Internasional

Dengan Memunguti Sampah Kota, Miliarder ini Merasa Stabil

Miliarder macam Zhong Congrong mungkin harus dilestarikan bahkan dibudidayakan di Indonesia. Warga megapolis Cina, Chongqing, ini, sangat muak dengan sampah sehingga dia memutuskan untuk mengumpulkan sampah sendiri setiap hari selama 4 tahun terakhir. Namun Zhong juga merasa dengan “hobi” barunya ini dia menjadi pribadi yang stabil.

Dengan populasi lebih dari 30 juta, Chongqing sudah pasti sarat masalah sampah. Namun secara mental kota ini sedikit terobati dengan adanya pria 52 tahun yang dijuluki “jutawan pengumpul sampah” ini.

Saat dia memungut sampah di jalan setiap pagi, dengan mengenakan t-shirt oranye, Zhong terlihat seperti warga negara biasa lainnya. Tapi Zhong sebenarnya adalah seorang miliarder. Dia diketahui memiliki tiga perusahaan di Chongqing, dan berkeliling dengan Mercedes-Benz SUV.

Selama empat tahun terakhir, Zhong secara sukarela memunguti sampah di komunitas lokalnya, mengenakan t-shirt yang bertuliskan slogan lingkungan. Bahkan mobil-mobil yang diparkir di rumahnya memberitakan pesan ramah lingkungan.

Postcomended   Izin Hotel Alexis Diakhiri: Surga Ada di Lantai ke-7

Ketika ia melewati restoran, supermarket dan halte bus, ia memutar rekaman audio berisi slogan, seperti: “Tidak ada sampah di jalan, tidak ada sampah untuk generasi berikutnya.”

Berbicara kepada cqnews.net, Zhong mengatakan bahwa memungut sampah adalah hobi favoritnya, yang tidak hanya mengubahnya menjadi orang yang stabil tetapi juga meningkatkan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Tersentuh oleh Profesor Pemungut Sampah Pantai
Zhong awalnya termotivasi oleh orang asing yang ia temui di Sanya selama perjalanan keluarga ke Hainan pada 2015, yang mengambil sampah secara sukarela di pantai. Zhong menemukan bahwa orang asing berusia 70 tahun itu ternyata adalah mantan profesor dari Universitas Tsinghua, yang mulai memungut sampah setelah dia pensiun.

Postcomended   Dihadiri 6000 Wisman, Meriahnya Tahun Baru dan Optimisme Bintan di 2018

Pengusaha miliarder itu begitu tersentuh oleh lelaki tua itu, bahwa ketika dia kembali ke rumah dan melihat semua sampah di jalanan di komunitasnya, dia memutuskan untuk menjadi pemungut sampah sendiri.

“Saya tidak hanya mengambil sampah sendiri, tetapi juga memberitahu orang lain untuk melindungi lingkungan,” katanya. Dia juga membagikan 2.000 kaos berwarna oranye dengan slogan lingkungan kepada semua karyawannya.

Reaksi belum semuanya baik. Beberapa orang mengritik Zhong karena terlalu terbuka tentang tindakannya. Ini menurut Zhong membuatnya frustrasi. Namun dia mengatakan hal tersebut tidak akan membuatnya menyerah.

Bagaimanapun, ada yang mengapresiasi apa yang dilakukan Zhong. Pada 2016, dia diberi penghargaan “Orang-orang Terbaik di Cina” oleh Komisi Bimbingan Pusat Cina untuk Membangun Peradaban Spiritual.(***/chinaplus/ruptly)

Sumber foto: mothership.sg

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top