Dibelit Skandal Asusila dan Keuangan, Hadiah Nobel Sastra 2018 Ditangguhkan

Internasional
Share the knowledge

Para Peraih Hadiah Nobel tahun 2017 | Rosyid Adrianto's Blog Rosyid Adrianto - WordPress.com
Para Peraih Hadiah Nobel tahun 2017 | Rosyid Adrianto’s Blog Rosyid Adrianto – WordPress.com

Hanya dua peristiwa yang sejauh ini bisa menghentikan pemberian hadiah Nobel bidang sastra: Perang Dunia (PD) II, dan skandal seksual dan keuangan yang menggemparkan lembaga pemberi hadiah bergengsi tersebut April lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, enam anggotanya telah mengundurkan diri.

Skandal tersebut mencapai jantung lembaga yang dihormati secara global ini, dan berakar di sebuah negara yang model kesetaraan jendernya dipuji, yang telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh dunia.

Lembaga yang memberikan Hadiah Nobel Sastra ini, yakni Akademi Swedia, terperosok dalam skandal seksual dan keuangan yang sangat dalam. Akibatnya, penyerahan hadiah untuk 2018 ditunda untuk pertama kalinya sejak lebih dari tujuh dekade lalu, yakni saat PD II meletus pada 1943.

Dalam beberapa minggu terakhir, enam anggota Akademi Swedia –salah satu badan budaya paling dihormati di Swedia– telah mengundurkan diri, termasuk kepala lembaga tersebut, Sara Danius.
Penarikan diri tiba-tiba ini berpotensi menimbulkan bencana bagi akademi berusia 230 tahun itu, yang anggotanya dipilih melalui pemungutan suara rahasia, harus disetujui oleh Raja, dan secara tradisional mempertahankan posisi mereka seumur hidup.

Dengan hanya 10 anggota aktif yang tersisa, kelompok ini dijadwalkan bertemu Kamis (3/4/2018) ini, untuk membahas nasib hadiah sastra tahun ini, meskipun secara historis 12 anggota telah diminta untuk kuorum. Pada 1943, ketika untuk pertama kalinya hadiah Nobel Saastra ditunda, bertepatan dengan puncak PD II, dimana Nazi menguasai sebagian besar benua Eropa.

Kali ini, krisis berpusat pada Jean-Claude Arnault, seorang fotografer Perancis dan suami penyair Katarina Frostenson, salah satu dari enam anggota akademi yang mengundurkan diri. Arnault, seorang tokoh budaya terkemuka di Swedia, harus menghadapi beberapa tuduhan kasus pelecehan seksual. Skandal ini pertama kali dilaporkan surat kabar Swedia, Dagens Nyheter, akhir 2017.

Postcomended   22 Agustus dalam Sejarah: Orang Yahudi Pertama Injakkan Kaki di AS

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim lewat email kepada CNN, pengacara Arnault, Bjorn Hurtig, mengatakan, kliennya menyangkal semua tuduhan itu. Di sisi lain, Akademi juga mendapat kecaman karena melanggar peraturan konflik kepentingannya sendiri dengan menyediakan dana untuk Forum Kulturplats, pusat budaya yang dijalankan oleh Arnault dan Frostenson.

November lalu, ketika gerakan #MeToo memperoleh momentum, 18 wanita maju untuk menuduh seorang pria, yang kemudian diidentifikasi sebagai Arnault, atas berbagai perilaku seksual yang salah antara 1996-2017. Dua dari 18 wanita tersebut, Gabriella Hakansson dan Elise Karlsson, membicarakan tentang merekam (sesuatu). CNN belum secara independen memverifikasi klaim keduanya.

Hari berikutnya, sekretaris tetap Akademi, Sara Danius, mengatakan, lembaga itu telah memutuskan semua hubungan dengan Arnault dengan mempertimbangkan dugaan yang dilaporkan dan klaim tambahan bahwa beberapa staf akademi dan anggota keluarga telah mengalami “keintiman yang tidak diinginkan” di tangan Arnault.

