Internasional

Dengan Emosi Aktris “Baywatch” Ini Nyatakan Dukungan kepada Pendiri WikiLeaks

Share the knowledge

Pamela Anderson dan Jualian Assange (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lpqtF0zljZM)

Pamela Anderson dan Jualian Assange (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lpqtF0zljZM)

Dengan emosi, Aktris Pamela Anderson mengatakan kepada wartawan Selasa (7/5/2019) bahwa Julian Assange “layak mendapat dukungan”. Pernyataan itu disampaikan bintang “Baywatch” tersebut setelah mengunjungi Assange di penjara London.

Pendiri situs pembobol rahasia, WikiLeaks, dijatuhi hukuman 50 minggu penjara karena melewatkan jaminan pada 2012, ketika dia mencari suaka di Kedutaan Besar Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia dengan tuduhan serangan seksual.

Assange ditangkap di kedutaan tersebut pada pertengahan April 2019. Anderson menjalin persahabatan dengan Assange dan diketahui mengunjunginya beberapa kali di Kedutaan Besar Ekuador.

Setelah meninggalkan Penjara Belmarsh di London tenggara seusai mengunjungi Assange, dengan emosi Andersen mengatakan kepada wartawan bahwa pemenjaraan Assange akan menjadi pertarungan yang Panjang. “Dia pantas mendapatkan dukungan kita, dia membutuhkan dukungan kita,” kata aktris seksi ini, seperti dilansir laman ABC News, Rabu (8/5/2019).

Postcomended   Raja Thailand Menikahi "Bodyguard"-nya dalam Sebuah Upacara Rumit

Menurut Andersen, Assange telah berkorban begitu banyak untuk membawa kebenaran keluar dari tempat tersembunyi. “Hanya itu yang bisa saya katakan. Maaf, saya merasa sakit, saya merasa mual. ​​Kami di sini untuk menyelamatkan hidupnya,” katanya.

Anderson kemudian memposting catatan tulisan tangan di akun Twitter-nya, yang isinya memrotes penangkapan Assange seraya mengatakan si “pengungkap rahasia” ini tidak bersalah. “Julian Assange adalah orang yang paling tidak bersalah di dunia,” cuitnya.

Pemimpin Redaksi WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson, juga berbicara kepada wartawan, dengan mengatakan bahwa Assange “tahu bahwa dia tidak bersalah” dan (merasa) “bengkok tetapi tidak rusak”. “Dia tahu bahwa dia dianiaya karena fakta sederhana melakukan pekerjaan jurnalis,” kata Hrafnsson.

Spekulasi mengenai penangkapan Assange yang dramatis di London bulan lalu (April 2019) terus berputar. Presiden Ekuador, Lenin Moreno, mengatakan Assange dikeluarkan dari kedutaan setelah menggunakan kedutaan tersebut sebagai “pusat mata-mata” dan bertindak “tidak sopan dan agresif” terhadap staf. Baik Assange dan WikiLeaks menyangkal tuduhan Moreno ini.

Postcomended   Sekutu Barat Sepakati Pedoman Keamanan 5G untuk Tangkal Pengaruh Luar

Hanya beberapa jam setelah pihak berwenang di Inggris menangkapnya, Jaksa Federal Amerika Serikat (AS) segera membuka segel dakwaan “peretasan computer” terhadap Assange.

Mereka menuduh Assange melakukan konspirasi dengan mantan analis intelijen Angkatan Darat AS yang berubah menjadi “whistleblower” (pelapor), Chelsea “Bradley”Manning, untuk meretas komputer Departemen Pertahanan AS, Maret 2010; salah satu kompromi terbesar dari informasi rahasia dalam sejarah AS, menurut pejabat AS.

Pertarungan hukum yang panjang diperkirakan akan terjadi setelah Assange, seperti dilaporkan The Associated Press, mengatakan kepada satu pengadilan di London melalui videolink bahwa dia akan menentang ekstradisinya ke AS.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top