Dengan Rp 7,6 T, Indonesia Timur Bakal Bisa Mengakses Internet Kecepatan Tinggi

Nasional
Share the knowledge

Menkomnfo sedang menjelaskan tentang proyek internet kecepatan tinggi Palapa Ring. (gambar dari: kominfo.go.id)
Menkomnfo sedang menjelaskan tentang proyek internet kecepatan tinggi Palapa Ring. (gambar dari: kominfo.go.id)

Sejumlah daerah miskin di timur Indonesia termasuk wilayah bergolak Papua, diharapkan segera dapat mengakses internet berkecepatan tinggi. Ini sejalan dengan informasi bahwa Indonesia telah menyelesaikan langkah terakhir dari jaringan serat optik sepanjang 13.000 km.

Situs web pemerintah tentang kemitraan publik-swasta, seperti dikutip Reuters, menyebutkan, pemasangan kabel untuk mengangkut perangkat telekomunikasi ini, yang bergerak melalui darat dan di bawah laut, serta transmisi gelombang mikro dan menara telekomunikasi, menelan biaya 7,63 triliun rupiah.

Kaki terakhir dari proyek yang disebut Palapa Ring Timur ini, Reuters melaporkan, terdiri dari kabel sepanjang 6.878 km yang menghubungkan Papua, serta beberapa pulau di wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur, menurut pernyataan Sekretariat Kabinet.

Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan, proyek ini harus memberikan “rasa keadilan” bagi orang Indonesia yang tinggal di bagian timur negara itu, karena mereka akan dapat mengakses internet dengan kecepatan yang sama seperti orang lain di ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu, sebut Reuters, Senin (14/10/2019).

Postcomended   18 Maret dalam Sejarah: Izin Terbang Maskapai Adam Air Dicabut

Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proyek Palapa Ring Barat yang meliputi bagian barat negara itu pada Maret 2018, sementara pembangunan infrastruktur serupa di pusat Indonesia telah selesai awal tahun ini.

“Ini harus memperkuat perdagangan kami, menghubungkan produk-produk usaha kecil dan menengah ke jaringan nasional, bahkan global,” kata Jokowi dalam sebuah pernyataan, seraya menyebutkan proyek ini sebagai apa yang dimaksud selama ini sebagai “tol langit”.

Pada kesempatan itu, Jokowi berharap agar orang Indonesia tidak menggunakan internet untuk menyebarkan berita palsu dan kebencian. Jokowi tidak merujuk pada insiden tertentu, tetapi Papua, yang meliputi dua provinsi paling timur Indonesia, telah mengalami peningkatan dalam protes dan kerusuhan selama berminggu-minggu.

Postcomended   Lenovo Memperkenalkan Desktop Komersial Terkecil di Dunia untuk Membantu Transformasi Digital di Indonesia #beritahariini #thinkcentre

akibat peristiwa itu, tulis Reuters, pemerintah Indonesia sempat membatasi internet untuk sementara waktu sebagai tanggapan. Pasukan keamanan mengatakan, insiden paling mematikan, di mana 33 orang tewas di kota Wamena pada 23 September 2019, dipicu hoax tentang cemoohan rasis yang dilakukan guru terhadap siswanya.

Reuters menulis bahwa Papua adalah bekas koloni Belanda yang resmi dimasukkan ke Indonesia pada 1969, setelah pemilihan yang diperselisihkan oleh sekitar 1.025 pemimpin suku yang dipilih sendiri. Hasil plebisit kala itu diawasi dan disahkan oleh PBB.***


Share the knowledge

Leave a Reply