Maskapai United Airlines Kembali Usir Penumpang, Kali Ini Korbannya ... Tribunnews.com Maskapai United Airlines Kembali Usir Penumpang, Kali Ini Korbannya Calon Pasutri

Maskapai United Airlines Kembali Usir Penumpang, Kali Ini Korbannya … Tribunnews.com Maskapai United Airlines Kembali Usir Penumpang, Kali Ini Korbannya Calon Pasutri

Bau badan menyengat bisa terjadi pada orang dari etnis mana saja. Namun ketika seorang kulit putih mempermasalahkan bau badan seorang kulit hitam dalam satu penerbangan di Amerika, kasus berubah menjadi berbau rasis tanpa dapat dideteksi apakah diskriminasi ras terjadi dalam kasus ini. Menjadi masalah ketika pihak maskapai penerbangan secara sadis meminta si wanita kulit hitam, beserta dua anaknya, keluar dari penerbangan. Insiden pelayanan penumpang oleh United Airlines, sudah seringkali terjadi.

Kasus ini menimpa seorang wanita Afrika bernama Queen Obioma. Dia dan anak-anaknya ditendang dari penerbangan United Airlines setelah seorang penumpang mengeluh bahwa dia memiliki bau “tajam”. Pernyataan ini tercatat dalam gugatan diskriminasi rasial yang diajukan pada Jumat (11/5/2018) terhadap United Airlines.

Insiden ini terjadi dua tahun lalu, ketika Obioma, seorang warga negara Nigeria, dan dua anaknya, naik pesawat dari Houston ke San Francisco, Amerika Serikat (AS). Keluarga itu telah terbang dari Lagos, Nigeria, dan berada di tahap kedua dari perjalanan tiga penerbangan ke Ontario, Kanada.
Menurut gugatan yang diajukan ke pengadilan federal di Houston, Obioma melihat penumpang lain telah duduk di kursinya di kabin kelas bisnis. Penumpang itu menolak untuk pindah, jadi seorang kru pesawat malah meminta Obioma untuk duduk di tempat lain di kelas bisnis.

Postcomended   Menteri Pariwisata Hadiri HUT ke-46 REI, Kompak Gubernur Babel dan REI Dukung Pembentukan KEK Pariwisata di Bangka

Kemudian, sebelum lepas landas, Obioma pergi untuk menggunakan kamar mandi. Dalam perjalanan kembali ke tempat duduknya, penumpang yang sama berdiri di lorong dan menghalangi dia kembali ke tempat duduknya, kata gugatan tersebut. Obioma mengatakan “permisi” tiga kali, tetapi diabaikan. Setelah beberapa menit, Obioma berhasil merangsek ke tempat duduknya.

Tetapi sesaat setelah dia duduk, seorang anggota kru menyuruh Obioma pergi ke luar pesawat, di mana seorang karyawan lain mengatakan kepadanya bahwa dia akan dikeluarkan dari penerbangan. Gugatan itu mengatakan bahwa pilot secara pribadi meminta agar dia dipindahkan karena penumpang laki-laki, yang tidak teridentifikasi, telah mengeluh bahwa baunya “tajam,” dan dia tidak nyaman terbang bersamanya.

“Pada saat itu, Obioma tersesat, bingung, dan kehilangan arah. Pikirannya kosong dan dia benar-benar bingung,” menurut pengaduan itu. Obioma menjelaskan bahwa dia membawa anak-anaknya ke sekolah di Kanada untuk pertama kalinya, dan bahwa mereka memiliki janji yang tidak dapat mereka lewatkan.

Terlepas dari situasinya, anggota awak menolak untuk membiarkan Obioma kembali ke pesawat dan memindahkan seluruh keluarga dari pesawat. “Obioma menyaksikan anak-anak kecilnya keluar dari pesawat seperti penjahat, bingung dan linglung. Dia menangis tak terkendali untuk waktu yang lama. Anak-anak, yang duduk di kabin ekonomi, telah dipermalukan,” bunyi pengaduan itu.

Postcomended   Pengemudi Blue Bird Harus Beri Impresi Baik ke Wisatawan

Kantor humas United Airlines tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar, Sabtu. Dalam sebuah pernyataan kepada Houston Chronicle, seorang juru bicara mengatakan, perusahaan belum meladeni gugatan dan tidak dapat berkomentar karena proses pengadilan yang tertunda.

Gugatan itu menuduh bahwa United Airlines mendiskriminasi Obioma dan anak-anaknya selama insiden pada 4 Maret 2016 di George Bush Intercontinental Airport di Houston karena mereka berkulit hitam. Gugatan ini juga menuduh kru pesawat mengeluarkan Obioma bukan karena dia “mengganggu”, melainkan karena seorang pria kulit putih tidak ingin berbagi pesawat dengannya.

Ibu dan anak-anaknya ini harus menunggu lima jam sebelum mereka dapat naik pesawat lain dan melewatkan janji yang sudah dijadwalkan. Akibatnya, kata gugatan tersebut, Obioma harus mengeluarkan biaya lebih banyak.

Kasus Penumpang Diseret Paksa
Gugatan ini bukan hal yang baru terdengar dalam hal layanan pelanggan United Airlines. Pada April 2017, sebuah video yang menunjukkan petugas keamanan bandara Chicago menyeret paksa seorang penumpang bernama David Dao, keluar dari penerbangan. Dalam video itu mulut Dao terlihat berlumuran darah. Insiden ini membuat empat petugas keamanan bandara dipecat.

Postcomended   Ini Kata Media Asing tentang Bom Bunuh Diri Sekeluarga di Surabaya

Menurut Associated Press, Dao mencapai penyelesaian yang dirahasiakan dengan United beberapa minggu setelah insiden itu. Bulan lalu, dilaporkan CBS, salah satu petugas keamanan yang dipecat, James Long, menggugat United dan kota Chicago, mengklaim bahwa dia tidak dilatih dengan baik untuk menghadapi situasi dan bahwa dia telah difitnah.

Kemudian pada bulan Juli 2017, seorang penumpang harus menggendong putranya yang berusia 2 tahun di pangkuannya selama empat jam karena perusahaan penerbangan itu telah menjual kursinya ke penumpang siaga.

Lalu pada Maret tahun yang sama, seekor anjing berumur 10 bulan, dicekik mati setelah seorang pramugari memaksa pemiliknya untuk meletakkannya bagasi di atas kepalanya.(***/washingtonpost)