Ekonomi

Jack Ma Bakal Buka-bukaan Ihwal Suksesinya di Alibaba

Jack Ma has hinted that he was ready to leave Alibaba --Sean Gallup/Getty Images

Jack Ma telah mengisyaratkan bahwa dia siap untuk meninggalkan Alibaba (kredit: Sean Gallup/Getty Images)

Di usianya yang menginjak ke-54, Pimpinan Alibaba Group, Jack Ma, berencana pensiun mulai Senin (10/9/2018) besok; yang merupakan hari kelahirannya. Ma berniat ingin seperti boss Microsoft, Bill Gates, yang kini fokus pada aksi filantrofi, selain juga ingin kembali menjadi guru seperti pada masa sebelum suksesnya.

Jack Ma berencana untuk pensiun mulai Senin (10/9/2018). South China Morning Post, surat kabar Hong Kong yang dimiliki oleh Alibaba, seperti dilansir Bloomberg, menyebutkan bahwa Ma akan mengungkap rencana suksesinya itu pada hari yang bertepatan dengan ulang tahunnya ke-54 tersebut.

Kepada Bloomberg, seperti diteruskan Forbes, Ma mengisyaratkan minatnya untuk kembali mengajar dalam wawancara awal pekan ini. “Saya pikir suatu hari, dan segera, saya akan kembali mengajar,” ujar mantan guru bahasa Inggris ini.

Dalam satu wawancara dengan Bloomberg TV, Jumat (7/9/2018), ia berencana mendedikasikan lebih banyak waktunya untuk filantropi –mengikuti jejak Bill Gates– yang berfokus pada pendidikan, dan kembali ke dunia mengajar; cinta pertamanya sebelum memulai kerajaan e-commerce. Demi itu, dia bahkan telah mendirikan suatu yayasan atas namanya sendiri.

Postcomended   Facebook “Menyerah” Bangun Pemancar Internet Super ke Seluruh Dunia #FacebookDown

Ma adalah salah satu orang terkaya di Cina dengan kekayaan yang diperkirakan oleh Forbes bernilai 37 miliar dollar AS (sekitar Rp 500 triliun). Dikutip dari laman Forbes, Ma memulai bisnis dalam suasana yang telah sangat berubah sejak Alibaba didirikan pada 1999.

Kini, Cina adalah negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan merupakan rumah bagi salah satu kelompok terbesar pengguna internet dan ponsel. Ini membantu Alibaba yang terdaftar di New York untuk memperluas pendapatannya dan meningkatkan kapitalisasi pasarnya menjadi 418  miliar dollar (sekitar Rp 5.800 triliun).

Pertumbuhan mengejutkan Alibaba juga telah membantu menjadikan kota kelahirannya di Cina timur Hangzhou sebagai sarang awal teknologi; semacam Silicon Valley-nya Cina. Di bawah Ketua Partai Komunis saat ini, Xi Jinping, bagaimanapun, Cina telah menjadi kekuatan teknologi yang semakin agresif dan pesaing tangguh militer Amerika Serikat (AS).

Postcomended   Dongkrak Rupiah, Tahir "Take Profit" Senilai Rp 2 Triliun

Saling balas tarif yang meningkat telah membawa hubungan yang memburuk antara kedua pusat ekonomi dunia ini yang mendorong patokan indeks saham Cina turun seperempatnya sejak pertengahan Januari 2018.

Saham Tencent, perusahaan pesaing Alibaba pimpinan  miliarder Ma Huateng yang diperdagangkan di Hong Kong, telah jatuh sepertiga sejak awal tahun ini (2018). Alibaba sendiri telah kehilangan 23% dari nilai mereka sejak pertengahan Juni dan ditutup pada level terendah dalam lebih dari setahun Jumat (7/9/2018) lalu.

Dilaporkan Forbes,  pembatasan Beijing yang mengakar pada akses pasar bagi perusahaan-perusahaan asing dan kebijakan industri yang ditargetkan di bawah sistem ekonomi yang digambarkan sebagai “sosialisme dengan karakteristik Cina” telah semakin dikritik oleh eksekutif bisnis Barat yang secara pribadi mengejek dukungan pemerintah Cina untuk “perdagangan bebas”.

Di sisi lain, para eksekutif Cina swasta mengeluh tentang kebijakan ekonomi Cina yang condong pada perusahaan-perusahaan milik negara.

Postcomended   Ngeri! Satu Ton Sabu Diselundupkan dari Cina ke Anyer

Alibaba telah bermetamorfosis dari hari-hari awalnya sebagai platform e-commerce khusus menjadi bisnis dengan diversifikasi usaha terkemuka di bidang keuangan, logistik, kesehatan, dan hiburan. Ma mengundurkan diri sebagai CEO pada 2013, dan kini memercayakannya pada Danial Zhang.***

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top