Ditolak Jadi Pembicara di Unla Bandung, Nurul Arifin Merasa ... Kompas Regional750 × 500Search by image Politisi Partai Golkar Nurul Arifin saat diwawancarai awak media di kawasan Jalan Riau, Bandung,

Ditolak Jadi Pembicara di Unla Bandung, Nurul Arifin Merasa … Kompas Regional750 × 500Search by image Politisi Partai Golkar Nurul Arifin saat diwawancarai awak media di kawasan Jalan Riau, Bandung,

Politisi Nurul Arifin (51) boleh mengaku tak membawa misi politik dalam menjalankan kegiatannya belakangan ini. Namun niatnya mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung periode 2018-2023, tak pelak menimbulkan kecurigaan atau ketidaknyamanan sebagian pihak. Alhasil, dia ditolak bicara di Universitas Langlangbuana (Unla) pada Selasa (20/9/2017). Nurul pun merasa dilecehkan.

“Ini pelecehan intelektual. Ini kan mereka yang minta, dan saya sudah membuat presentasi sesuai dengan apa yang mereka inginkan,” kata Nurul kepada wartawan di kawasan Jalan Riau, pada hari yang sama.

Postcomended   Cina Peringatkan AS; Akan Balas Jika Impor Baja Dibatasi

Kompas melaporkan, politisi Partai Golkar ini meradang setelah ditolak menjadi pembicara dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan (Mepeling) Fakultas Ekonomi Unla, Bandung. Sedianya, Nurul diundang pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unla.

Nurun heran dengan penolakan pihak kampus. Tidak mungkin kata Nurul, mahasiswa membuat acara tanpa sepengetahuan pihak kampus.

Teguh Rizki, staf Humas Unla, membenarkan kabar tersebut. “Tadi cuma sebentar kok, pas ditolak oleh Wakil Rektor III, pulang lagi.”

Sebelumnya, dikutip dari Antara, Nurul menyatakan siap maju dalam pemilihan wali kota Bandung periode 2018-2023. Nurul menyatakan ingin meneruskan pekerjaan Wali Kota Bandung saat ini, Ridwan Kamil.

Postcomended   7 Destinasi Digital Dunia Parawisata Indonesia

Menurut Nurul, dia telah ditugaskan oleh Ketua Umum (Setya Novanto) dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Ia diminta untuk melakukan sosialisasi kepada tokoh dan masyarakat Kota Bandung.

Pemilik nama lengkap Nurul Qomaril Arifin ini, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Juli 1966. Awalnya dia dikenal sebagai pemain film, antara lain film-film “panas” Indonesia. Dia juga beberapa kali menjadi Warkop’s Girls.

Istri wartawan Intisari, Mayong Suryolaksono, ini, mulai menapaki karir politil sebagai anggota DPR dari Fraksi Golkar periode 2004 – 2009 dan 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat VII. Saat ini posisinya di Golkar adalah Wakil Sekjen DPP Partai Golkar.***

Postcomended   Tiga Pegawai PBB Mengaku Dilecehkan Seorang Pejabat UNAIDS
Share the knowledge