Designer Dian Pelangi in New York (https://www.theguardian.com/fashion/2017/sep/08/hijab-is-beautiful-designers-challenge-trump-at-new-york-fashion-week)

Anniesa Hasibuan boleh masuk sel, namun panggung New York Fashion Week (NYFW) tahun ini melanjutkan keterpesonaanya terhadap rancangan busana muslim perancang asal Indonesia. Sesi peragaan koleksi pakaian muslim di ajang NYFW 2017 diisi oleh koleksi busana muslim milik perancang Dian Pelangi, dan lima perancang lainnya termasuk Vivi Zubedi.

Media Inggris, The Guardian, dengan judul “Hijab is Beautiful: Designers Challenge Trump at New York Fashion week” memberitakan bahwa jilbab dan abaya telah mengambil alih panggung di landasan pacu NYFW saat perancang Indonesia memulai pekan mode yang semakin beragam dengan harapan dapat mengubah prasangka Barat.

“Kami (kaum muslim) tidak tertindas. Kami hanya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami masih bisa cantik dan bergaya dengan jilbab kami,” kata Dian Pelangi (26), perancang dengan 4,8 juta pengikut di Instagram. Dian adalah satu dari lima perancang Indonesia yang mempresentasikan koleksi di acara tersebut di Chelsea pada hari pertama pekan mode kelas dunia itu.

A model wearing a Dian Pelangi creation at the Indonesian Diversity fashion show in New York.

https://www.theguardian.com/fashion/2017/sep/08/hijab-is-beautiful-designers-challenge-trump-at-new-york-fashion-week

Pada NYFW tahun lalu, Anniesa Hasibuan pernah mencengangkan jagat busana dunia dengan menampilkan koleksi busana muslim yang tak terduga bisa begitu menawan, khususnya bagi kalangan di luar muslim.

Postcomended   Apple Membatalkan Besar-besaran Spesifikasi iPhone 8 yang Kadung Beredar

Saat itu Anniesa pun bak menantang sikap Presiden AS, Donald Trump, yang anti Islam dan anti imigran. Waktu itu, perempuan yang kini mendekam di bui gara-gara kasus penipuan agen perjalanan umrah First Travel ini, menggunakan peragawati-peragawati imigran untuk memamerkan karyanya.

Pada NYFW 2017, Dian adalah seorang dari lima perancang yang masuk dalam kategori “fesyen sederhana”, dalam hal ini dirancang khusus untuk wanita muslim makmur, modern, dan religius.

Perancang lainnya, Vivi Zubedi (30) juga membuat debutnya di NYFW. Vivi bahkan terang-terangan mengungkapkan merasa tergerak untuk datang antara lain karena Donald Trump yang berusaha membatasi imigrasi dari negara-negara mayoritas muslim tertentu.

Photograph: Brian Ach (https://www.theguardian.com/fashion/2017/sep/08/hijab-is-beautiful-designers-challenge-trump-at-new-york-fashion-week)

“Pak Presiden, saya mencintai negara Anda dan juga saya mencintai orang-orang Anda, dan kami tidak akan (melakukan) apapun kepada Anda atau orang-orang Anda. Kami semua sama, ini tentang kemanusiaan,” kata perancang berbasis di Jakarta ini.

Postcomended   Daftar Pemenang Emmy Awards 2017: Nama-nama Lama Hollywood Bermunculan

Koleksi Dian yang elegan adalah kehebohan material kain Indonesia yang penuh warna. Batik dan motif teknik tie dye membalut tubuh wanita dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan rok panjang, celana panjang, jaket longgar, dan aneka brukat.

Para model menutupi rambut mereka dengan syal hingga bagian bawah “headpieces” yang terinspirasi gaya Eropa abad pertengahan. Dian mengatakan, inspirasi datang dari buku laris “Manusia New York” karya fotografer AS, Brandon Stanton, yang mendokumentasikan keragaman 8,5 juta orang yang tinggal di kota tersebut.

Penampilan Zubedi lebih konservatif dengan menampilkan koleksi andalannya berupa abaya hitam; pakaian dengan bagian tangan lepas menggantung, yang siap diadopsi oleh wanita muslim di Arab Saudi maupun oleh perempuan-perempuan yang menerapkan busana muslim syariah di banyak negara lain.

Postcomended   Ditolak Bicara di Kampus Unla, Nurul Arifin: Ini Pelecehan Intelektual

 

The Guardian menulis, pertunjukan yang mengambil tema “Indonesia Diversity” ini berlangsung setahun setelah Anniesa Hasibuan mencengangkan panggung NYFW 2016 dengan menampilkan model yang mengenakan jilbab.***