Internasional

Dibayangi Isu HAM, Boyband Korea yang Sedang Hit Bakal Gelar Konser di Saudi

Share the knowledge

Tujuh personel BTS sedang beraksi. Mereka adalah: V, J-Hope, RM, Jin, Jimin, Jungkook, dan Suga (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=eRkpkveBWyo)

Tujuh personel BTS sedang beraksi. Mereka adalah: V, J-Hope, RM, Jin, Jimin, Jungkook, dan Suga (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=eRkpkveBWyo)

Grup boyband Korea Selatan yang sedang ngetop sedunia, BTS, berencana menggelar konser di Arab Saudi. Mereka disebut grup musik asing pertama yang menembus panggung hiburan negara yang menerapkan hukum Islam secara ketat ini. Namun pro kontra membuncah.

Grup K-pop kependekan dari “Bangtan Sonyeondan” ini, akan menggelar tur bertajuk “Love Yourself: Speak Yourself” ke Arab Saudi pada musim gugur yang akan datang. Mereka, menurut situs web mereka seperti dilansir The Entertainment Weekly, akan tampil di Stadion Internasional King Fahd di ibu kota Riyadh pada 11 Oktober 2019.

Keputusan grup band beranggotakan tujuh personel ini untuk bermain di Saudi telah memicu reaksi beragam di media sosial, dengan beberapa penggemar mengeluhkan isu band tersebut (sempat) tidak boleh bermain di negara itu karena catatan hak asasi manusianya yang buruk.

Seorang pengguna Twitter misalnya menunjukkan bahwa BTS telah bekerja sama dengan PBB dan seharusnya telah diketahui dengan lebih baik. Yang lainnya mengatakan, band ini bermain untuk rakyat, bukan pemerintah mereka. Beberapa juga menyebut konser sebagai langkah maju yang positif bagi Arab Saudi.

Postcomended   Minyak Habis, Arab Saudi Berniat Menjadi Negara Islam Moderat

Berita itu muncul setelah penyanyi berpenampilan erotis, Nicki Minaj, mengumumkan pada 9 Juli 2019, bahwa dia menarik diri dari tampil di Saudi menyusul kritik publik. Pada 5 Juli, Yayasan Hak Asasi Manusia (HAM) menerbitkan surat terbuka yang meminta rapper wanita ini untuk meninggalkan Jeddah World Fest di negara itu, suatu acara yang didanai Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS).

“Sejak berkuasa pada 2017, MBS telah mempelopori tindakan keras terhadap hak asasi manusia, terutama para wanita yang tinggal di Kerajaannya,” tulis presiden dan pendiri HRF Thor Halvorssen.

“Jika Anda bergerak maju dengan kinerja seperti ini, Anda akan (diam-diam) memaafkan, dan melayani kebutuhan hubungan masyarakat dari suatu pemerintah yang telah mengeksekusi kaum homoseksual untuk suatu ‘kejahatan’ hanya karena mereka menjadi diri mereka sendiri.”

Tiga bulan yang lalu, lima pria gay dilaporkan menjalani hukuman pancung setelah mereka mengaku melakukan kejahatan di bawah penyiksaan. Sejumlah negara di Timur Tengah masih menganggap LGBT sebagai pelanggaran. Lima negara di kawasan ini bahkan menerapkan hukuman mati bagi para pelakunya, selain Saudi, juga Yaman, Sudan, Iran, dan Mauritania.

Postcomended   Aktris Rachel Weisz Akan Memiliki Bayi di Usianya yang ke-48

Menyinggung Yahudi dan Jepang 

Ihwal catatan buruk hak asasi manusia oleh BTS, pada akhir tahun lalu, Simon Wiesenthal Center (SWC), organisasi hak asasi manusia Yahudi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengeluarkan pernyataan yang mencela boy band tersebut.

Dikutip dari laman The Thaiger, SWC mengamati bahwa anggota BTS pernah mengenakan topi dengan logo yang mirip dengan simbol Nazi dan mengibarkan bendera seperti Nazi di sebuah konser di masa lalu.

“Hasilnya adalah generasi muda di Korea dan di seluruh dunia lebih cenderung mengidentifikasi kefanatikan dan intoleransi sebagai ‘keren’ dan membantu menghapus pelajaran sejarah. Manajemen grup ini, tidak hanya pemain depan, harus meminta maaf kepada publik,” kata pernyataan itu.

Tak hanya terkait Yahudi, grup boy band ini juga pernah bermasalah dengan Jepang karena salah seorang anggotanya mengenakan kaos bergambar ledakan nuklir di Hiroshima. Menurut kantor berita AFP, manajemen BTS telah meminta maaf setelah kontroversi muncul di pasar Jepang yang menguntungkan.

Postcomended   Sensor Laser Mobil Swakemudi Uber yang Tabrak Seorang Pedestrian Hingga Tewas, Diduga Dikurangi

Boyband yang anggotanya semuanya berusia 20-an ini, telah mencapai sukses besar di seluruh dunia dengan gerakan tarian yang dipoles, beragam musik produksi mereka sendiri, lagu-lagu orisinal, dan topik musik yang jujur yang menarik bagi para penonton muda mereka.

Dalam 12 bulan terakhir mereka telah memecahkan rekor lalu lintas di YouTube dan mengumpulkan banyak penghargaan, termasuk American Music Awards selama dua tahun terakhir.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top