Slank: Rhoma Irama Jadi Presiden? Tergantung Rakyat.. - ShowBiz ... ShowBiz - Liputan6.com640 × 355Search by image slank-121121-logo.jpg

Slank: Rhoma Irama Jadi Presiden? Tergantung Rakyat.. – ShowBiz … ShowBiz – Liputan6.com640 × 355Search by image slank-121121-logo.jpg

Diundang dalam acara dialog kebangsaan oleh satu pondok pesantren, grup musik beraliran rock, Slank, melakukan persiapan. Bukan mendadak sarungan atau memakai baju muslim, melainkan memilih lagu-lagu apa saja yang akan dinyanyikan. Slank-pun mengeluarkan salah satu judul lagu ngetopnya dari daftar. Namun apa yang terjadi?

Saat memasuki aula tempat digelarnya dialog kebangsaan, paduan suara santri Pondok Pesantren (Pontren) Darussalam, Ciamis, justru menyambut Kaka ce-es dengan lagu yang dihindari itu. “I miss u but I hate u, my girl!” Begitu para santri menyanyikannya, seperti dilansir Tempo.

Kontan para personel grup band yang bermarkas di Gang Potlot ini terkejut. “Kita terkejut banget. Mereka, paduan suara, malah bawain lagu itu. Opening lagi,” ujar drummer Slank, Bimbim, saat masih betada di sana pada Rabu (13/9/2017).

Postcomended   Slank Pasang "Jurus Tandur" Tolak Hak Angket KPK

Anggapan Kaka bahwa pontren itu kaku, meleset. Ternyata santri Darussalam, kata Kaka, jauh lebih rileks dari Slank. “Surprise banget,” ucapnya.

Ini kata Kaka membuktikan bahwa Islam toleran, Islam moderat, dan Islam modern itu ada di pondok pesantren; hal yang harus dikabarkan kepada pihak luar.

Pada sesi menggelar konser, Slank pun akhirnya menyanyikan lagu berjudul  “I Miss U but I Hate U” tersebut. Lagu lainnya antara lain D.O.A, Virus, Orkes Sakit Hati, Terlalu Manis, Pala Lo Peyank, Juwita Malam.

Postcomended   Sedikitnya Ada 65 Kitab Kuning yang Isinya Diselewengkan

Dua pembicara dalam dialog bertema “Silaturahmi Merajut Kebangsaan” ini, Yenny Wahid dan budayawan Zastrouw Al Ngatawi, turut bernyanyi.

Terkait tema dialog tersebut, Bimbim mengatakan, memang ada kelompok kecil yang berusaha merobek kebangsaan. “Namun Indonesia enggak apa-apa, kok. Kita terlalu khawatir dengan keadaan,” ujarnya.

Sebenarnya tak mengherankan bagi Pontren Darussalam Ciamis bersikap terbuka. Pontren yang didirikan KH. Ahmad Fadlil pada 1929 ini memiliki motto –seperti dikutip dari blog Hikmiaunillah– mencetak Santri terdepan di barisan Muslim Moderat, Mukmin Demokrat, dan Muhsin Diplomat.

Pontren ini pada bulan Ramadan lalu (10/6/2017), pernah didatangi Presiden Joko Widodo.***

Postcomended   Slank Pasang "Jurus Tandur" Tolak Hak Angket KPK