantian hormon) dapat membantu mempertahankan tulang yang kuat dan mencegah fraktur (patah tulang) akibat kerapuhan (fraktur yang terjadi pada kekuatan minimal). Namun jika Anda sudah menderita osteoporosis, HRT tidak terlalu efektif.

5. Anda tidak membutuhkan suplemen kalsium, tetapi pertimbangkan vitamin D
Diet sehat dan seimbang harus menyediakan 700 miligram kalsium per hari yang Anda butuhkan untuk membuat tulang baru ketika tulang tua diganti. Tidak ada bukti nyata bahwa suplemen kalsium diperlukan jika Anda berisiko rendah terkena osteoporosis. Ada beberapa kekhawatiran bahwa mengonsumsi kalsium ekstra dapat menyebabkan endapan berbahaya di sekitar jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung. Konsensusnya adalah bahwa sumber makanan lebih baik daripada suplemen, kecuali jika Anda tidak bisa mendapatkan cukup kalsium dari diet Anda karena Anda memiliki kondisi seperti penyakit Crohn yang mencegah penyerapan kalsium diet yang cukup.
Anda membutuhkan sekitar 10 mikrogram sehari vitamin D untuk kesehatan tulang; 90% berasal dari sinar matahari pada kulit kita dan 10% dari diet (seperti ikan berminyak/oily fish). Orang yang tidak pernah memaparkan kulit mereka ke sinar matahari atau diet yang terbatas, mungkin membutuhkan suplemen vitamin D. NHS merekomendasikan bahwa bayi harus diberi ASI hingga usia satu tahun dan semua anak berusia 1-4 harus memiliki suplemen harian, sementara anak-anak di atas lima dan orang dewasa (khususnya di negara yang memiliki musim dingin), harus mempertimbangkan satu suplemen.

Postcomended   Usia 18 Masih Kekanak-kanakan? Tak Heran, Begini kata Ilmuwan

6. Jangan sampai tersandung
Risiko utama memiliki tulang tipis adalah fraktur akibat kerapuhan. Orang-orang lanjut usia yang jatuh dan patah pinggang misalnya, mungkin tidak akan bisa mendapatkan kembali kesembuhan. Fraktur vertebral (tulang belakang) mungkin tak terasa pada awalnya, tetapi cenderung kambuh dan bisa menjadi makin sering dan sangat menyakitkan dan melumpuhkan. Salah satu hal paling berguna yang dapat Anda lakukan untuk keluarga atau teman yang berkondisi lemah adalah memeriksa rumah mereka untuk potensi bahaya seperti karpet yang longgar, atau toilet tanpa pegangan, dll.

7. Ketahuilah risiko Anda
Anda berisiko tinggi terkena osteoporosis jika Anda berusia lanjut, perempuan, kurus, atau tidak bergerak (banyak diam atau jarang berolahraga), pernah mengalami patah tulang sebelumnya, merokok, minum banyak alkohol (lebih dari 30 kali seminggu), atau minum steroid untuk kondisi seperti rheumatoid arthritis. Anda dapat melakukan penilaian risiko Anda sendiri (kalkulator risiko bisa dibrowsing, antara lain di situs web Universitas Sheffield). Dalam beberapa kasus, pemindaian kepadatan tulang berguna. Ini dapat diatur oleh dokter Anda. Tetapi pemindaian perlu dilakukan dalam konteks risiko Anda secara keseluruhan. Jika Anda berisiko tinggi, Anda mungkin akan disarankan melakukan perawatan untuk membangun tulang Anda, bahkan jika hasil pemindaian normal.(***/theguardian)


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work