Sarankan Hapus Facebook, Ternyata Ini Bahayanya Kata Bos WhatsApp ... Tribun Manado - Tribunnews.com Sarankan Hapus Facebook, Ternyata Ini Bahayanya Kata Bos WhatsApp

Sarankan Hapus Facebook, Ternyata Ini Bahayanya Kata Bos WhatsApp … Tribun Manado – Tribunnews.com Sarankan Hapus Facebook, Ternyata Ini Bahayanya Kata Bos WhatsApp

Brian Acton, pendiri WhatsApp, dalam postingannya di Twitter, Rabu (20/3/2018), mengatakan kepada follower-nya untuk menghapus akun Facebook mereka. “Sudah saatnya,” tulis Acton, seraya menambahkan hashtag #deletefacebook.

Cuitan Acton tersebut muncul setelah periode lima hari memar bagi Facebook. Dia melihat para regulator berkerumun dan harga sahamnya anjlok, menyusul kekhawatiran atas privasi data para pemilik akun media sosial ini setelah adanya penyingkapan tentang penyalahgunaan data pengguna Cambridge Analytica.

Isu ini, seperti terpantau pada perdagangan Senin (18/3/2018), membebani saham-saham teknologi seperti Nasdaq serta pasar yang lebih luas, juga menguatkan sinyal Federal Reserve (Fed; bank sentral Amerika Serikat) untuk menaikkan suku bunga di masa depan.

Postcomended   “13 Reason Why” Mendorong Orang Tua Ngobrol dengan Anak Remajanya

Saham Facebook turun sekitar 4 persen dalam perdagangan premarket setelah laporan bahwa data pribadi dari 50 juta pengguna disalahgunakan oleh konsultan politik, yang mendorong tinjauan oleh perusahaan dan ungkapan keprihatinan oleh beberapa anggota parlemen Amerika Serikat).

Cartoon Movement - The 'Power' of Facebook Cartoon Movement The 'Power' of Facebook

Cartoon Movement – The ‘Power’ of Facebook Cartoon Movement The ‘Power’ of Facebook

Pada 2014, Facebook membeli WhatsApp seharga 16 miliar dolar AS, yang membuat pendirinya, Jan Koum dan Brian Acton, menjadi orang-orang yang sangat kaya. Koum melanjutkan memimpin perusahaan, tetapi Acton berhenti awal 2018 untuk memulai usahanya sendiri.

Postcomended   Memanen Realitas Hidup Masa Kini

Atas cuitannya itu, pria bernilai 6,5 miliar dolar AS ini tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar. WhatsApp pun menolak berkomentar. Tidak jelas apakah perasaan Acton tentang Facebook meluas ke aplikasinya sendiri, Signal. Bulan lalu, Acton menginvestasikan 50 juta dolar AS ke Signal, suatu alternatif independen untuk WhatsApp.

Namun Acton bukanlah mantan eksekutif Facebook pertama yang mengekspresikan kegelisahan tentang perusahaan ini setelah meninggalkannya. Tahun lalu, mantan Kepala Pengembangan Facebook, Chamath Palihapitiya, menimbulkan badai setelah mengatakan, “Kami telah menciptakan alat yang merobek struktur sosial dari bagaimana masyarakat bekerja.”

Mantan eksekutif Facebook lainnya yang mengekspresikan penyesalan antara lain Sean Parker, Justin Rosenstein, dan investor Roger McNamee.(*/theverge/reuters)

Postcomended   12 Pemuda Indonesia dari 300 Finalis Se-Asia Masuk Daftar Berada "30 Under 30"-nya Forbes

 

#socialmedia #marketing #digital #propaganda #facebook #digitalart #branding #publicidade #twitter #business #marketingdigital #digitalmarketing #advertising #entrepreneur #startup #entrepreneurship #digitalpainting #socialmediamarketing #sales #digitaldrawing #onlinemarketing #success #empreendedorismo #smallbusiness #mkt #midiassociais #marketingtips #seo #networking #photoshop

Share the knowledge