Farah Alhajeh had tried to avoid any upset in the interview by greeting both men and women by placing her hand over her heart (file image) ( iStock ) --via The Independent

Farah Alhajeh had tried to avoid any upset in the interview by greeting both men and women by placing her hand over her heart (file image) ( iStock ) –via The Independent

Perlawanan koalisi sayap kanan yang berkuasa di Denmark semakin meningkat untuk meminta agar jabat tangan menjadi bagian dari upacara naturalisasi kewarganegaraan. Hal ini sebagai sebuah kritik yang sengaja menarget Muslim, sementara beberapa di antaranya lebih suka menempatkan tangan di dada mereka, bukan karena alasan agama.

The Guardian melaporkan seperti diteruskan laman Time, beberapa walikota Denmark telah bersumpah untuk mengabaikannya jika langkah tersebut diloloskan di parlemen. “Tidak masuk akal menteri imigrasi menganggap ini hal penting untuk menghabis-habiskan waktu,” Kasper Ejsing Olesen, Wali Kota Kerteminde, mengatakan kepada The Guardian.

“Berjabat tangan tidak menunjukkan apakah Anda terintegrasi atau tidak,” tambahnya. Menurut sebuah jajak pendapat baru yang diterbitkan Kamis (20/9/2018), 52% dari mereka yang disurvei tidak setuju dengan aturan jabat tangan diwajibkan, tetapi wacana ini telah menjadi daya tarik di kalangan garis keras.

Postcomended   10 Oktober dalam Sejarah: Singapura Negara Pertama yang Terjun ke Jurang Resesi 2008

Beberapa insiden yang melibatkan migran Muslim yang menolak jabat tangan telah diputuskan tahun ini di Eropa, menurut The Guardian. Seorang wanita Aljazair ditolak kewarganegaraannya di Prancis tahun ini karena menolak berjabatan tangan dengan pejabat pria; keputusan yang didukung oleh pengadilan tertinggi negara itu.

Kejadian serupa di Swiss terkait kewarganegaraan terjadi pada sepasang Muslim Agustus lalu. Sementara itu seorang wanita di Swedia memenangkan kompensasi setelah calon majikan laki-lakinya memutuskan wawancara kerja setelah dia menolak menjabat tangannya.

“Jabat tangan adalah cara kita saling menyapa di Denmark,” kata Inger Støjberg, menteri imigrasi negara itu bulan ini. “Itu adalah cara kita menunjukkan rasa hormat satu sama lain di negara ini.”
Berjabat tangan merupakan bagian dari nilai-nilai kewarganegaraan yang lebih besar yang diajukan oleh parlemen, di mana para pelamar berjanji untuk menjunjung nilai-nilai Denmark dan hormat terhadap perwakilan pemerintah.

Postcomended   ISIS Kalah di Mosul: Malaysia Siaga Satu, Indonesia Lebih Tenang

“Paket itu termasuk upacara di mana Anda membuat pernyataan kesetiaan dan berjabat tangan,” kata Naser Khader, juru bicara partai konservatif, bulan ini.

Upaya melarang penolakan berjabat tangan, disebut sebagai kebijakan imigrasi garis keras Denmark lainnya yang semakin meningkat. Pada Januari, Denmark memperketat perbatasannya untuk membendung arus masuk migran. Juni, Denmark menjadi negara Eropa terakhir yang melarang burqa dan niqab.

Share the knowledge