dreamstime.com

dreamstime.com


Penelitian Universitas Cambridge menemukan bagaimana dosis persaingan saudara yang sehat dapat bermanfaat bagi perkembangan mental dan emosional serta mengembangkan keterampilan sosial yang sangat penting. Berjudul “Toddlers Up”, proyek penelitian lima tahun ini melihat perkembangan kognitif dan sosial anak-anak antara usia 2-6 tahun.

Sebanyak 140 anak diamati dengan hasil yang mengejutkan. Penelitian mencatat bagaimana saudara kandung dapat memiliki dampak positif pada perkembangan awal seseorang, bahkan ketika ikatan itu bersifat temperamental (marah-marahan).

Meskipun persaingan saudara yang terus menerus dapat menyebabkan munculnya hubungan dan masalah perilaku di kemudian hari, bentuk yang lebih ringan dari persaingan bisa bermanfaat untuk memastikan perkembangan masa kecil yang sehat.

Temuan-temuan menarik ini kemudian ditulis dalam bentuk buku oleh Dr Claire Hughes, Wakil Direktur di Pusat Penelitian Keluarga Universitas Cambridge, Inggris, yang bergengsi.
Pemahaman Sosial dan Kehidupan Sosial menguraikan lebih lanjut tentang temuan proyek, termasuk alasan mengapa orang tua tidak boleh secara otomatis memaksa anak-anak yang bertikai untuk “berteman, berteman; jangan pernah, tidak pernah merusak pertemanan.”

Postcomended   Cegah Kanker Usus dengan Sayuran Krusiferus

Berbicara kepada The Guardian yang diteruskan laman Unilad, tentang bukunya, Hughes mengatakan: Semakin banyak saudara kandung yang agresif, dan semakin banyak mereka berdebat dan anak yang lebih tua menempatkan yang lebih muda ke bawah, semakin mereka mempelajari pelajaran kompleks tentang komunikasi dan seluk-beluk bahasa.

Dia menambahkan, semakin anak-anak saling kesal, semakin banyak mereka belajar tentang mengatur emosi mereka dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi emosi orang lain.
Semakin banyak nilai poin mereka, semakin banyak hal yang dapat memotivasi mereka untuk mencapainya.

Postcomended   Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia 2018 Versi Skytrax: Garuda Ada di...

Namun, garis tentu saja perlu ditarik ke satu titik, seperti yang dijelaskan oleh Hughes. Jika persaingan persaudaraan tidak terkendali, kata Hughes, itu bisa sangat negatif. Kekerasan terus-menerus, menurut Hughes, adalah prediktor kuat bahwa anak yang agresif akan menggertak rekan-rekan mereka.

“Saya tidak ingin menjadi wanita yang mengatakan bahwa baik jika anak-anak Anda saling membenci, tetapi orang tua mungkin mengambil semacam kenyamanan, ketika anak-anak mereka berkelahi, demi menemukan bahwa anak-anaknya belajar keterampilan dan kecerdasan sosial yang berharga yang akan mereka alami saat berada di luar rumah, dan ini juga berlaku untuk anak-anak lain.***

 

Share the knowledge