Internasional

Demi Keselamatan Anak-anak, Inggris Bakal Hapus Tombol “Like” di Medsos

Share the knowledge

 

Tombol "like" yang diduga membuat orang menghabiskan waktu lebih lama di media social, direncanakan untuk dilarang di Inggris (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=p_g0HxGE0nI)

Tombol “like” yang diduga membuat orang menghabiskan waktu lebih lama di media social, direncanakan untuk dilarang di Inggris (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=p_g0HxGE0nI)

Indonesia perlu mempertimbangkan untuk meniru Inggris. Demi keselamatan anak di bawah umur di internet, Inggris di bawah aturan baru berencana membuat terobosan penting, yakni akan melarang tombol “like” pada Instagram dan Facebook, serta “streaks” di Snapchat. 

Sebuah laporan baru dari Kantor Komisi Informasi Inggris (ICO) yang dilansir laman The Independent, menunjukkan bahwa fitur-fitur yang “mendorong” pengguna untuk terlibat dengan situs, harus dimatikan. Fitur-fitur tersebut dianggap mendorong anak-anak manteng lebih lama di internet sehingga dapat merusak kesejahteraan mereka.

Laporan ini juga menyebutkan bahwa fitur-fitur tersebut harus dilarang sepenuhnya di situs web yang tidak dapat memastikan apakah penggunanya berusia di bawah 18 tahun atau tidak. Aturan yang disarankan pada “like” dan “streaks” hanyalah salah satu dari berbagai perubahan luas cara kerja situs media sosial.

Postcomended   Sebagian Besar Aplikasi Antivirus di Play Store Tidak Melakukan Apa-apa

Namun rencana perubahan ini telah diserang oleh kritik yang menyebutkan aturan itu menggurui dan bisa berakhir dengan semua orang diperlakukan sebagai anak-anak.

Tolok Ukur Internasional

Rancangan peraturan yang memulai proses konsultasinya pada Senin (15/4/2019) dipuji sebagai tolok ukur internasional. Akan ada 16 standar yang harus dipenuhi oleh layanan online. Ini termasuk pengaturan yang harus diatur ke “privasi tinggi” secara default tanpa alasan kuat dan bahwa hanya jumlah minimum data pribadi yang harus dikumpulkan.

Komisaris Informasi, Elizabeth Denham, mengatakan: ini adalah (mengenai) generasi yang saling terhubung. Internet dan semua keajaibannya telah tertanam dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Postcomended   Selebgram AS Ditipu Scammer Mentah-mentah, Sempat Tiba di Jakarta untuk Suatu Proyek Fiktif

“Kita seharusnya tidak mencegah anak-anak kita untuk dapat menggunakannya, tetapi kita harus menuntut agar mereka dilindungi ketika mereka melakukannya. Rancangan ini akan melakukannya,” kata Denham.

Menyambut rancangan ini, The National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) mengatakan jejaring sosial telah “terus gagal memprioritaskan keselamatan anak dalam desain mereka” yang mengakibatkan “konsekuensi tragis”.

“Itulah sebabnya sangat penting kode ini mengharuskan anak-anak untuk diberikan pengaturan privasi tertinggi secara default dan memaksa perusahaan untuk bertindak demi kepentingan terbaik anak-anak,” kata kepala asosiasi amal untuk keamanan anak online, Andy Burrows.

Rancangan dari ICO ini kata Burrows, adalah paket tindakan yang sangat signifikan, tetapi harus berjalan seiring dengan pemerintah menindaklanjuti komitmennya untuk mengabadikan dalam undang-undang.***

Postcomended   Komputer Pendeteksi Tumor Ini Super Kecil, Bandingkan dengan Sebutir Beras

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top