Ekonomi

Defisit Neraca Transaksi Berjalan RI Menggelembung ke Posisi Tertinggi

Pengalakkan maskapai bujet diharap dapat menahan deficit neraca transaksi berjalan pemerintah Indonesia (foto: DestinAsian Indonesia)

Defisit neraca transaksi berjalan pemerintah Indonesia dilaporkan semakin melebar. Di sisi lain, kondisi bursa saham agak mencemaskan dengan banyaknya investor asing yang terus melakukan aksi buang saham dan obligasi Indonesia. Dalam laporan yang diperbaharui Jumat (27/7/2018) laman Blooomberg menyebutkan, Presiden RI sedang berupaya berburu dolar dari sektor pariwisata dan ekspor untuk membantu menahan defisit neraca transaksi berjalan itu. 

Defisit neraca transaksi berjalan saat ini bahkan ditetapkan membengkak ke posisi tertinggi dalam empat tahun terakhir karena investor asing menjual habis obligasi dan saham Indonesia di tengah aksi jual di pasar-pasar saham negara berkembang lainnya yang dipicu kenaikan suku bunga AS, dan dolar AS yang menguat.

Dengan tiga kenaikan suku bunga BI sejak pertengahan Mei 2018 dan intervensi pasar bank sentral reguler gagal menghentikan keterpuurukan rupiah, pemerintah Jokowi sedang menjajaki cara lain untuk menopang aliran masuk dolar.

Jokowi memerintahkan menteri, pejabat, dan gubernur bank sentral pada hari Kamis (26/7/2018)untuk meningkatkan upaya menarik lebih banyak pengunjung asing ke pantai pantai berpasir putih yang menghiasi ratusan pulau di seluruh negeri. Dia juga meminta gubernur mempercepat investasi pariwisata dan ekspor terkait, untuk mengatasi defisit ganda dari neraca berjalan dan perdagangan.

Postcomended   29 Oktober dalam Sejarah: Pasar Saham Wallstreet Ambruk, Menandai "Great Depression"

Investor asing telah menarik bersih 3,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 50 triliun) dari obligasi dan saham tahun ini karena rupiah melemah lebih dari 6 persen terhadap dolar, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg.

“Masih ada dua masalah yang harus kita selesaikan; defisit neraca transaksi berjalan dan defisit perdagangan,” kata Jokowi dalam acara pertemuan para pemimpin provinsi di Jakarta. “Jika kita bisa melihat surplus dalam giro, maka kita bisa bersantai.”

Defisit neraca transaksi berjalan terlihat melebar menjadi sekitar 25 miliar dollar AS (sekitar Rp 350 triliun) tahun ini, atau sekitar 3 persen dari produk domestik bruto, menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Menurut data bank sentral, jumlah ini akan menjadi kekurangan terbesar sejak 2014. Menurut data bank sentral (Bank Indonesia/BI), perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini membukukan defisit perdagangan sebesar 1,02 miliar dolar AS (lebih dari Rp 14 ntirliun) pada semester pertama setelah mencatat surplus selama tiga tahun berturut-turut, data resmi menunjukkan.

Postcomended   Judika Tutup Rangkaian Festival Crossborder Atambua, Pariwisata Atambua Kian Dikenal

Mengoptimalkan Maskapai Bujet

BI akan bekerja sama dengan pemerintah dalam mempercepat proses lisensi untuk investasi terkait pariwisata, meningkatkan ketersediaan penerbangan murah, akses bandara, serta mempromosikan pariwisata religi, kata Warjiyo.

Pemerintah juga mempertimbangkan beberapa insentif untuk maskapai penerbangan bujet untuk memperluas konektivitas udara dan menetapkan harga dasar yang kompetitif untuk tiket pesawat, Bisnis Indonesia melaporkan.

Indonesia bertujuan menarik 20 juta wisatawan asing tahun depan dengan potensi 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 280 triliun), serta mempromosikan 10 “Bali baru”; sebuah strategi yang mencakup pengembangan infrastruktur di Sumatra di barat negara itu hingga Maluku Utara di timur.

Industri ini diharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan pekerjaan, mendorong usaha kecil dan menengah, dan mengurangi kemiskinan, menurut BI. BI akan memperkenalkan sejumlah inisiatif untuk mempromosikan pariwisata bulan depan, menurut Warjiyo.

Postcomended   PERLUAS JARINGAN PENERBANGAN DOMESTIK, GARUDA INDONESIA LAYANI PENERBANGAN LANGSUNG JAKARTA – SORONG PP

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kepada wartawan Kamis, Indonesia berencana memperpanjang keringanan pajak untuk investasi baru hingga 50 tahun untuk menarik lebih banyak investor dan meningkatkan sektor manufaktur. Sri juga mengatakan setelah pertemuan antara Jokowi dan eksportir bahwa pemerintah juga meminta para eksportir memulangkan valuta asing untuk memperkuat rekening negara saat ini.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top