Djanur menyebut hanya Patrick Cruz pemain yang gagal digaet Liga Olahraga500 × 375Search by image Djadjang Nurdjaman saat diwawancara di Mes Persib, Rabu (1/2/2017)

Djanur menyebut hanya Patrick Cruz pemain yang gagal digaet Liga Olahraga500 × 375Search by image Djadjang Nurdjaman saat diwawancara di Mes Persib, Rabu (1/2/2017)

Undur diri sebagai pelatih klub sepak bola yang telah membesarkannya, Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman (Djanur) akhirnya bersedia berlabuh di PSMS Medan. Tapi bukankah PSMS merupakan musuh bebuyutan Persib sejak berpuluh tahun silam? Djanur sendiri yang juga mengatakan ini pada Maret lalu. Dia juga sempat bilang, Persib dan PSMS sekarang beda kasta. Namun kini Pria 52 tahun ini mungkin tengah bertekad menyetarakan kasta PSMS.

Sakit hati walau sedikit sah sah saja ketika Djanur harus menyatakan mengundurkan diri dari Persib. Tengok pernyataan Djanur sebagai alasan pengunduran dirinya: “Mereka (keluarga) tidak rela melihat saya dihina dengan perkataan-perkataan yang tidak etis,” ujar Djanur kepada Pikiran Rakyat, Selasa 6 Juni 2017.

Postcomended   Media Inggris Masukkan Egy Maulana dalam Daftar 60 Pesepakbola Muda Terbaik

Djanur menceritakan, permintaan untuk mengundurkan diri terutama diungkapkan oleh anak-anaknya. Mereka tidak rela ayahnya dicaci maki dengan perkataan-perkataan kasar oleh sejumlah bobotoh.

“Kalo aja semua mengerti. Tapi sebagai anak yang sayang banget sama papa, Mira nangis liat muka papa yang begitu, hati Mira nangis nggak terima papa diomongin yang nggak pantes.” Demikian cuplikan surat dari salah seorang putri Djanur.

Maka, herankah jika sekarang Djanur menerima pinangan “musuh bebuyutannya” itu? Seperti dilansir situs berita PRFM Selasa (19/9/2017), mantan pelatih Persib Bandung ini resmi menjadi pelatih PSMS Medan untuk menjalani babak 16 besar Liga II 2017.

Postcomended   Raih 83,3% SMS, Nama "Gelora Bandung Lautan Api" Diresmikan (1)

Bahkan pelatih berlisensi A AFC ini sudah akan membesut tim Ayam Kinantan ini pada pertandingan perdana babak ke-16 besar menghadapi PSIS Semarang pada Kamis (21/9/2017). Meski isu sudah merebak, namun Djanur sempat mengaku belum mendapat telepon dari pihak PSMS.

Pelatih yang sukses membawa Persib merebut dua gelar bergengsi: ISL 2014, dan Piala Presiden 2015 ini, disebut bakal mendepak Mahruzar Nasution dari kursi pelatih.

Dimuat Kompas, sejak mundur dari kursi pelatih Persib Bandung pada 15 Juli 2017, Djanur berstatus tanpa klub. Dia gagal mengangkat prestasi tim Maung Bandung itu pada putaran pertama Liga 1.

Postcomended   Raih 83,3% SMS, Nama "Gelora Bandung Lautan Api" Diresmikan (2)

Hingga pekan ke-14, tim berjuluk Maung Bandung ini  telah menelan lima kekalahan, lima hasil imbang, dan lima kemenangan. Dengan hanya mengoleksi 20 poin, Persib tercecer ke peringkat ke-12.

Pihak PSMS sendiri seperti dilansir Tribun Medan, mengatakan pihaknya tertarik mendatangkan Djanur lantaran dia sosok yang tak asing lagi bagi PSMS.

Ketua Harian PSMS, Kisharianto Pasaribu, 14 September 2017 lalu mengatakan, “Djanur tahu bagaimana PSMS dan pernah juga ke sini. Pengalaman dia sebagai pelatih juga tidak perlu diragukan lagi.”

Djanur, kata Kisharianto, dipastikan sudah akan melatih PSMS sebelum bersua PSIS Semarang nanti jika negoisasi susah selesai.***