Internasional

Disebut Puji Penembakan di Christchurch, Seorang Pria Serang Masjid di Oslo

Share the knowledge

Masjid Islamic Center Al Noor, Oslo (gambar dari: https://www.thenational.ae/world/europe/norway-mosque-shooting-being-investigated-as-act-of-terrorism-1.897072)

Masjid Islamic Center Al Noor, Oslo (gambar dari: https://www.thenational.ae/world/europe/norway-mosque-shooting-being-investigated-as-act-of-terrorism-1.897072)

Terorisme tampaknya sedang didominasi orang-orang sayap kanan dan anti imigran. Sabtu (10/8/2019), Islamic Center di Norwegia diserang seorang pria yang menurut polisi memiliki ciri-ciri ideologi tersebut. Tersangka disebut memuji serangan penembakan di Christchurch.

“Kami melihat upaya teror,” kata pejabat kepala operasi polisi Norwegia, Rune Skjold, dalam konferensi pers, Minggu (11/8/2019). Skjold mengatakan penyelidikan telah menunjukkan bahwa pria itu tampaknya memiliki pandangan “sayap kanan” dan “anti-imigran”.

Tersangka memasuki Islamic Center al-Noor Sabtu sore dengan membawa beberapa senjata dan melepaskan tembakan sebelum akhinya dikuasai oleh seorang pria yang menderita “luka ringan” dalam proses tersebut.

Hanya tiga orang yang berada di dalam masjid pada saat serangan itu, dan polisi mengatakan mereka menemukan dua senjata api dari tempat kejadian tetapi tidak menentukan jenis yang mana, AFP melaporkan.

Norwegia adalah tempat dari salah satu serangan terburuk yang pernah dilakukan oleh seorang ekstremis sayap kanan pada Juli 2011, ketika 77 orang terbunuh oleh Anders Behring Breivik.

Beberapa jam setelah serangan itu, ditemukan mayat seorang wanita muda yang terkait dengan tersangka di satu  rumah di kawasan Baerum.

Postcomended   5 Juli dalam Sejarah: Jeff Bezos Dirikan Amazon, Jualan Buku Online dari Garasi

Penyelidik memperlakukan kematiannya sebagai mencurigakan dan telah membuka penyelidikan pembunuhan.
Pada Minggu (11/8/2019), polisi mengonfirmasi bahwa wanita yang meninggal itu adalah saudara tiri tersangka yang berusia 17 tahun.

Polisi mengatakan, Minggu, bahwa mereka sebelumnya telah mencoba menanyai tersangka –yang digambarkan sebagai “pemuda” berusia sekitar 20 tahun dengan “latar belakang Norwegia” yang tinggal di sekitarnya– tetapi dia tidak ingin memberikan penjelasan kepada polisi.

Pria penyerang itu sudah diketahui polisi sebelum insiden itu, tetapi menurut Skjold, dia tidak bisa digambarkan sebagai seseorang dengan latar belakang criminal.

Tersangka Puji Penyerang Chrostchurch

Ada serentetan serangan nasionalis kulit putih baru-baru ini di Barat, termasuk di Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru (NZ). Di negara terakhir, 51 jemaah Muslim terbunuh Maret lalu di dua masjid di kota Christchurch. Pusat Islam al-Noor di Norwegia memiliki nama sama dengan masjid yang terkena dampak terburuk dalam serangan di NZ.

Sabtu, media Norwegia melaporkan bahwa tersangka diyakini telah memasang posting di forum online beberapa jam sebelum serangan di mana dia tampaknya memuji penyerang Selandia Baru. Dalam posting online-nya, eferensi dibuat untuk “perang ras” dan berakhir dengan kata-kata “Valhalla menunggu”. Keaslian pos atau identitas persis penulisnya belum ditetapkan.

Postcomended   13 Maret dalam Sejarah: Aktor Kurt Russel Turut Menjadi Saksi Fenomena Misterius di Langit Pheonix

Tersangka dalam pembunuhan di Christchurch menulis sebuah manifesto penuh kebencian di mana dia mengatakan dia dipengaruhi oleh ideolog sayap kanan termasuk Breivik. Breivik meledakkan bom berkekuatan dahsyat di Oslo yang menewaskan delapan orang, lalu menembaki satu pertemuan sayap pemuda Partai Buruh di pulau Utoya, menewaskan 69 orang, kebanyakan dari mereka adalah remaja.

Koran lokal Norwegia, Budstikka, mengatakan telah menghubungi masjid di Baerum pada Maret setelah pembantaian Christchurch, dan para pejabat di sana mengatakan keamanan akan diperketat. Serangan terjadi pada malam menjelang perayaan Idul Adha, menandai berakhirnya ibadah haji Muslim, memicu kekhawatiran di kalangan Muslim Norwegia.

“Serangan teror di Baerum adalah hasil dari kebencian jangka panjang terhadap Muslim yang diizinkan menyebar di Norwegia, tanpa otoritas Norwegia menganggap serius perkembangan ini,” kata organisasi Muslim Dewan Islam Norwegia dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg, menyebut, penembakan tersebut

sebagai serangan langsung terhadap Muslim Norwegia, serta serangan terhadap kebebasan beragama. “Hari ini kami berdiri bahu membahu dengan Muslim Norwegia dalam mengutuk serangan itu,” kata Solberg dalam sebuah posting di Facebook.

Postcomended   29 Juli dalam Sejarah: Ilmuwan Lulusan SD Temukan Induksi Elektromagnetik

Perdana menteri dijadwalkan menghadiri perayaan Idul Adha di sebuah masjid Oslo pada Minggu sore. Menurut perkiraan resmi dari 2016, sekitar 200.000 Muslim tinggal di Norwegia, mewakili hampir empat persen dari total populasi.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top