(sumber foto: SFGate)

Donald Trump mulai seperti seorang chauvinist di tengah kesepakatan dunia memulai era globalisasi. Dia mengatakan Harley-Davidson seharusnya “tidak pernah” dibangun di luar negeri. Dia menyerang rencana pemindahan beberapa produksi sepeda motor ikon Amerika ini ke luar negeri. Padahal perusahaan juga beralasan melakukannya akibat terompet perang tarif yang ditiup Trump.Perusahaan memindahkan beberapa produksi ke luar negeri untuk menghindari tarif Eropa. Presiden Amerika Serikat (AS) ini mengatakan, pabrik terbaru di Thailand untuk membangun sepeda motor ikonik AS ini, akan menjadi penanda perusahaan “menyerah” dan “dimulainya suatu akhir”.

Pekan lalu, Uni Eropa (UE) memberlakukan tarif pembalasan atas barang-barang AS, termasuk bourbon, jus jeruk, dan sepeda motor. Tarif UE adalah respon terhadap bea masuk baru AS pada impor baja dan aluminium.

Menanggapi situasi ini, pihak Harley-Davidson mengatakan, peningkatan biaya adalah beban “substansial”. Namun Trump menuduh, Harley-Davidson telah membuat keputusan memindahkan beberapa produksinya ke Thailand sebelum perselisihan perdagangan meletus, dan menggunakan tarif sebagai “alasan”.

Tetapi perusahaan –yang juga memiliki pabrik di Australia, Brasil, dan India– mengatakan bahwa mereka merencanakan pabrik baru ini setelah Trump menarik diri dari kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP), yang akan menurunkan tarif di Asia.

Postcomended   Lakukan Ini untuk Menguatkan Ingatan

Di akun Twitter-nya @realDonaldTrump, Trump mengatakan, karyawan dan pelanggan perusahaan “sudah sangat marah kepada mereka” karena “mereka menyerah, mereka berhenti!”
Trump juga mengatakan jika mereka melanjutkan dengan rencana mereka untuk memindahkan produksi ke Thailand, “Aura akan hilang dan mereka akan dikenakan pajak tidak seperti sebelumnya!”

Dalam serangkaian posting, presiden menyatakan bahwa Harley Davidson tidak akan bisa menjual sepeda motornya kembali ke AS dari Thailand “tanpa membayar pajak besar”. Harley-Davidson membalas telak dengan mengatakan pihaknya tetap mengoperasikan empat pabrik di AS.

Sengketa antara Trump dengan pabrikan sepeda motor besar ini dimulai Senin (26/6/2018) setelah Harley-Davidson mengatakan manufaktur untuk pasar Eropa akan ditransfer dari AS ke negara lain.
Trump menyatakan terkejut bahwa perusahaan telah menjadi pihak pertama yang mengibarkan bendera putih. Padahal kata Trump, “Saya berjuang keras untuk mereka.”

Dia juga mengatakan bahwa AS “membuka pasar-pasar yang tadinya tertutup” dengan sistem tarif baru, dan mengatakan negara itu akan segera menyelesaikan studinya ke dalam tarif impor mobil dari UE. Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif 20% pada mobil UE setelah blok negara-negara Eropa ini memberlakukan tarif pembalasan.

Postcomended   Lokakarya untuk Sekolah-sekolah Filipina Belajar Islam dari Indonesia

Alasan Harley Davidson
Tanpa menyebut dimana, Harley-Davidson mengatakan akan meningkatkan investasi di pabrik internasionalnya, dengan harapan produksi akan meningkat untuk 9-18 bulan. Menurut mereka, tarif akan menambahkan, rata-rata, 2.200 dolar AS untuk setiap sepeda motor yang diekspor ke Eropa karena pajak impornya meningkat dari 6% menjadi 31%.

Perusahaan, yang menjual hampir 40.000 sepeda motor di Eropa tahun lalu ini mengatakan, mereka berencana menyerap biaya tersebut daripada menyerahkannya kepada pelanggan dan berisiko merusak penjualan.

Beberapa serikat pekerja AS tidak mendukung keputusan ini. Asosiasi Masinis dan Pekerja Aerospace Internasional, yang mewakili beberapa karyawan Harley lebih mendukung keputusan tarif Trump. “Apakah Harley bahkan mengerti apa arti ‘Made in America’?” kata Robert Martinez Jr, presiden internasional serikat buruh.

Alasan Trump melakukan penerapan tarif adalah untuk melindungi industri baja dan aluminium AS, yang katanya sangat penting untuk keamanan nasional. Namun kini AS harus menerima pembalasan dari negara-negara UE, Kanada, Meksiko, India, dll, dengan menaikkan biaya logam untuk produsen AS.

Postcomended   TOUR BROMO MIDNIGHT

Perusahaan AS mulai dari pembuat kapal hingga pabrikan kuku telah memperingatkan Washington tentang konsekuensi meningkatnya ketegangan perdagangan ini.(***/BBC)

Share the knowledge