Deddy Stanzah, 1949 – 2001

Deddy Stanzah, 1949 – 2001

Keluarga Trending Berita hari ini
Share the knowledge

Kehebatan Deddy Stanzah yang berdarah Minangkabau ini tidak hanya dalam dunia rekaman, dengan terlibatnya dia di album bersama Superkid, solo ataupun duet. Dia juga seorang entertainer yang piawai ketika pertunjukkan live, penguasaan panggung yang prima didukung gaya panggung memukau sehingga enak dinikmati telah memancarkan kharisma tersendiri bagi penggemarnya.

Namun sayang, di sela kehidupannya sebagai rocker, Deddy Stanzah terjerumus dalam dunia narkoba dalam waktu yang cukup lama.

Dunia pembawa bencana itu telah dia tinggalkan beberapa tahun sebelum meninggal, tetapi usaha tersebut telah terlambat karena sebagai dampak pemakaian narkoba dalam jangka panjang telah membuat kondisi fisiknya kian menurun, dan bahkan menjadi penyebab dia terkena gangguan pada paru-paru dan jantungnya.

The Rollies merupakan grup musik yang dibentuk sebagai bagian dari pemberontakan anak-anak muda di era tahun ‘70-an. Dibentuk di Bandung tahun 1967, yang dibidani Deddy Stanzah, vokalis dan pemain bas, dengan band Delimas yang diperkuat Delly Joko Arifin (vokal, keyboard), Iskandar (gitar), dan Iwan Krisnawan (drum), serta belakangan Bangun Sugito atau Gito Rollies ikut bergabung.

Postcomended   Jelajahi Serunya Destinasi Lebaran Bandung
 SoundCloud Deddy Stanzah - Livin in the shame by edimuhamadisnaeni on SoundCloud - Hear the world's sounds Images may be subject to copyright. Learn More Related images
SoundCloud Deddy Stanzah – Livin in the shame by edimuhamadisnaeni on SoundCloud – Hear the world’s sounds Images may be subject to copyright. Learn More Related images

Sebuah sumber online menyebutkan bahwa Deddy Stanzah memberi nama The Rollies karena dua personel berambut ikal atau roll dan dua lainnya berambut lurus, dan jika digabung dan jadilah Rollies.

ROLLIES adalah grup kebanggaan kota kembang Bandung tahun 1967 hingga awal 1990 disamping grup-grup lain semisal Giant Step, Freedom of Rhapsodia, Superkid, Shark Move, Bimbo, Paramors, Harry Roesli and His Gang, GBrill, 23761, dan One Dee and Lady Faces.

Otak dari Rollies sebenarnya adalah Deddy Sutansyah (kemudian menjadi Stanzah). Seorang pemetik gitar, bas, dan juga penyanyi yang karismatis pada zamannya. Dalam sebuah penampilannya di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki, Deddy tampil sendirian dan hanya gitar menemaninya.

Begitu terdengar langkahnya di panggung yang masih gelap, penonton sudah bersorak menyambut. Sayangnya, Iwan dan Deddy yang terus dicengkeram narkoba semakin sering datang terlambat di waktu latihan maupun pertunjukan. Karena ketidakdisiplinan ini, keduanya dipersilakan meninggalkan Rollies Sejak tidak aktif dalam The Rollies tahun 1977 (ia bergabung tahun 1967).

Postcomended   Sejarah Zombie Versi Barat dan Islam, Anda Percaya yang Mana?

Deddy bermain dengan sejumlah group band lainnya. Sebut saja, Super Kid bersama Jelly Tobing dan Deddy Dores yang menghasilkan tembang rock Gadis Manis Bergelang Emas.

Ia menjalani kehidupan keras sejak berusia belasan tahun. Selepas SLTA di SMA Negeri VI Bandung, menurut Delly, teman se-angkatannya di The Rollies, Deddy memilih bermain musik. The Rollies, grup asal Bandung melambungkan nama Deddy Stanzah sebagai pemain bass.

Dari group band inilah terukir sejumlah lagu yang mengentak telinga dan kalbu penggemarnya, seperti Hanya Bila Haus di Padang Tandus, Bimbi, dan Hari-hari. Sebuah lagunya, Kemarau, mendapat penghargaan Kalpataru dari Menteri KLH Emil Salim.

Postcomended   Rasa Pahit Berkorelasi dengan Psikopati: Senang Melihat Orang Kesakitan

Memasuki abadi ke-21, Rollies kehilangan sekaligus tiga anggotanya, yakni Deddy Stanzah yang tutup usia tahun 2001, Delly (2002), dan Bonnie (2003).

Deddy Stanzah, salah seorang personel The Rollies kelahiran Bandung 14 April 1949, Senin sekitar pukul 23.00 meninggal di rumahnya di kawasan Cikaso Selatan, Bandung. Ia mengembuskan napas terakhir di pelukan sang istri, Isye Larisdia (37), dan kedua anaknya, Ega Pintu Dana (14) dan Putri Mentari (8).

Selama delapan bulan, Deddy didera penyakit jantung dan paru-paru basah. Menurut Isye, enam bulan lalu suaminya sempat dirawat di rumah sakit selama seminggu. Deddy tidak tahan, dan keluar dari rumah sakit. Sambil berobat jalan, Deddy tetap bermain musik dan mengurus peredaran album terakhirnya “Lukisan Setan” yang sudah dirilis sejak tahun 1993.

 

 

 

 


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work