Tag: Suriah - Dibawah Perjanjian Beirut-Damaskus, Ratusan ... Tribun Batam - Tribunnews.com Dibawah Perjanjian Beirut-Damaskus, Ratusan Pengungsi Suriah Mulai Kembali ke Tanah Air Mereka

Tag: Suriah – Dibawah Perjanjian Beirut-Damaskus, Ratusan … Tribun Batam – Tribunnews.com Dibawah Perjanjian Beirut-Damaskus, Ratusan Pengungsi Suriah Mulai Kembali ke Tanah Air Mereka

Di tengah serangan rudal Amerika Serikat (AS) berserta sekutunya, Prancis dan Inggris, pada Sabtu (14/4/2018), ratusan warga Damaskus turun ke alun-alun penting ibu kota Suriah ini. Mereka melambai-lambaikan simbol-simbol kemenangan dan membunyikan klakson mobil mereka untuk menunjukkan pembangkangan.

Sabtu pagi, militer AS, Inggris, dan Prancis –dengan alasan membalas serangan gas beracun beberapa hari lalu yang diduga dilakukan pemerintah Bashar al-Assad yang didukung Rusia (dan Iran) terhadap warga sipil– akhirnya benar-benar melancarkan serangan ratusan rudal ke lokasi yang menargetkan apa yang mereka sebut situs senjata kimia, sebut Reuters.

Di Damaskus, singgasana kekuasaan presiden, ratusan penduduk berkumpul di Lapangan Omayyad. Banyak dari mereka yang mengibarkan bendera Suriah, Rusia, dan Iran. Beberapa bertepuk tangan dan menari, yang lain melakukan konvoi kendaraan sambil membunyikan klakson. “Kami orangmu, Bashar,” teriak mereka.

Postcomended   Demografi “Menua” di Jepang Bikin Pemerintah Pusing Tujuh keliling

TV pemerintah melakukan siaran langsung dari alun-alun tersebut, di mana kerumunan besar warga sipil bercampur dengan laki-laki berseragam, termasuk seorang aktor, anggota parlemen, dan tokoh lainnya. “Selamat pagi tetap teguh,” kata seorang penyiar, dilansir New York Post.

AS, Inggris, dan Prancis menyerang Suriah dengan lebih dari 100 rudal, Sabtu, dalam serangan Barat pertama yang dikoordinasi terhadap pemerintah Damaskus. Serangan ini menargetkan apa yang mereka sebut situs senjata kimia sebagai pembalasan atas serangan gas beracun.

Reuters melaporkan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan aksi militer itu dari Gedung Putih. Dia mengatakan, ketiga sekutu telah “mengerahkan kekuatan lurus mereka melawan barbarisme dan kebrutalan.” Saat dia berbicara, ledakan mengguncang Damaskus. Di pagi hari dia men-tweet, “Misi selesai.”

Atas serangan sekutu ini, Reuters menulis, pemboman ini merupakan eskalasi besar dalam konfrontasi Barat terhadap sekutu Assad, Rusia, tetapi tidak mungkin mengubah jalannya perang multi-sisi yang telah menewaskan sedikitnya setengah juta orang dalam tujuh tahun terakhir. Ini memunculkan pertanyaan, bakal ke mana arah negara-negara Barat ini dalam perang ini.

Postcomended   Semula Dikira Kosong, Tapi Ternyata Sarkofagus Ini Ada Muminya

Pagi hari, negara-negara Barat mengatakan pemboman sudah berakhir untuk saat ini. Suriah merilis video reruntuhan laboratorium penelitian yang dibom, tetapi Presiden Assad tiba di tempat kerja seperti biasa, disertai teks: “morning of resilience”. Tidak ada laporan segera tentang korban, dengan sekutu Damaskus mengatakan bahwa bangunan-bangunan itu telah dievakuasi sebelumnya.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menggambarkan serangan itu sebagai “terbatas dan ditargetkan”, tanpa bermaksud menggulingkan Assad atau melakukan intervensi lebih luas dalam perang. Dia mengatakan telah mengesahkan tindakan Inggris setelah intelijen menunjukkan pemerintah Assad harus disalahkan karena gas yang menggasak pinggiran Damaskus, Douma, Ghouta Timur, 7 April 2018. Serangan yang disebut-sebut dilakukan pasukan Suriah itu terjadi usai berakhirnya perjanjian gencatan senjata dan evakuasi dengan pemberontak.

Postcomended   Hidup Sederhana tanpa Media Sosial, Berani?

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, serangan itu sejauh ini terbatas pada fasilitas senjata kimia Suriah. Paris merilis sebuah berkas yang dikatakannya menunjukkan Damaskus harus disalahkan atas serangan gas beracun di Douma. Douma adalah kota terakhir yang bertahan di wilayah yang dikuasai pemberontak.(***/newyorkpost/reuters)

Share the knowledge