Ditinggal Friendster? Dipaksa ngungsi dari Multiply? Jika jawabannya ya, Anda yang juga memiliki akun Path, semestinya sudah terlatih jika sekarang harus juga mem-back-up data-data Anda yang kadung mengendap di layanan media sosial ini. Ya, media sosial asal San Fransisco, AS, ini, tak dapat bertahan lebih lama dari delapan tahun.

Menurut pengumuman yang dibuat hari ini (Senin/17/9/2018), layanan ini akan ditutup pada 18 Oktober 2018, tetapi akan dihapus dari App Store dan Google Play pada tanggal 1 Oktober 2018. Para pengguna memiliki waktu hingga 18 Oktober untuk mengunduh salinan data mereka, yang dapat dilakukan di sini:  https://path.com/login?continue=/settings/backups

Akun Twitter resmi @path, hari ini, menulis: “Dengan sangat menyesal mengumumkan bahwa layanan Path akan dihentikan. Ini merupakan perjalanan yang panjang dan kami dengan tulus berterima kasih kepada Anda masing-masing untuk tahun-tahun cinta dan dukungan Path Anda.
Silakan kunjungi di sini https://path.com/goodbye untuk detail lebih lanjut.”

Pesan resminya adalah sebagai berikut:

Postcomended   Cina Klaim Berhasil Terbangkan Pesawat Hipersonik Pertamanya, AS Ketar-ketir

“Dengan penuh penyesalan kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path. Kami memulai Path pada tahun 2010 sebagai tim kecil yang terdiri dari para desainer dan insinyur yang bersemangat dan berpengalaman. Selama bertahun-tahun kami telah mencoba untuk menetapkan misi kami: melalui teknologi dan desain kami bertujuan untuk menjadi sumber kebahagiaan, makna, dan koneksi ke pengguna kami, ”perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan. Terima kasih, Aulia.”

Path didirikan oleh mantan manajer produk Facebook, Dave Morin, dan mantan duet Napster, Dustin Mierau dan Shawn Fanning. Perusahaan ini meledak di tahun didirikannya pada 2010 dengan aplikasi jejaring sosial seluler yang secara visual menyenangkan dan terbatas hanya untuk 50 teman per pengguna.

Dilansir laman Tech Crunch, pembatasan itu awalnya memosisikan Path berbeda jika dibanding Facebook misalnya, yakni sebagai alternatif medsos yang lebih pribadi dengan beberapa desain tambahan bereupa lonceng dan peluit. Namun pembatasan teman itu kemudian dicabut dan bahkan dihapus sama sekali.

Pada puncaknya, layanan ini memiliki sekitar 15 juta pengguna dan pernah mengumpulkan uang dengan nilai mencapai 500 juta dollar AS (sekitar Rp 7 triliun). Google mencoba membelinya seharga 100 juta dollar AS (Rp 1,4 triliun) ketika baru berusia bulan.

Postcomended   Cina Olok-olok Trump Telah Secara Tak Langsung Memajukan Cina

Secara keseluruhan, startup ini menghasilkan 55 juta dollar AS (Rp 770 miliar) dari investor yang mencakup nama-nama teratas Silicon Valley seperti Index, Kleiner Perkins, dan Redpoint, namun semakin ke sini semakin memudar.

Alih-alih sanggup membetot pengguna lebih banya dengan desain inovatifnya, Facebook yang telah leading dalam hal jumlah pengguna –saat ini memiliki lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif– dengan mudah meniru desain Path di masa lalu, dan memopulerkannya.

Jalan Path berubah menjadi buruk dan banyak startup yang kehilangan banyak staf, pengguna dan momentum (dan data pengguna). Perusahaan lalu mencoba meluncurkan aplikasi terpisah untuk menghubungkan bisnis dan pengguna, Path Talk (semacam WhatsApp atau Line), tetapi tampaknya tidak berhasil mendongkrak bisnis Path.

Path Talk akhirnya dijual ke Kakao Korea dalam transaksi yang tidak diungkapkan pada 2015. Kakao membeli aplikasi tersebut karena populer di Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia di mana Path memiliki empat juta pengguna di sana, dan perusahaan Korea itu membuat permainan besar untuk pasar ini, yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan pasar yang berkembang untuk pengguna internet. Namun semua tampaknya tidak berjalan dengan baik, dan Kakao memilih meninggalkan aplikasi itu sama sekali.***

Share the knowledge