Internasional

Dicekik, Dimutilasi, namun Keberadaan Tubuhnya Tetap Misteri

Share the knowledge

Seorang demonstran berpakaian seperti Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (C) dengan darah di tangannya protes di luar kedutaan Saudi di Washington, DC, pada 8 Oktober 2018. (Foto AFP)

Seorang demonstran berpakaian seperti Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (C) dengan darah di tangannya protes di luar kedutaan Saudi di Washington, DC, pada 8 Oktober 2018. (Foto AFP)

Jaksa agung Turki, Rabu (31/10/2018) memberikan uraian paling rinci tentang bagaimana wartawan Jamal Khashoggi terbunuh. Dikatakan bahwa agen-agen Saudi mencekiknya segera setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul dan kemudian memotong-motong tubuhnya. Yang kini tetap menjadi pertanyaan, kemana potongan-potongan tubuhnya itu?

Seorang pejabat senior Turki mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pihak berwenang Turki sedang mengejar sebuah teori bahwa tubuh Khashoggi dihancurkan oleh cairan asam di tanah Konsulat Saudi atau di kediaman terdekat Konsul Jenderal Saudi. Pejabat itu mengatakan, bukti biologis yang ditemukan di konsulat mendukung teori bahwa tubuh Khashoggi dibuang dekat tempat dia dibunuh dan dipotong-potong.

“Tubuh Khashoggi tidak perlu dikubur,” kata pejabat itu, yang tidak bersedia disebutkan identitasnya sehubungan penyelidikan ini bersifat sensitif, dilansir CNN. Di sisi lain, para pejabat Saudi sekarang telah mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat pada 2 Oktober, namun kata mereka, para penyerangnya memberikan jasad Khashoggi kepada “kolaborator lokal” untuk dibuang.

Pejabat senior Turki itu mengatakan para penyelidik Turki tidak percaya ada sosok semacam kolaborator lokal. Pejabat senior Turki lainnya mengatakan bahwa penuntut utama Arab Saudi, Saud al-Mojeb, yang menyelesaikan kunjungan tiga hari ke Istanbul, Rabu (31/10/2018), tidak memberikan informasi ihwal lokasi tubuh Khashoggi atau mengidentifikasi adanya “kolaborator lokal.”

Sejak Mojeb tiba di Turki, Senin (29/1/2018), kata pejabat tersebut, para pejabat Saudi tampaknya lebih tertarik mencari tahu apa bukti yang dimiliki Turki mengenai para pelaku (pembunuhan). “Kami tidak mendapat kesan bahwa mereka tertarik untuk bekerja sama dengan penyelidikan,” ujarnya.

Jaksa Turki, Irfan Fidan, mengeluarkan deskripsi publik tentang pembunuhan itu tak lama setelah Mojeb meninggalkan Istanbul, di tengah meningkatnya keluhan Turki tentang kurangnya kerjasama Saudi. Fidan mengatakan Khashoggi dicekik segera setelah dia memasuki konsulat, sejalan dengan yang direncanakan sebelumnya. “Setelah dicekik, kemudian dihancurkan dengan dipotong-potong,” kata Fidan.

Postcomended   2 Agustus dalam Sejarah: Ketika Saddam Husein Menekuk Kuwait dan Memberi Alasan AS Menjatuhkannya

Para pejabat Turki mengatakan, ke-15 anggota tim yang dikirim dari Arab Saudi untuk membunuh Khashoggi di dalam konsulat, terbang keluar dari Turki pada hari yang sama. Pemerintah Turki mengatakan memiliki rekaman audio tentang apa yang terjadi di dalam misi tersebut. Namun meskipun pejabat Turki telah membuka bukti itu untuk pejabat CIA, termasuk Direktur Gina Haspel, pejabat Turki belum merilis rekaman itu kepada public.

