http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2017/08/11/18/432C38AA00000578-4782690-image-a-79_1502472244955.jpg

Kim Jong Un mendadak agak di atas angin. Dia berada bersama dunia yang mengecam Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal beberapa jam sebelum pernyataan Trump itu, diktator Korea Utara (Korut) ini sempat dibikin keder oleh latihan perang Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel)0 yang menggelar parade udara yang melibatkan pesawat pembom AS. Situasi ini dimanfaatkan pihak Korut untuk mengejek Trump dengan menyebutnya “orangtua pikun dan bermental gila”.

Dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip Korean Central News Agency(KCNA), menyebutkan, “Menimbang fakta bahwa lansia pikun yang bermental gila ini menyerukan kehancuran total terhadap sebuah negara berdaulat di PBB, aksi ini tidak begitu mengejutkan.”

Pernyataan itu disampaikan dalam bahasa Inggris dengan menggunakan istilah “dottard” yang artinya orang tua yang pikun dan lemah. Sebutan ini pernah digunakan juga beberapa bulan silam untuk membalas ejekan Trump saat pidato di PBB yang menyebut Kim “manusia roket”

Postcomended   22 September dalam Sejarah: Perang Iran-Iraq Meletus, Membuat Mereka Menjadi Abu

Langkah ini, demikian pernyataan Korut tersebut, jelas menunjukkan kepada seluruh dunia, siapa si penghancur keamanan dan perdamaian dunia, siapa si pria berbahaya di komunitas internasional.

Korut lalu menekankan dukungan dan solidaritas untuk warga Palestina dan warga Arab yang berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka yang sah.

Seperti diketahui, pada 6 Desember lalu, Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, mengatakan, sudah saatnya mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel; Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung,” ujar Trump.

Trump dan Kim beberapa bulan terakhir ini –seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara tersebut terkait ancaman nuklir Korut– sering terlibat perang kata-kata dan saling mengejek baik melalui saluran resmi maupun media sosial.

Sementara itu, sejak 4 Desember 2017, AS dan Korsel menggelar latihan militer udara berskala besar. Pada 6 Desember, pesawat pembom AS dan sejumlah jet tempur terbang di atas Semenanjung Korea membentuk formasi “V”.

Postcomended   4 September dalam Sejarah: Page dan Brin Mendirikan "Mbah Google"

Sumber resmi dari kedua Korsel dan juga AS mengatakan bahwa latihan perang ini menjadi pertanda kemungkinan perang bisa berkembang.(***/afp/detikcom/cnn/bbc)

Share the knowledge