daun

Buah pinang dipadu daun sirih ternyata bisa memicu kanker mulut (http://news.kuwaittimes.net/website/wp-content/uploads/2017/10/bettle-nut-2.jpg)

Kebiasaan mengunyah pinang yang diberi kapur dan dibungkus dauh sirih, ternyata juga dilakukan oleh warga di Cina. Namun rupanya di Cina muncul kasus para penikmat pinang sirih ini terjangkit penyakit kanker mulut. Hal ini disebabkan karena ada senyawa pada pinang yang bersifat karsinogen, bahkan tanpa diberi zat aditif lain pun.

Selama bertahun-tahun, Huang Sheng-yi, membantu memberi makan orang-orang Taiwan yang kecanduan pada pinang (betel nut). Mereka menanam ribuan pohon ini di ladangnya yang bergunung-gunung. Namun hari ini Huang telah menebang sebagian besar pohon-pohon itu.

Seriusnya dampak pinang bagi kesehatan warga, membuat pemerintah Cina memberi kemudahan bagi masyarakat untuk menanan sesuatu yang lain, sebagai bagian dari dorongan mengurangi ketersediaan biji pinang. Pinang merupakan stimulan sekaligus karsinogen (senyawa pemicu kanker) yang diketahui terkait dengan kanker mulut.

Tapi “kacang” berwarna hijau yang kerap dibungkus daun sirih dan dikunyah bersama jeruk nipis –untuk meningkatkan efek stimulan– ini, masih mudah didapatkan di kios pinggir jalan di seluruh pulau, serta dikunyah jutaan orang setiap hari.

Postcomended   Pemilik First Travel yang Ditangkap Pernah Mencengangkan Panggung New York Fashion Week

“Kemungkinan pengguna sirih yang mengembangkan kanker mulut mencapai 28 kali rata-rata orang,” sebut kementerian kesehatan. Chuang Li-chen, manajer proyek di Sunshine Social Welfare Foundation, sebuah LSM yang menawarkan layanan rehabilitasi untuk penderita kanker mulut, mengatakan, kebiasaan mengunyah sirih ini sudah mendarah daging di masyarakat.

Namun menurut data pemerintah, sejak sebuah penelitian tahun 2003 mengonfirmasikan pinang bersifat karsinogen, telah terjadi penurunan popularitas pinang secara bertahap, walaupun sekitar dua juta orang masih mengunyah kacangnya.

Pinang yang membuat gigi pengunyahnya menjadi merah, tetap populer di kalangan kelas pekerja, terutama pria. Mereka mengandalkan sifat stimulannya untuk mengatasi tekanan pada jam kerja manual dengan lebih baik.

Pemerintah Cina telah berupaya mengurangi jumlah pinang yang beredar di pasaran. Salah satu caranya yakni menyubsidi petani sebanyak 250 ribu dolar Taiwan (8.315 meter persegi) per hektar jika mereka beralih ke tanaman lain.

Huang sekarang menanam biji camellia; biji yang menghasilkan ekstrak yang dapat dimakan yang sering disamakan dengan minyak zaitun, di ladangnya di kota Lugu di daerah pusat Nantou.

Postcomended   Syahrini Tiga Minggu di Los Angeles Demi Pita Suara

Namun, pria 57 tahun ini mengatakan, banyak yang masih ragu melakukan lompatan tersebut, karena perlu dua tahun sebelum biji minyak kamelia bisa dipanen. Dan memang katanya, hanya dia yang bisa bertahan karena dia memiliki pendapatan sampingan berupa bisnis teh jenis lainnya.

“Petani enggan karena mengelola tanaman baru jauh lebih sulit,” katanya kepada AFP. “Perlu ada panduan dan insentif yang lebih besar untuk benar-benar membuat perubahan.”

Sirih telah menjadi bagian dari budaya asli Cina-Taiwan selama ribuan tahun, yang digunakan dalam upacara dan ritual. Pada puncak popularitasnya, ia dikenal sebagai “emas hijau” karena merupakan tanaman yang menguntungkan sehingga banyak yang mengandalkan pinang untuk penghidupan mereka.

Chen Yung yang kehilangan rahang kirinya akibat kanker mulut yang disebabkan lebiasaannya mengunyaj pinang sirih dan kapur (http://news.kuwaittimes.net/website/wp-content/uploads/2017/10/bettle-nut.jpg)

Mantan pecandu Chen Yung (53) mengatakan, orang lain mengunyahnya bertahun-tahun dan tidak terjadi apa-apa pada mereka. Namun Chen tak seberuntung orang lain itu. Tiga tahun lalu dia melakukan operasi pengangkatan tumor yang mengambil sepotong rahang kanannya.

Chen mengatakan, bahwa mengunyah pinang berfungsi sebagai pelumas sosial di antara rekan kerja. “Di daerah perdesaan, buah pinang seperti buah pada umumnya. Kami tidak memiliki konsep bahwa itu buruk bagi kami,” katanya kepada AFP.

Postcomended   Waspadalah, Telur Ayam Kampung Banyak Diaspalkan

Dijelaskan Chuang, penyakit ini bisa memakan waktu 10-20 tahun untuk berkembang. Akibatnya banyak orang tidak menyadarinya sampai terlambat.

Hanya sekitar setengah dari populasi, lanjut Chuang, yang menyadari fakta bahwa pinang langsung menginduksi kanker, bahkan tanpa zat aditif lainnya.***