Internasional

Demi Ngirit Waktu Melatih Anjing Polisi, Cina Mengkloning “Sherlock Holmes”

Share the knowledge

Kunxun (China Daily via REUTERS)

Kunxun (China Daily via REUTERS/Euronews)

Melatih anjing yang memiliki skill, pasti butuh waktu panjang dan melelahkan jiwa. Untuk memotong waktu itu, Cina yang kian “kreatif” telah mengembangkan cara agar waktu dan biaya yang digunakan melatih anjing-anjing polisi bisa dipangkas. Ini mungkin akan menjadi semacam “pabrik” anjing polisi.

Media pemerintah Cina melaporkan Rabu (20/3/2019) bahwa para ilmuwan di provinsi Yunnan, Cina barat daya, telah mengkloning apa yang mereka sebut “Sherlock Holmes of dogs” dalam program yang mereka harapkan akan membantu memangkas waktu pelatihan dan biaya untuk anjing polisi.

Tabloid milik pemerintah, Global Times, melaporkan, seperti diteruskan Reuters, anjing yang diberi nama Kunxun itu, dikloning dari anjing pelacak polisi oleh Perusahaan Bioteknologi Sinogene yang berpusat di Beijing dan Universitas Pertanian Yunnan, dengan dukungan dari Kementerian Keamanan Publik.

Postcomended   Satelit Ungkap "Pusaran Air Raksasa" yang Lebih Besar dari Perkiraan Ilmuwan

Wakil manajer umum perusahaan, Zhao Jianping, mengatakan kepada Global Times, Sinogene berharap akan memungkinkan mencapai “volume produksi” anjing-anjing polisi hasil kloning untuk secara signifikan mengurangi waktu pelatihan. Namun kata Zhao, tetap saja biaya cloning menjadi hambatan utama.

Kunxun, sekarang sudah berusia tiga bulan, akan menjalani pelatihan ekstensif dalam pendeteksian obat-obatan, pengendalian kerumunan, mencari bukti. Di masa ini akan terlihat apakah bakat anjing Sherlock Holmes akan  terbawa.

Jika berhasil, Kunxun diperkirakan akan menjadi anjing polisi yang lengkap ketika berusia sekitar 10 bulan, kata pejabat China Daily. Pelatihan reguler biasanya memakan waktu sekitar lima tahun dengan biaya sebanyak 500.000 yuan, tanpa jaminan kesuksesan, kata surat kabar itu, mengutip seorang pakar hewan di Universitas Pertanian Yunnan.

Postcomended   Daimler dan Geely Bangun Mobil Pintar untuk Dijual Mulai 2022

Koran itu tidak mengatakan berapa harga anjing yang dikloning. Kunxun lahir pada Desember 2018. Dia adalah salinan genetik seekor anjing berusia 7 tahun bernama Huahuangma.

Huahuangma, menurut Global Times seperti dikutip laman Futurism, pernah memenangkan penghargaan sebagai “anjing berjasa kelas satu” karena menyelidiki kasus-kasus pembunuhan. Tes menunjukkan DNA Kunxun 99,9% identik dengan Huahuangma.

Anjing kloning pertama di dunia diciptakan ilmuwan Korea Selatan pada 2005. Dua tahun kemudian negara itu mulai mempekerjakan anjing Labrador hasil kloning untuk mengendus obat-obatan untuk layanan bea cukai, kata China Daily.***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top