Mike Krieger dan Kevin Systrom (kredit: Instagram)

Mike Krieger dan Kevin Systrom (kredit: Instagram)

Instagram, Senin (24/9/2018), mengumumkan, dua co-founder-nya, Kevin Systrom dan Mike Krieger, telah mengundurkan diri dari aplikasi berbagi foto ini. Di blognya, Systrom menulis alasan normatif penyebab keluarnya  Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa sering terjadi bentrokan antara mereka dengan Mark Zuckerberg atas arah Instagram. Tren para pendiri startup keluar setelah diakuisisi, terjadi hampir di semua aplikasi.

Kevin Systrom (34) dan Mike Krieger (32) masing-masing mengundurkan diri dari posisinya sebagai sebagai chief executive officer dan chief technical officer. Reuters melaporkan alasan mereka keluar dari Instagram, seperti ditulis Systrom di blognya, yakni karena ingin mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka lebih jauh.

Systrom dan Krieger bertemu di Universitas Stanford, dan memiliki pekerjaan berbeda di Silicon Valley sebelum sepakat membentuk Instagram pada 2010.

Keluarnya mereka dari aplikasi penghasil pendapatan yang tumbuh paling cepat di grup Facebook ini datang hanya beberapa bulan setelah keluarnya Jan Koum, co-founder aplikasi perpesanan (messaging) milik Facebook lainnya, WhatsApp, meninggalkan jaringan sosial tersebut tanpa para pendirinya di belakang dua layanan terbesarnya ini.

Keluarnya mereka juga terjadi pada saat platform intinya, Facebook, mendapat kecaman tentang bagaimana cara medsos ini melindungi data penggunanya, saat Facebook menentang upaya politik untuk menyebarkan informasi palsu, dan saat pengguna yang lebih muda semakin menyukai cara-cara alternatif untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman. Kekhawatiran atas bisnis Facebook ini memicu aksi sapu bersih satu hari terbesar dalam sejarah pasar saham AS pada bulan Juli lalu.

Bloomberg melaporkan, pengumuman keluarnya Systrom dan Krieger ini muncul setelah sering terdengar terjadi bentrokan dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, atas arah Instagram. Dalam sebuah pernyataan, Zuckerberg menggambarkan keduanya sebagai “pemimpin produk luar biasa”.

Postcomended   Associated Press: Pengadilan Indonesia Menghukum Politisi yang Dipuji Presiden Donald Trump

“Saya telah belajar banyak bekerja dengan mereka selama enam tahun terakhir dan benar-benar menikmatinya. Saya mendoakan mereka semua yang terbaik dan saya melihat ke depan untuk melihat apa yang mereka bangun selanjutnya,” kata Zuckerberg.

Kepergian Koum pada Mei menyusul keluarnya co-founder WhatsApp lainnya, Brian Acton.
Itu menyebabkan perombakan jajaran eksekutif Facebook, yang meningkatkan kemampuan Zuckerberg untuk memengaruhi operasi sehari-hari.

Sekutu Zuckerberg, Chris Cox, yang memimpin pengembangan produk untuk aplikasi utama, Facebook, memperoleh hak mengawasi WhatsApp dan Instagram, yang telah diberikan kemerdekaan ketika Facebook membeli keduanya. Adam Mosseri, yang telah mengawasi newsfeed Facebook dan menghabiskan satu dekade bekerja erat dengan Zuckerberg, menjadi kepala produk Instagram.

Instagram dan Facebook sebenarnya telah beroperasi secara independen. Tapi karena regulator telah mendorong Facebook untuk meningkatkan perlindungan informasi untuk privasi individu, untuk memerangi kecanduan media sosial, dan untuk menghentikan informasi yang salah atau berita palsu, maka Zuckerberg dan para pemimpin lainnya menjadi berada di bawah tekanan untuk memantau unit di luar induknya, Facebook.

Postcomended   Pesan-dalam-Botol Tertua Ditemukan di Pantai Australia

Facebook membeli Instagram pada 2012 seharga 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 14 triliun). Aplikasi berbagi foto ini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan dan telah berkembang dengan menambahkan fitur seperti perpesanan dan video pendek. Pada 2016, ia menambahkan kemampuan untuk memposting tayangan slide yang menghilang dalam 24 jam, meniru fitur “stories” Snapchat Snap Inc.

Pendapatan global aplikasi foto tahun ini kemungkinan akan melebihi 8 miliar dollar AS, menunjukkan data dari konsultan iklan EMarketer. Peningkatan iklan di Instagram telah membuat harga rata-rata per iklan di seluruh aplikasi Facebook menurun tahun ini setelah setahun naik. Undang-undang privasi baru di Eropa juga mempengaruhi harga.

Instagram sebelumnya pernah dipuji di Silicon Valley sebagai akuisisi mencolok yang dilakukan dengan benar, dengan tim tetap relatif kecil dan Systrom memiliki kebebasan untuk menambahkan fitur seperti pesan peer-to-peer, upload video, dan iklan.

“Saya melihat Mark berlatih menahan diri dalam jumlah besar dalam memberi kami kebebasan untuk berlari, tetapi alasan mengapa saya pikir dia memberi kami kebebasan untuk berlari adalah karena ketika kami berlari, itu biasanya berhasil,” kata Systrom kepada Recode Juni lalu.

Mengenai hengkangnya para pendiri aplikasi ini, Co-Founder EchoSign, Jason M. Lemkin, seperti dilansir laman Daily Social, mencoba menganalisis mengapa para CEO keluar setelah terjadi proses akuisisi. Lemkin sendiri, yang cabut dari EchoSign setelah startup ini diakuisisi Adobe, mengatakan, alasan pertama pendiri hengkang adalah mereka tidak bisa bekerja untuk orang lain.

Postcomended   Maradona: Tak akan Ada "Gol Tangan Tuhan" jika Sudah Ada Wasit Video

Tidak menjadi boss tak apa-apa, namun kata Lemkin, mereka tidak terima ketika perusahaan yang mengakuisisi mengatur apa yang harus dilakukan dan yang tidak. Alasan lainnya adalah keinginan membangun produk lainnya dan memulai petualangan baru. Sebagian lain juga mulai merasa lelah dan sekadar perlu istirahat.

Bilapun proses akuisisi berjalan dengan baik, sebut Lemkin, kebanyakan CEO akan bertahan 2-3 tahun saja sejak diakuisisi. Bisa pula mereka undur diri dengan alasan insentif ekonomi yang tidak memuaskan dari perusahaan pengakuisisi.***

Share the knowledge