 

Pada 23 November 2017, Sara Danius mengatakan kepada media bahwa Akademi telah memutuskan hubungan dengan Arnault. Penyelidikan independen yang dilakukan firma hukum Swedia dalam bulan-bulan berikutnya menemukan bahwa aturan keuangan telah dilanggar dalam pendanaan forum budaya Arnault dan mengungkapkan bahwa “perilaku yang tidak dapat diterima oleh (Arnault) dalam bentuk keintiman yang tidak diinginkan, memang telah terjadi, tetapi pengetahuannya tidak tersebar luas di Akademi.”

Tetapi tim pengacara juga menemukan bahwa akademi telah menerima surat pada 1996 yang menguraikan dugaan serangan seksual di forum budaya Arnault, yang menunjukkan bahwa November bukan pertama kalinya Akademi menyadari bahwa nama fotografer telah terkait dengan skandal ini. Dalam pernyataannya, organisasi itu mengatakan “sangat menyesalkan bahwa surat itu ditangguhkan dan tidak ada tindakan yang diambil untuk menyelidiki tuduhan itu.”

Postcomended   2 Agustus dalam Sejarah: Ketika Saddam Husein Menekuk Kuwait dan Memberi Alasan AS Menjatuhkannya

Ebba Witt-Brattstroem, mantan istri Horace Engdahl, sekretaris permanen akademi 1999-2009 dan saat ini anggota Komite Nobel untuk Sastra, juga telah meragukan klaim bahwa anggotanya sebagian besar tidak menyadari dugaan pelanggaran yang dilakukan Arnault. “Itu sangat terkenal di seluruh bidang budaya. Orang-orang tahu bahwa wanita muda tidak seharusnya mendekati dia (Arnault).”

Witt-Brattstroem juga salah satu dari beberapa orang yang menuduh bahwa Arnault menyentuh Putri Mahkota Swedia, Victoria, dengan tidak semestinya di acara Akademi Swedia lebih dari satu dekade yang lalu, sebuah tuduhan yang dibantah Arnault.
Putri Makota Dilecehkan

Witt-Brattstroem mengatakan kepada CNN bahwa insiden diduga terjadi pada Desember 2004. Anggota akademi dan keluarga kerajaan melakukan acara makan bersama setelah pertemuan publik tahunan akademi dan sedang berbicara tentang minuman ketika Witt-Brattstroem mengklaim dia melihat Arnault membelai (bagian) belakang Putri Mahkota, yang dia katakan berdiri di sampingnya saat itu.

Dia juga mengklaim bahwa kemudian suaminya dan pemimpin Akademi Swedia, Horace Engdahl, berdiri di dekatnya dan menyaksikan insiden itu, tapi Engdahl menyangkal. Witt-Brattstroem juga mengklaim Engdahl kemudian diminta keluarga kerajaan untuk memastikan Putri Mahkota “tidak pernah berada di ruangan yang sama dengan Arnault” pada acara Akademi yang sama pada bulan Desember 2006.

Tuduhan itu memiliki efek melumpuhkan pada reputasi Akademi, salah satu lembaga paling bergengsi di Swedia. “Saya tidak yakin bahwa memberikan Hadiah Nobel tahun ini memungkinkan,” kata Witt-Brattstroem. “Saya tidak tahu apakah seorang penulis bahkan akan mempertimbangkan untuk menerima hadiah dari organisasi ini sekarang.”

Postcomended   Presiden Mesir yang Dikudeta pada 2013, Pingsan di Pengadilan lalu Meninggal

Pada 11 April, Raja Gustaf, pendiri Akademi pada 1786, melakukan intervensi. “Kontroversi yang muncul di Akademi Swedia sangat disayangkan dan berisiko merusak pekerjaan penting yang dilakukan oleh akademi,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Tujuh hari kemudian, di tengah krisis yang mengguncang, ia mengumumkan niatnya mengubah peraturan Akademi – yang berlaku sejak 1786 – yang memungkinkan anggota untuk mengundurkan diri. Tidak jelas kapan itu bisa berpengaruh.

Tetapi mereka yang telah mengundurkan diri melakukannya karena alasan yang sangat berbeda, mengungkapkan adanya keretakan dalam di dalam kelompok. Pada awal April, tiga anggota dilaporkan mengundurkan diri sebagai protes bahwa Frostenson, istri Arnault, belum dikeluarkan dari lembaga itu.***


Share the knowledge

Leave a Reply