Internasional

Diduga Terkait Terorisme, Pengadilan Rusia Perintahkan Telegram Segera Diblokir

Pengadilan Rusia Perintahkan Pemblokiran Layanan Telegram ... BreakingNews.co.id Pihak berwenang dan Badan Keamanan Federal Rusia (Federal Security Service, GSB) berargumen kerahasiaan di Telegram berpotensi dipakai para teroris.

Pengadilan Rusia Perintahkan Pemblokiran Layanan Telegram … BreakingNews.co.id Pihak berwenang dan Badan Keamanan Federal Rusia (Federal Security Service, GSB) berargumen kerahasiaan di Telegram berpotensi dipakai para teroris.

Pengadilan Moskow memutuskan Jumat (13/4/2018), Telegram harus segera diblokir di Rusia. Alasannya, aplikasi layanan pesan yang dienkripsi ini menolak menyerahkan kunci ke percakapan penggunanya. Para pejabat keamanan Rusia mengatakan mereka perlu memantau para teroris potensial yang menggunakan Telegram untuk berkomunikasi.

Otoritas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengatakan pada Telegram pada pertengahan 2017 bahwa mereka harus menyerahkan kunci ke percakapan terenkripsi para penggunanya. Namun aplikasi yang dibangun ahli teknologi Rusia, Pavel Durov, tetapi beroperasi dari luar negeri ini, menolak melakukannya.

Seperti aplikasi enkripsi modern lainnya seperti WhatsApp, kunci percakapan pribadi pengguna Telegram dioperasikan pada perangkat pengguna sendiri, sehingga perusahaan yang menjalankan layanan tidak memiliki apa-apa untuk diserahkan.

Postcomended   Kopi Indonesia Menarik Warga Vietnam ke Paviliun Indonesia

Masalah datang pada Jumat (13/4/2018) pagi ketika, menurut kantor berita Rusia TASS, Telegram meminta pengadilan Tagansky, Moskow, menunda sidang. Durov dilaporkan mengatakan kepada para pengacaranya untuk tidak muncul, agar “tidak melegitimasi olok-olok vokal atas kehadiran mereka”.

Pengadilan menolak permintaan penundaan itu, dan dengan sigap memerintahkan pemblokiran Telegram. “Pengadilan memutuskan untuk memenuhi permintaan Rosomnadzor,” kata Hakim Yulia Smolina.

Menurut Vedomosti, Telegram sekarang memiliki satu bulan untuk mengajukan banding atas blokir tersebut. Pengacara Telegram mengatakan kepada harian tersebut bahwa mereka berencana melakukannya.

Badan keamanan utama Rusia, FSB, mengatakan, Telegram telah menjadi platform pilihan untuk “organisasi teroris internasional di Rusia”. Seorang pembom bunuh diri yang menewaskan 15 orang di kereta bawah tanah di St Petersburg April lalu menggunakan aplikasi ini untuk berkomunikasi dengan kaki tangan mereka, kata FSB tahun lalu. Namun aplikasi ini juga banyak digunakan oleh pihak berwenang Rusia, laporan kantor berita Reuters.

Postcomended   Stevie Wonder Bergabung dengan Twitter, Ini Cuitan Petamanya

Kasus ini mengingatkan pada kasus pemblokiran berulang WhatsApp di Brasil, di mana jaksa merasa frustrasi dengan ketidakmampuan mereka untuk mengakses pesan pribadi tersangka dalam kasus narkoba besar.

Telegram tergolong sering menjadi berita utama atas penggunaannya oleh teroris, meskipun itu lebih berkaitan dengan fitur “saluran” yang tidak terenkripsi, di mana orang dapat menyiarkan pendapat mereka kepada pengikut.

Pada Juli 2017, atas dugaan bahwa kanal yang ada di Telegram dipakai untuk menyebarkan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, serta penyebaran gambar-gambar yang mengganggu, pemerintah Indonesia juga sempat memblokir aplikasi ini.

Postcomended   Spesial Trip Hari Kartini

Waktu itu pemblokiran baru sempat sebatas layanan web-nya saja, yakni sejumlah URL yang digunakan untuk mengakses Telegram dari peramban (browser) desktop maupun mobile. Kenyataannya, apliasi ini masih bisa diakses pengguna Indonesia di perangkat Android maupun iOS.(***/fortune/BBC/kompas)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top