Internasional

Diinfeksi Kode Berbahaya, Data Hampir 1.000 Pembelot Korea Utara Bocor

Share the knowledge

 

Tentara Korea Utara berpatroli di perbatasan dengan Korea Selatan, antara lain demi mencegah terjadinya pembelotan (gambar dari: http://english.chosun.com/site/data/html_dir/2012/10/09/2012100900912.html)

Tentara Korea Utara berpatroli di perbatasan dengan Korea Selatan, antara lain demi mencegah terjadinya pembelotan (gambar dari: english.chosun.com)

Data pribadi hampir 1.000 pembelot Korea Utara (Korut), bocor setelah komputer di “pusat pemukiman kembali” Korea Selatan diretas menggunakan kode berbahaya. Seoul menganggap ini merupakan kebocoran informasi berskala besar pertama yang melibatkan pembelot Korut. Jika ini dilakukan Pyongyang, pengamat cemas keluarga pembelot diberada dalam bahaya.

Kementerian Unifikasi Korsel yang mengungkap kabar ini menyebutkan, komputer yang dikelola negara tersebut ditemukan telah “terinfeksi kode berbahaya”, dan mengatakan ini merupakan kebocoran informasi berskala besar pertama yang melibatkan pembelot Korea Utara. Identitas peretas dan asal mula serangan siber belum diketahui.

Dilaporkan BBC, pemerintah belum menuduh Korea Utara sebagai pelakunya seperti biasa, meskipun banyak pakar keamanan siber  memperingatkan meningkatnya kecanggihan peretas dari Korea Utara.

Postcomended   Skandal yang Libatkan Anggota Boyband Big Bang Pukul Industri K-Pop

Salah satu peretasan profil paling tinggi yang dikaitkan dengan Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir ini menarget bisnis hiburan Sony pada 2014, yang berhasil memusnahkan sejumlah besar data dan mengarah pada distribusi online email, dan data pribadi yang sensitif.

Sekitar 997 pembelot Korea Utara ini sekarang telah diberitahu bahwa nama, tanggal lahir, dan alamat mereka, telah dibocorkan tetapi belum diketahui apa dampaknya. Para analis mengatakan ada beberapa kekhawatiran bahwa kebocoran itu dapat membahayakan keluarga para pembelot yang masih tinggal di Korea Utara.

Pada 19 Desember, Kementerian Unifikasi Korsel mengetahui telah terjadi peretasan setelah mereka menemukan program jahat yang diinstal pada desktop di pusat pemukiman kembali (pusat Hana) di provinsi Gyeongsang Utara.
Ini adalah lembaga yang dijalankan pemerintah Korea Selatan untuk membantu ribuan pembelot yang datang dari Korea Utara agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di Korea Selatan.

Postcomended   Gempa Magnitudo 6,3 di Semenanjung Korea Diduga Akibat Uji Coba Bom Hidrogen Korut

Kementerian mengatakan bahwa tidak ada komputer di pusat-pusat Hana lainnya di seluruh negeri yang juga  diretas. Seorang pakar perang siber Korea Utara, Simon Choi, percaya bahwa ini mungkin bukan pertama kalinya pusat Hana diretas.

“(Ada kelompok peretas Korea Utara) yang terutama menarget komunitas pembelot Korea Utara. Kami sadar bahwa (kelompok ini) mencoba meretas pusat Hana tahun lalu,” katanya kepada BBC. Namun, ia menambahkan bahwa belum jelas apakah ada kelompok Korea Utara yang bertanggung jawab atas serangan terbaru ini.

Investigasi oleh kementerian dan polisi saat ini sedang berlangsung, dengan kementerian mengatakan akan melakukan yang terbaik untuk mencegah insiden seperti itu terjadi lagi.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top