Penuhi Target Emisi Ferrari dan Aston Martin Terancam Denda Oto Detik Tidak Penuhi Target Emisi Ferrari dan Aston Martin Terancam Denda

Penuhi Target Emisi Ferrari dan Aston Martin Terancam Denda Oto Detik Tidak Penuhi Target Emisi Ferrari dan Aston Martin Terancam Denda

Satu produsen mobil besar di Eropa bisa dibuat bertekuk lutut oleh denda emisi karbondioksida. Kondisi ini memungkinkan para pembeli (buyers) Cina masuk dengan teknologi kendaraan listriknya sendiri. Kecemasan itu diungkapkan Boss Peugeot, PSA Group, Carlos Tavares, mengingat beberapa produsen mobil Eropa kini telah berbagi saham dengan produsen mobil Cina. Ini kata dia, akan menciptakan Kuda Troya Cina di Eropa.

Carlos Tavares, Ketua Managing Board of Groupe PSA, juga pemimpin kelompok lobi industri otomotif Eropa (ACEA), mengatakan, para pembuat kebijakan telah gagal mengantisipasi hal tersebut dari tujuan kesepakatan “European Union’s 2020 CO2”.

“Dampaknya sangat jelas. Ini akan menciptakan Kuda Troya Cina di Eropa,” kata Tavares pada sebuah acara industri yang diselenggarakan oleh majalah mobil Prancis Le Journal de l’Auto, Rabu (4/4/2018) malam.

Postcomended   Skizofrenia Dunia Maya

Latar belakang keluarnya komentar blak-blakan Tavares ini akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran yang lebih luas tentang meningkatnya proteksionisme di seluruh dunia.

Mereka juga menggarisbawahi kekhawatiran tentang pengaruh asing terhadap pabrikan, sektor pekerjaan, dan teknologi Eropa, yang telah meningkat sejak Geely, produsen mobil Cina, meraih 10 persen saham Daimler Jerman, Februari silam.

“Jika produsen mobil Eropa kehilangan target (CO2) dan bertekuk lutut akibat denda, itu (pembeli) tidak dapat diperoleh oleh produsen mobil Eropa besar (yang masih) murni, karena aturan antitrust,” kata Tavares, tanpa menyebut nama produsennya.

Hal itu, lanjutnya, akan menciptakan peluang bagi investor asing untuk membawa jenis teknologi yang diterapkan oleh otoritas Eropa; yang berarti (teknologi) kendaraan listrik. “Dan siapa pemimpin dalam elektrifikasi? Orang Cina,” tudingnya.

PSA yang berbasis di Paris, yang 12,2 persennya dimiliki Dongfeng Motor Corp dari Cina, telah mempercepat pengembangan kendaraan baru pada Opel dan Vauxhall setelah mengungkap apa yang disebut Tavares sebagai “masalah emisi CO2 tersembunyi” setelah akuisisi merek dari General Motors tahun lalu.

Postcomended   Penggemar Cemaskan Penampakan Terbaru Johnny Depp

Berkat investasi ekstra, kelompok itu mempertahankannya (dan) sekarang berada di jalur untuk mencapai sasaran CO2 rata-rata 95 gram per kilometer yang bertahap dari 2020-2021, didukung oleh ratusan juta euro dalam potensi denda untuk ketidakpatuhan. Rata-rata yang dimandatkan UE saat ini untuk mobil baru adalah 130 g/km.

Tavares menyerukan agar sanksi Uni Eropa ihwal emisi CO2 ditangguhkan hingga pemerintah meluncurkan jaringan pengisian mobil listrik yang memadai. Dia juga mengatakan bulan lalu dia berencana mengajukan proposal pada pertemuan ACEA yang berbasis di Brussels pada 7 Maret.

Pemerintahan Presiden Donald Trump minggu ini menggeser kebijakannya untuk memperlemah sasaran terhadap ekonomi bahan bakar AS yang sebelumnya disepakati untuk tahun 2022-25 sebagai tanggapan atas seruan revisi oleh pembuat mobil.

Postcomended   Proses Divestasi PT Freeport Indonesia Sudah di Tahap Akhir

PSA dan produsen mobil Eropa lainnya menghadapi penurunan penjualan model diesel hemat bahan bakar, sehingga lebih sulit untuk memenuhi target CO2 dan menghindari denda besar.

Share the knowledge