Loading...
Internasional

Diduga Serang Turki, Pangeran Saudi Peringatkan untuk Tak Eksploitasi Kasus Khashoggi

Share the knowledge

Muhammad bin Salman, dimana tubuh Khashoggi? (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=h2YQfUInf8c)

Muhammad bin Salman, dimana tubuh Khashoggi? (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=h2YQfUInf8c)

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman mengeluarkan pernyataan keras agar tidak “mengeksploitasi” pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi untuk keuntungan politik. Pernyataannya ini tampaknya merupakan serangan terselubung terhadap Turki.

Hubungan Turki dengan Arab Saudi telah menjadi tegang sejak pembunuhan brutal Oktober 2018 lalu terhadap Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, yang mencoreng reputasi internasional sang putra mahkota.

Para pejabat Turki diketahui sebagai yang pertama melaporkan pembunuhan itu dan terus menekan Arab Saudi untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan mayatnya yang disinyalir dimutilasi, dan belum ditemukan hingga kini, laman AFP melaporkan, Minggu (16/6/2019).

“Kematian Jamal Khashoggi adalah kejahatan yang sangat menyakitkan,” ujar Pangeran Muhammad kepada harian pan-Arab, Asharq al-Awsat, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan Minggu (16/6/2019).

“Setiap pihak yang mengeksploitasi kasus ini secara politis harus berhenti melakukannya, dan mengajukan bukti ke pengadilan (Saudi), yang akan berkontribusi dalam mencapai keadilan,” kelitnya, tanpa secara langsung menyebut Turki.

Pangeran, bagaimanapun, menambahkan bahwa dia ingin hubungan yang kuat dengan semua negara Islam termasuk Turki.

Agen intelijen AS, CIA, mengatakan, pembunuhan itu kemungkinan diperintahkan oleh Pangeran Muhammad, penguasa de facto dan pewaris takhta paling kuat di dunia Arab.

Pemerintah Saudi sangat membantah tuduhan itu. Jaksa penuntut Saudi telah membebaskan pangeran dan mengatakan sekitar dua lusin orang yang terlibat dalam pembunuhan itu telah ditahan, dengan hukuman mati dijatuhkan terhadap lima pria.

Khashoggi, keturunan Saudi yang telah mejadi warga AS, telah menulis secara kritis tentang Pangeran Mohammed dan terbunuh dalam apa yang digambarkan Riyadh sebagai operasi jahat.

Pangeran Mohammed mengatakan, kerajaan berkomitmen untuk “keadilan dan pertanggungjawaban penuh” dalam kasus ini, saat ia menghadapi tekanan internasional untuk menghukum para pelakunya.***

 

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top