Pencarian Tubuh Khashoggi

Sebelumnya, hampir selama lebih dari dua minggu sejak Khashoggi hilang, otoritas Saudi berulang kali menyangkal mengetahui keberadaan Khashoggi. Tiba-tiba, mereka mengubah sikap dengan mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di konsulatnya itu, namun memplot seolah-olah pembunuhan itu dilakukan agen yang bertindak di luar otoritas pemerintah Saudi. Belakangan, kejaksaan Saudi mengeluarkan pernyataan yang bertentangan, yakni menyebutkan bahwa pembunuhan Khashoggi direncanakan.

CNN mewartakan di lamannya, penyelidik Turki awalnya memfokuskan pencarian tubuh Khashoggi di dua daerah berhutan di luar Istanbul, sebagian dipandu oleh rekaman pengawasan yang menurut pihak berwenang Turki menunjukkan bahwa kendaraan diplomatik Saudi rupanya menjelajahi Hutan Belgrad pada malam sebelum wartawan itu tewas.

Postcomended   AS Akan Tarik Sisa Diplomatnya dari Venezuela di Tengah Kekacauan Akibat Listrik Padam yang Dituding Didalangi AS

Pekan lalu, para peneliti menangguhkan pencarian di hutan, dan memfokuskan pada konsulat dan tempat tinggal konsul jenderal. Pencarian difokuskan terutama pada properti konsuler, di mana para penyerang bisa membuang sisa-sisa terlarang Khashoggi, kata pejabat senior Turki yang pertama.
Peneliti pekan lalu juga memeriksa sistem saluran pembuangan di dekat konsulat, menurut kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah Turki.

Para pejabat Turki, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan, berulang kali mengeluh bahwa Arab Saudi menghambat penyelidikan dengan menolak memberikan potongan informasi penting, termasuk lokasi tubuh Khashoggi. Turki juga telah meminta ekstradisi ke-18 tersangka yang menurut pemerintah Saudi telah ditangkap dalam kasus tersebut. Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan, para tersangka akan diadili di pengadilan domestik.

Rabu (30/10/2018), seorang pejabat Saudi menegaskan, negara kerajaan itu belum secara resmi menyimpulkan bahwa kematian Khashoggi telah direncanakan. “Jaksa penuntut umum telah mengakui (dengan) melihat informasi dari pihak Turki. Kami belum mengatakan apakah itu benar atau tidak benar. Kami sedang menunggu hasil penyelidikan,” kata pejabat itu yang tak bersedian identitasnya diungkap karena dia tidak diizinkan berbicara dengan media.

Kematian Khashoggi dan penjelasan Saudi yang tidak konsisten tentang pembunuhannya telah memicu badai kritik internasional. Kondisi ini menempatkan Presiden AS, Donald Trump, dalam situasi sulit. Saudi adalah importir utama senjata buatan AS. Saudi juga jantung strategi administrasi AS di Timur Tengah, khususnya terkait upaya AS menjegal apa yang dikatakan Washington sebagai kebijakan ekspansionis Iran.

Postcomended   Arab Saudi Diduga Keras Tahan Ulama hingga Presenter TV

Trump mengatakan dia “tidak puas” dengan penjelasan Saudi tentang kematian Khashoggi. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, telah memperingatkan bahwa krisis ini dapat mempengaruhi stabilitas regional. Tetapi ada beberapa indikasi bahwa kematian Khashoggi akan mengubah hubungan kedua negara secara mendasar.

Pada hari Rabu, sekelompok senator Partai Republik meminta Trump menunda negosiasi untuk perjanjian nuklir sipil AS-Saudi. Mereka menyebut kematian Khashoggi, serta kebijakan Riyadh terhadap Lebanon dan Yaman, sebagai penyebab “keprihatinan serius tentang transparansi, akuntabilitas, dan penilaian para pembuat keputusan saat ini.”

Hingga kini, masih misterius mengenai siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan apakah putra mahkota Muhammad bin Salman mengetahui operasi tersebut. Meskipun Riyadh telah mengakui pembunuhan itu sebagai plot jahat, pejabat Barat mengatakan bahwa tidak mungkin sesuatu yang kompleks seperti ini dilakukan tanpa sepengetahuan Muhammad.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top