Demi Jangkau Pelanggan Baru yang Kurang Kaya, Harley Davidson Ngutang

Demi Jangkau Pelanggan Baru yang Kurang Kaya, Harley-Davidson Bisa Ngutang

Ekonomi
Share the knowledge

pabri.id – Pusat Advokasi Bisnis dan Restrukturisasi Indonesia,
pengacara restrukturisasi, pengacara utang piutang, kurator restrukturisasi
Ivan Garda 08170011973

Harley Davidson belum lama ini memperkenalkan 100 model baru untuk rentang hingga 2027. Di dalamnya termasuk sepeda motor listrik pertamanya, Live Wire, dengan maksud menemukan pelanggan baru di luar “paket pengendara tua”. Demi ini, Harley mengambil pinjaman berisiko.

Demi menjangkau pengendara baru yang berasal dari kalangan millennial yang umumnya kurang kaya, Harley-Davidson Inc. mengaku telah menggunakan dana pinjaman. Harley berharap, pembeli sepeda motor mereka menjadi lebih muda dan kurang kaya, dibanding kalangan generasi “baby boomer”; generasi sebelum millennial.

Upaya ini dilakukan untuk mengamankan bisnis mereka. “Kami mendukung rencana Harley-Davidson untuk menumbuhkan penunggang baru,” kata Larry Hund, presiden cabang pembiayaan Harley, dalam sebuah wawancara, dilansir laman Wall Street Journal (WSJ).

Strategi ini menurut laporan WSJ, menghadirkan risiko baru ketika Harley menarik lebih banyak pendapatannya dari pinjaman. Unit pembiayaan perusahaan menghasilkan lebih dari 40% dari pendapatan operasional tahun lalu, naik dari 28% pada 2012.

Laba di unit ini telah stabil karena pendapatan operasional keseluruhan menurun di masing-masing selama empat tahun terakhir. Saham Harley turun 16% selama setahun terakhir.

Postcomended   Nadiem Makarim Jadi Mendikbud, Begini Reaksi Kocak Warganet

Harley mengatakan dalam laporan tahunan terbarunya bahwa kerugian kredit dapat meningkat karena perusahaan meminjamkan lebih banyak pelanggan dengan kelayakan kredit yang lebih rendah. Persentase pelanggan yang terlambat membayar pinjamannya naik menjadi 3,7% pada kuartal pertama dari 3,3% setahun sebelumnya di AS meskipun pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pengangguran rendah.

Januari lalu, laman Fortune melaporkan bahwa Harley-Davidson sedang berjuang untuk tetap bertahan, dengan mengambinghitamkan penurunan penjualannya karena gaya hidup kaum Millenial yang berbeda dengan generasi orang-tuanya.

Sebuah survei terhadap 2.100 orang dewasa Amerika Serikat (AS) di atas usia 21 –dikutip dalam sebuah catatan yang diterbitkan oleh analis penelitian UBS Robin Farley, dan dilaporkan laman CNBC– menemukan perbedaan dalam cara orang muda berpikir tentang sepeda motor dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

Postcomended   Sudah "Hijrah", Caisar Terpaksa Joged Lagi demi Menolong Teman

Menurut survei tersebut, sementara generasi yang lebih tua membeli sepeda motor sebagai rekreasi, atau sebagai hobi, orang yang berusia antara 21 dan 34 akan mempertimbangkan untuk membeli sepeda motor untuk “kemudahan transportasi”; lebih ke alasan praktis daripada bergaya.

Rata-rata konsumen Harley-Davidson adalah pria yang sudah menikah di awal usia 50-an dengan pendapatan rumah tangga 90.000 dollar AS atau lebih tinggi, menurut CNBC. Di sisi lain, sebuah laporan oleh para ekonom di Federal Reserve menemukan bahwa, “Generasi Millenial kurang makmur daripada anggota generasi sebelumnya ketika mereka masih muda, dengan pendapatan yang lebih rendah, lebih sedikit aset, dan lebih sedikit kekayaan.”

Dalam upaya untuk menarik generasi pengendara baru, Harley-Davidson memperkenalkan sepeda motor listrik pertamanya, LiveWire, awal tahun ini (2019). Sepeda motor ini akan tersedia di dealer AS musim panas ini.***

Postcomended   Penjualan Mobil Amerika dan Eropa Rontok: Boss Cadillac Dipecat Mendadak

 


Share the knowledge

Leave a Reply