Internasional

Delapan Perusahaan Cina Ini Ditambahkan dalam Daftar Hitam AS

Share the knowledge

 

Tang Xiao'ou, pendiri SenseTime. Salah satu perusahaan yang masuk Daftar Hitam AS adalah SenseTime yang didirikan oleh Tang, alumni Institut Teknologi Masachusset (MIT) yang kini merupakan profesor di Universitas Cina Hong Kong. Daftar hitam AS membuat MIT berpikir ulang tentang kerjasamanya dengan SensTime. (gambar dari: YouTube)

Tang Xiao’ou, pendiri SenseTime. Salah satu perusahaan yang masuk Daftar Hitam AS adalah SenseTime yang didirikan oleh Tang, alumni Institut Teknologi Masachusset (MIT) yang kini merupakan profesor di Universitas Cina Hong Kong. Daftar hitam AS membuat MIT berpikir ulang tentang kerjasamanya dengan SensTime. (gambar dari: YouTube)

Terlepas dari bagaimana cara Cina mendapatkan teknologinya, saat ini Cina ngebut mengejar penguasaan teknologi oleh AS. Washington yang cemas, menggunakan isu pelanggaran HAM di Xinjiang sebagai alasan memasukkan lagi delapan perusahaan Cina dalam daftar hitam-nya.

Kedelapan perusahaan itu ditambahkan Senin pekan lalu (7/10/2019) ke daftar 28 entitas yang dilarang oleh perusahaan Amerika Serikat (AS) menjual komponen tanpa persetujuan pemerintah.

Dalam laporannya, Minggu (13/10/2019), AFP menyebutkan bahwa Cina membuat kamera pengintai, perangkat lunak pengenal wajah, dan teknologi lainnya, yang telah diaplikasikan di Xinjiang, wilayah barat laut yang dijaga ketat di mana sekitar satu juta mayoritas Muslim, seperti etnis Uighur, ditahan di kamp-kamp interniran. Apa saja kedelapan perusahaan tersebut:

Hikvision
Salah satu pemasok peralatan pengawasan terbesar di dunia, Hikvision adalah anak perusahaan teknologi Cina yang diuntungkan oleh booming aparat keamanan Xinjiang. Pada 2017, Hikvision memenangkan setidaknya lima kontrak terkait keamanan dengan total 1,85 miliar yuan (260 juta dollar AS/sekitar Rp 3,6 triliun) di Xinjiang;  termasuk “sistem pencegahan dan pengendalian sosial” yang menampilkan puluhan ribu kamera.

Perusahaan ini juga memiliki kehadiran global, dengan hampir 30 persen dari pendapatannya tahun lalu berasal dari luar Cina. Hikvision mengatakan, daftar hitam AS tidak memiliki “basis faktual”, dan mengecilkan dampaknya dalam panggilan konferensi yang ditujukan untuk investor dan media pada Rabu.

Postcomended   Wonderful Indonesia Golf Tournament

“Saat ini, sebagian besar komponen AS semuanya dapat langsung diganti dengan desain baru,” kata dewan sekretaris Huang Fanghong. “Jika perlu, kita akan merancang chip kita sendiri.”

Megvii
Perusahaan AI (kecerdasan buatan) yang didukung oleh raksasa e-commerce Alibaba, teknologi pengenalan wajah Megvii digunakan di berbagai aplikasi di Cina, mulai pembayaran ponsel “senyum untuk membayar” hingga mengidentifikasi individu untuk penegakan hukum.

Perusahaan berencana untuk meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong tetapi salah satu sponsor bersama, Goldman Sachs, mengatakan, pihaknya “mengevaluasi” perannya setelah daftar hitam AS terbaru ini dikeluarkan. Megvii mengatakan langkah AS mencerminkan kesalahpahaman pada perusahaannya.

“Hanya satu persen dari pendapatan 2018-nya berasal dari proyek-proyek di Xinjiang, dan tidak ada pendapatan yang dihasilkan dari kawasan itu dalam enam bulan pertama 2019,” kata pihak Megvii.

