Begitu Menpar Arief Yahya memviralkan Destinasi Digital, makin banyak yang berminat membuat atraksi zaman now itu. Terutama model pasar-pasar Genpi Generasi Pesona Indonesia yang heboh di mana-mana. 

“Silakan, daerah-daerah yang ingin membangun destinasi digital, ini terbuka, darimana saja, untuk menghidupkan atraksi wisatanya. Yang penting Instagramable, banyak spot foto, yang layak diposting di Instagram,” ujar Menpar Arief Yahya.

Sampai-sampai, Menpar Arief Yahya yang lama menon-aktifkan akun media sosialnya, kita menghidupkan satu akun lagi. Khusus Instagram, dengan nama @Menpar.AriefYahya untuk melihat perkembangan dan kehebohan #DestinasiDigital yang dibuat anak-anak muda millenial yang tergabung di GenPI.

Tetapi, siapa saja, dimana saja, terbuka untuk membuat destinasi yang separo dunia maya, separo dunia nyata itu. “Karena aktivitas anak-anak millenial itu lebih eksis di medsos ketimbang di dunia nyata. Ini yang sering saya sebut, esteem economy! Mereka butuh pengakuan di medsosnya,” ungkap Arief Yahya.

Mirip perempuan, kata dia, kalau mau makan pun, pertama yang dikeluarkan HP-nya, difoto-foto dulu. Lalu di posting di media sosial, baru makan. Apa saja yang ada di depan mata, dia posting. Jika banyak yang nge-like atau comments, atau bahkan merepost, maka gengsinya semakin naik. “Itulah esteem economy,” lanjut Menpar Arief Yahya.

Differentiatingnya, kata Arief Yahya, adalah destinasi digital yang mengutamakan dekorasi layak Instagram. Sedang, brandingnya atau lebih ke tagline nya adalah Kids Zaman Now.

Postcomended   Didukung 4G, iPhone 7 Supercopy ini Makin Mirip Aslinya

Minggu, 17 Desember 2017 nanti, pasar-pasar GenPI eksis lagi. Yakni, Pasar Karetan Semarang, Pasar Kaki Langit Jogja, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Baba Boentjit Palembang, Pasar Tahura Lampung, dan Pasar Mangrove Batam.

Pasar Mangrove di Kampung Terih juga terus menular. Kini giliran Komunitas PARI ( Penjelajah Alam Kepri ) yang akan menyulap hutan mangrove di Batam menjadi Pasar Rajungan di Festival Kampung Terih. Event berbasis pariwisata kekinian itu bakal hadir Minggu, 17 Desember 2017.

Dijamin keren. Lokasinya di Desa Wisata Kampung Terih di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Atraksinya paten. Kuliner dan kerajinan tangan khas Batam akan tersajikan di Pasar Rajungan, Festival Kampung Terih. Tari-tarian serta permainan rakyat pun gak ketinggalan.

Penasaran ya? Buruan deh kosongkan jadwal akhir pekan nanti. Siap-siap berhore ria di Pasar Ranjungan, Festival Kampung Terih.

“Yang mau hunting makanan khas Melayu silakan datang ke Pasar Rajungan, Festival Kampung Terih. Kulinernya dimasak langsung oleh warga sekitar. Lapak souvenir hasil kerajinan tangan warga, bahkan batik khas Melayu juga ada,” jelas Sunarsih, ketua PARI, Kamis (14/12).

Dari mulai cemilan sampai makanan laut siap mengoyang lidah. Dan yang pasti semuanya akan diolah dengan perpaduan bumbu tradisional yang menggugah selera.

“Masakan rumahan. Tapi dengan selara internasional. Yang pasti nikmat dan murah, gak bikin kantong bolong,” tutur Sunarsih.

Postcomended   TIME Memotret Wanita-wanita Tangguh untuk Sampulnya Hanya Menggunakan iPhone

Pengisi acaranya dijamin oke. Dari mulai tari Melayu, main layang-layang, main gasing sampai pesta lampion pun ada.

Yang unik, dalam pementasan seni tari, layang-layang dan gasing ini, para wisatawan juga diajak berinteraksi bersama. Semuanya akan diajak menari. Yang suka permainan tradisional, bisa ikutan atau mencoba memainkan layang-layang atau gasing.

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin bermain air laut, dapat langsung mandi ke pantai Kampung Terih. Viewnya, langsung ke Batam Centre dan Singapura.

“Tempat selfienya banyak. Yang pasti viewnya kece. Nyesel kalau gak selfie di sini. Sunsetnya bagus banget. Matahari tenggelam di pantai dengan background Batam Center,” tambah Sunarsih.

Penutupannya pun dijamin paten. Pesta lampion di pantai akan menjadi momen yang tak terlupakan di Pasar Rajungan, Festival Kampung Terih.

Kemenpar memang ikutan action mendukung acara tersebut. Tujuan Kemenpar jelas. Kemenpar ingin ambil bagian mempromosikan Kampung Terih sebagai salah satu unggulan pariwisata Batam. Salah satu unggulan Pasar Rajungan, Festival Kampung Terih ini adalah jembatan mangrove di dalam lokasi acara.

“Jembatan mangrove ini merupakan jembatan bakau yang terpanjang di Kota Batam. Panjangnya mencapai 200 meter. Di sepanjang jembatan mangrove ini adalah salah satu spot selfie terbaik di Batam ,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Pameran, Diana Tikupasang.

Postcomended   LIVE Diskusi Panel 3 dalam Rakornas Pariwisata III-2017

Esthy mempersilakan seluruh wisatawan yang datang untuk mencari angle terbaik. Membuatnya dengan cara kreatif. “Pasti keren. Silahkan posting di media sosial masing-masing. Dijamin bikin yang lain iri dan ingin datang juga,” ajak Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi semangat anak-anak muda Kepri dalam berkreasi.“Ini yang kita butuhkan. Generasi muda yang kreatif melihat potensi dan peluang. Konsepnya keren tanpa melupakan budaya. Itu sangat kreatif. Jadi tunggu apalagi? Selagi tiket pesawat murah ke Batam, yuk ke Batam,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Share the knowledge