Dua Penyidik KPK Dikembalikan ke Polri - Akuratnews.com Akuratnews.com640 × 359Search by image Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menyebut, dua penyidik KPK, yakni AKBP Roland Ronaldy dan Kompol Harun, ...

Dua Penyidik KPK Dikembalikan ke Polri – Akuratnews.com Akuratnews.com640 × 359Search by image Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menyebut, dua penyidik KPK, yakni AKBP Roland Ronaldy dan Kompol Harun, …

Pertengahan Oktober 2017, pimpinan KPK memutuskan mengembalikan dua penyidik ke Mabes Polri. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyebutkan, itu karena masa tugas mereka sudah habis. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, pun sempat menampik bahwa pemulangan kedua penyidik itu karena ada masalah. Namun Selasa (31/10/2017), Ketua KPK, Agus Rahardjo, akhirnya menyebutkan bahwa kedua penyidik tersebut dipulangkan karena telah melakukan pelanggaran berat.

Kedua penyidik tersebut adalah Roland Ronaldy dan Harun. Mereka memegang jabatan Penyidik Madya di KPK. Dilansir Tempo, Agus mengungkapkan bahwa isi surat pengembalian kedua penyidik itu ke kepolisian menyebutkan keduanya diduga melakukan pelanggaran.

Postcomended   Ketika Para Dokter Main Senjata Api

Tanpa menyebut apa pelanggaran tersebut, Agus menjelaskan bahwa pengembalian adalah sanksi paling berat yang bisa dilakukan KPK, karena KPK tidak bisa memecat polisi.

Tempo dalam laporannya mengaku memperoleh sebuah dokumen yang menyebut dugaan pelanggaran yang dilakukan Roland dan Harun. Dalam dokumen itu disebutkan, Roland dan Harun diduga memanipulasi barang bukti (barbuk) korupsi yang tengah mereka usut, yakni dalam kasus suap uji materi impor daging sapi dengan tersangka Basuki Hariman.

Dalam dokumen tersebut tertulis, tindakan yang dilakukan adalah menghapus dan menyobek catatan pengeluaran perusahaan Basuki Hariman. Catatan ini memuat dugaan aliran dana ke sejumlah pejabat, termasuk dari kepolisian.

Dalam dokumen itu tertulis cara penghapusan dan perusakan barbuk yakni dengan membubuhkan tip-ex pada catatan keuangan, serta menyobek beberapa halaman dalam catatan keuangan.

Postcomended   Sang Pimpinan Rumah Rakyat Akhirnya Diboyong KPK ke Tahanan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, membenarkan pemulangan kedua penyidik tersebut dengan alasan masa tugasnya telah selesai.

Terkait isu penghilangan barbuk, Martinus mengatakan KPK yang berwenang menjelaskannya. Namun pihaknya kata Martinus akan meindaklanjuti isu tersebut secara internal.

Sebelum kedua penyidik itu dipulangkan, pada September KPK telah menerima enam penyidik baru dari Polri. Dari 93 orang penyidik di KPK, 48 di antaranya berasal dari Polri.

Roland dan Harun adalah lulusan Akademi Kepolisian pada 2000. Mereka mendapat tugas menjadi penyidik KPK pada 2009. Roland diketahui melanjutkan pendidikannya setingkat sarjana di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan 48, kemudian mengambil magister di Australia.

Kasus yang ikut ditangani Roland dan Harun antara lain: korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan dengan tersangka Anggoro Widjojo, dan kasus suap terhadap bekas hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.(***/tempo/kompas/detik)

Postcomended   Apa yang Kau Cari Hilman Mattauch?

Share the knowledge