Foto dokumen Polda Metro Jaya terkait penangkapan 141 orang yang diduga pesta seks gay – http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39996021?ocid=socialflow_twitter

Dalam akun Twitternya, pengacara LBH Jakarta, Alldo Felix menyatakan bahwa kepolisian telah melanggar hak atas privasi korban penggerebekan Atlantis dengan memaksa mereka berfoto telanjang.

Kicauannya tersebut berkaitan dengan penangkapan ratusan pria oleh Kepolisian Metro Jakarta Utara. Ratusan pria tersebut diduga terlibat dalam pesta seks gay di pusat kebugaran Atlantis di kawasan Kelapa Gading, Minggu (21/05/2017) malam. Kalangan pegiat hak asasi manusia mengecam tindakan kepolisian itu.

Postcomended   Miyabi dan Lelakinya

Koalisi advokasi untuk tindak kekerasan terhadap kelompok minoritas identitas dan seksual menilai, kepolisian telah melakukan ‘penangkapan sewenang-wenang’ dengan menelanjangi para korban. Menurut mereka, di kantor polisi, sejumlah korban digiring untuk diperiksa tanpa mengenakan pakaian, bahkan ketika mereka didampingi oleh kuasa hukum.

Postcomended   Anggun Dampingi David Foster Lagi di "Asia's Got Talent"

Kepolisian setempat memotret para korban dalam kondisi tidak berbusana dan menyebarkan foto tersebut hingga menyebar viral—baik melalui pesan singkat, media sosial maupun pemberitaan. Menurut koalisi dan aktivis kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), Hartoyo, tindakan tersebut adalah tindakan sewenang-wenang dan menurunkan derajat kemanusiaan para korban.

Tahun 2016 lalu, presiden Jokowi sempat mengatakan bahwa tidak ada diskriminasi untuk minoritas, baik yang terkait dengan etnis, dengan agama semuanya akan diberikan perlindungan. Namun ia menambahkan bahwa, “masyarakat Indonesia mempunyai budaya, mempunyai norma- norma, dan di Indonesia, keyakinan (umum) memang tidak memperbolehkan itu, Islam tidak memperbolehkan itu.”

Postcomended   Jaringan Pedofil Internasional Manfaatkan Hampir Semua Media Sosial