Ekonomi

Digempur Isu Miring, Beras Maknyus Tamat Riwayatnya

CeRiTa cHa: 2017 CeRiTa cHa640 × 360Search by image 3 Cara Ibu Rumah Tangga Memilih Beras Berkualitas

CeRiTa cHa: 2017 CeRiTa cHa640 × 360Search by image 3 Cara Ibu Rumah Tangga Memilih Beras Berkualitas

Digempur citra miring, beras Maknyus kolaps juga. Pendapatan sang produsen dilaporkan anjlok hingga lebih dari Rp 2 triliun. Ini enam bulan sejak pabriknya digerebek polisi karena diduga mengemas beras subsidi menjadi beras premium sehingga harganya menjadi mahal. Kondisi ini memaksa induk produsen beras Maknyus, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TPSF), menutup divisi penjualan berasnya yang dipegang PT Dunia Pangan yang memiliki tiga anak perusahaan yang bergerak dalam usaha beras, salah satunya PT IBU.

Gerakan untuk menyelamatkan beras Maknyus tidak mampu menutup kerugian yang dialami perusahaan. Seperti diketahui, sejumlah konsumen yang puas dengan kualitas beras Maknyus, merasa heran dengan penggerebekan pabrik beras tersebut. PT TPSF sendiri kini dikabarkan telah merumahkan 1.700 karyawannya.

Koordinator Finance PT TPSF, Sjambirie Lioe, dalam acara ekspos publik, Selasa, (19/12/2017), mengatakan, total revenue produk beras yang hilang sekitar Rp 2,3 triliun. “Butuh waktu cukup lama untuk kompensasi kehilangan dari revenue itu,” ujar Sjambirie.

Seperti diberitakan pada 20 Juli 2017, pabrik PT Indo Beras Unggul (PT IBU), digerebek Satgas Pangan dengan dugaan memalsukan kandungan karbohidrat dalam kemasan.

Postcomended   Pesawat Ukraina Angkut Senjata Impor Buatan Bulgaria Pesanan Polri

“Kontennya ditulis premium padahal isinya non-premium,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat penggerebekan, Kamis (20/7/2017). Satgas pangan dibentuk Polri, bekerjasama antara lain dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pertanian.

Sedikitnya 1.161 ton disita. Kemasan-kemasan beras tersebut, kata pihak polisi, telah dijual di sejumlah minimarket. Modus operandi yang dilakukan perusahaan itu: mengemas beras IR64 dengan label beras premium cap Ayam Jago dan Maknyuss.

Beras IR64, jelas Tito, adalah beras medium yang disubsidi pemerintah dengan harga Rp 9.000 per kilogram. Setelah dibungkus dan dilabeli, mereka menjualnya seharga Rp 20 ribu/kg.

Postcomended   9 September dalam Sejarah: Mi Instan Indonesia Paling Fenomenal Pertamakali Diumumkan

Pada Agustus lalu, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tekah menetapkan Direktur Utama PT IBU berinisial TW sebagai tersangka.

Juru bicara PT IBU, Jo Tjong Seng, membantah tuduhan itu. Dia mengatakan, beras Ayam Jago dan Maknyuss dibeli dari petani di sekitar pabrik, yakni Bekasi hingga Subang, juga beberapa petani binaan di Provinsi Banten, dengan menggunakan harga acuan pembelian pemerintah (HPP) sesuai kriteria mutu yang ditetapkan perusahaan.

Sebagai informasi divisi beras PT TPSF dijalankan PT Dunia Pangan yang membawahi lima anak usaha yang semuanya memiliki pabrik beras. Anak perusahaan itu antara lain selain PT IBU juga PT Sukses Abadi Karya dan PT Tani Unggul Usaha. Beras Maknyuss diproduksi PT Sukses Abadi Karya dan PT IBU.

Postcomended   Menyusul Vonis Mati Sang Pemimpin, Jamaah Ansarut Daulah Dilarang

Setelah divisi beras bangkrut, PT TPSF mengaku akan fokus disektor makanan kemasan yang masih tumbuh positif.(***/republika/detikcom)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top