Internasional

Demi Betot Devisa, Arab Saudi “Obral” Sejumlah Pembatasan Termasuk Membolehkan Pasangan Belum Menikah di Hotel-hotelnya

Share the knowledge

Saudi sekarang membolehkan laki-laki dan wanita asing berbagi kamar tanpa perlu  bukti bahwa mereka sudah menikah. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=_s1mH4flmhE)

Suasana hotel di Arab Saudi. Saudi sekarang membolehkan laki-laki dan wanita asing berbagi kamar tanpa perlu bukti bahwa mereka sudah menikah. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=_s1mH4flmhE)

Masa keemasan minyak bumi tampaknya mulai di ujung tanduk bagi negeri “emas hitam” ini. Reformasi yang dimotori sang Putra Mahkota, telah merombak habis tradisi yang dulu disakralkan. Selain membolehkan wanita menyetir, kini kerajaan ini juga membolehkan pasangan belum menikah menginap di hotel-hotelnya. Apaaah?!!

Otoritas pariwisata Saudi mengatakan, mereka telah mencabut beberapa pembatasan pada wanita yang bepergian di kerajaan Muslim ultrakonservatif ini. Pedoman baru mereka menyebutkan, kini wanita dapat menyewa kamar hotel tanpa kehadiran wali pria. Selain itu, pria dan wanita asing dapat berbagi kamar tanpa bukti pernikahan, The Guardian melaporkan.

Pelonggaran peraturan ketat yang mengatur interaksi sosial ini terjadi setelah Riyadh meluncurkan skema visa turis pertamanya, sebagai bagian dari upaya untuk menarik kunjungan internasional dan mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak.

Postcomended   Misteri Hilangnya Sang Jurnalis: Dimutilasi, hingga Aktivitas Pembunuhan yang Terekam Apple Watch

Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional memposting persyaratan baru di Twitter, Minggu (6/10/2019). Wanita akan diizinkan menyewa kamar hotel dengan bukti identitas atau jika mereka memiliki wali laki-laki yang memang memiliki bukti identitas.

Langkah ini dilakukan di tengah reformasi mendalam selama setahun terakhir oleh putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), yang telah mencabut larangan bisnis bioskop dan larangan perempuan mengemudi.

Para kritikus mengatakan ada batasan untuk reformasi, menunjuk pada pembunuhan tahun lalu terhadap penulis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul, dan penyiksaan yang dilaporkan terhadap beberapa aktivis hak-hak perempuan yang ditahan.

Arab Saudi yang mengumumkan skema visa turis baru ini pada minggu lalu, mengatakan, pihaknya bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan berharap untuk mendorong kontribusinya terhadap PDB dari saat ini 3% menjadi 10%. Untuk peluncuran visanya yang baru, negara itu menyoroti lima situs Warisan Dunia UNESCO, situs seni kontemporer dan situs alami termasuk Laut Merah, gurun, dan pegunungan.

Postcomended   AS Jungkalkan Arab Saudi dari Posisi Puncak Pengespor Minyak Terbesar Dunia

Skema visa multiple-entry satu tahun memungkinkan untuk masa inap hingga 90 hari sekaligus dan menandai pertama kalinya negara ini mengizinkan orang asing untuk berkunjung semata-mata dengan tujuan pariwisata.

Warga negara dari 49 negara yang memenuhi syarat dapat mendaftar secara online atau pada saat kedatangan, sementara mereka dari negara lain harus mendaftar di kedutaan atau konsulat Saudi terdekat.

Sebagai bagian dari upaya untuk menarik pengunjung asing, kerajaan ini melonggarkan aturan berpakaian yang ketat untuk perempuan wisatawan yang pada awalnya mengharuskan bahu dan lutut ditutupi di depan umum tetapi tidak menuntut mereka mengenakan abaya seluruh tubuh.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top