April lalu, New York Times melaporkan, beberapa perusahaan AI Cina, termasuk Megvii, Yitu, dan SenseTime, berada di belakang perangkat lunak yang digunakan untuk profil rasial dan melacak Uighur.

Menurut laporan media, anak mantan wakil presiden dan calon presiden AS, Joe Biden, yakni Hunter Biden, yang dituduh korupsi oleh Presiden Donald Trump, adalah seorang direktur di BHR Partners, sebuah dana yang diinvestasikan di Megvii.

Postcomended   3 Juli dalam Sejarah: Tembak Jatuh Pesawat Komersial Iran, AS Tak Pernah Mau Minta Maaf

SenseTime 
SenseTime didukung oleh daftar investor terkenal, termasuk SoftBank, Alibaba, dan pembuat chip AS, Qualcomm. Didirikan oleh alumni Institut Teknologi Masachusset (MIT), Tang Xiao’ou, seorang profesor di Universitas Cina Hong Kong.

SenseTime adalah perusahaan AI yang mengembangkan aplikasi pengenalan wajah dan gambar, seperti pemantauan kerumunan dan verifikasi identitas untuk aplikasi pinjaman. Perusahaan ini memiliki laboratorium penelitian di Silicon Valley dan bermitra dengan universitas di seluruh dunia, termasuk MIT, dalam penelitian AI.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, MIT mengatakan akan meninjau semua hubungan yang ada dengan organisasi yang ditambahkan ke daftar entitas Washington ini, dan memodifikasi interaksi apa pun, sebagaimana diperlukan.

SenseTime mengatakan pihaknya “sangat kecewa” dengan daftar hitam tersebut dan akan bekerja sama dengan semua pihak yang berwenang untuk sepenuhnya memahami dan menyelesaikan situasi.

Dahua
Dahua Technology adalah penyedia peralatan pengawasan video terkemuka lainnya dengan jejak kaki yang meningkat di luar negeri dan memiliki proyek di Brasil, Italia, dan negara-negara lain. Menurut laporan keuangan 2018, sekitar 36 persen dari pendapatan perusahaan yang terdaftar di Shenzhen berasal dari luar negeri.

Pada Agustus, AS juga secara resmi melarang Dahua dan Hikvision, bersama dengan raksasa telekomunikasi Huawei dan perusahaan lain, untuk memperoleh kontrak pemerintah.

Meiya Pico
Meiya Pico, sebuah perusahaan forensik digital, mendapat perhatian dari kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) setelah para peneliti keamanan mengatakan perusahaan itu berada di belakang “MFSocket”, aplikasi yang memungkinkan polisi mengekstrak kontak, pesan, dan data pribadi lainnya dari smartphone.

Postcomended   Ramalan PricewaterhouseCoopers: Negara-negara Berkembang Menuju Negara Maju

Yitu 
Yitu Technology telah mengembangkan aplikasi untuk pengenalan wajah dan ucapan, seperti otentikasi identitas di bank, skrining kanker, dan pemantauan hub transportasi untuk membantu penegakan hukum.

iFlytek
Perusahaan AI yang terdaftar di Shenzhen, iFlytek, adalah salah satu perusahaan pengenal ucapan terbaik di Cina.
Pada 2017, Human Rights Watch mengatakan iFlytek bekerja dengan kementerian keamanan publik Cina untuk mengumpulkan sampel “pola suara” dan mengembangkan sistem pengawasan yang dapat mengidentifikasi suara yang ditargetkan dalam percakapan telepon.

Yixin
Yixin Science and Technology Co. Ltd adalah perusahaan keamanan yang berbasis di Beijing yang menjual pengawasan video, pengenalan wajah, dan produk anti-terorisme. Selama Olimpiade Beijing 2008, Yixin menyediakan sistem pengawasan nirkabel di halte bus untuk memantau serangan teroris.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top