Internasional

Dinasti Shang Praktikkan Ritual Penguburan Anjing Hidup-hidup dengan Manusia

Share the knowledge

Anjing penjaga kematian Shang dengan bel perunggu, Sipanmo, Anyang. Kredit: Roderick Campbell (gambar dari: https://www.scientificamerican.com/article/uncovering-the-sacrificial-puppies-of-the-shang-dynasty/)

Anjing penjaga kematian Dinasti Shang dengan bel perunggu, Sipanmo, Anyang. Kredit: Roderick Campbell (gambar dari: https://www.scientificamerican.com/article/uncovering-the-sacrificial-puppies-of-the-shang-dynasty/)

Para peneliti mengungkapkan satu ritual mengerikan di era Dinasti Shang (1700-1027 SM). Mereka menemukan belulang 92 anjing yang diikat dan ditempatkan di delapan lubang di kota kuno Zhengzhou. Anjing-anjing itu diduga dikubur hidup-hidup untuk “menjaga” manusia yang mati.

Para peneliti tersebut memublikasikan temuan mereka ini di jurnal Archaeological Research in Asia awal tahun ini (2019) seperti dilansir Live Science. Mereka mengungkapkan, pengorbanan anjing, babi, domba, sapi, dan kambing, sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu di Cina. Para ilmuwan berpikir beberapa anjing mungkin dikubur hidup-hidup.

Menyelidiki literatur arkeologi dan sekitar 2.000 kuburan di sebuah situs bernama Xiaomintun di timur laut Cina, para peneliti menemukan kira-kira sepertiga dari kuburan yang berisi tidak hanya sisa-sisa manusia, tetapi anjing mati. Sebagian besar anjing ini, yang mengejutkan para akademisi, adalah dalam usia remaja.

Postcomended   Studi: Orang dari Kelas Sosial Lebih Tinggi, Lebih Terlalu Percaya Diri, Bahkan Ketika Tidak

Para peneliti berspekulasi bahwa anjing yang dikubur bersama manusia di banyak makam kemungkinan besar adalah hewan peliharaan. Tetapi jika betul begitu, mereka seharusnya menemukan anjing dari segala usia.

Fakta bahwa anjing-anjing itu begitu muda menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari ekonomi ritual: dipelihara untuk pengorbanan, atau sekadar binatang yang tersesat yang diambil dari jalanan untuk dimakamkan.

Angela Perri, seorang peneliti pasca-doktoral dalam bidang arkeologi di Universitas Durham, Inggris, mengatakan kepada Scientific American bahwa usia muda anjing-anjing itu mungkin membuat mereka lebih murah daripada anjing yang lebih tua.

Postcomended   26 April dalam Sejarah: Nazi Mendirikan Gestapo, Agen Rahasia Brutal "Pemasok" Kamp Konsentrasi

Semakin tua seekor anak anjing, semakin banyak uang yang dihabiskan untuk perawatannya. Perri tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Anak anjing, kedengarannya mengerikan,” Roderick Campbell, salah satu penulis penelitian, mengatakan kepada Live Science, seraya menyebutkan bahwa mungkin saja anjing-anjing itu memiliki anggaran rendah untuk orang-orang ketika itu.

Pengorbanan manusia dilakukan (juga) pada saat itu, dengan budak dan selir sering menjadi mangsa untuk dikorbankan. “Raja Wu Ding, yang memerintah sekitar 3300 tahun yang lalu, mungkin telah mengorbankan hingga 15.000 manusia,” kata arkeolog Universitas New York ini  kepada Scientific American.

Namun anjing-anjing yang dikorbankan itu tak hanya ditemukan di kuburan orang kaya melainkan juga kelas menengah. Mereka biasanya dimakamkan di lubang-lubang kecil di bawah peti mati manusia mereka, mungkin sebagai semacam penjaga untuk di akhirat.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top