Ekonomi

Dongkrak Rupiah, Tahir “Take Profit” Senilai Rp 2 Triliun

Dato Sri Tahir, orang terkaya kedelapan di Indonesia (sumber gambar: https://www.youtube.com/watch?v=8-QbGmDHq4I)

Dato Sri Tahir, orang terkaya kedelapan di Indonesia (sumber gambar: https://www.youtube.com/watch?v=8-QbGmDHq4I)

Di saat rupiah makin menjauh dari Rp 14.000 ribu per dolar AS, Tahir, salah seorang manusia terkaya di Indonesia, menukar uang dolarnya ke rupiah senilai Rp 2 triliun. Hari ini, Senin (15/10/2018), bersamaan dengan CEO Mayapada Group itu menukar dolarnya, rupiah telah menembus Rp 15.246. Seperti yang dilakukan Tahir, ekonom menyarankan agar para pemegang dollar “take profit” dulu.

“Bahasa marketnya take profit dulu, tukar dulu ke Rupiah dolar AS nya,” saran ekonom Josua Pardede, seperti dikutip Detikcom September lalu. Take profit atau istilah harfiahnya adalah “ambil untung” dulu ini telah menjadi bahan bulan-bulanan warganet terhadap Cawapres Sandiaga Uno yang pada awal September 2018 melakukan aksi tukar ke rupiah senilai 1.000 dollar AS.

Menurut Sandi, saat itu total asetnya yang ditukar ke rupiah sudah mencapai 95 persen. Dia mengaku belum pernah memegang rupiah sebanyak itu sebelumnya. Dan dia tidak masalah jika hal tersebut dianggap sebagai pencitraan karena memang dibutuhkan Indonesia.

Postcomended   12 Agustus 2017, Puncak Kedatangan Tamu Antariksa Tahunan

Namun warganet sempat mencibir mengapa Sandi baru mau menukar dolarnya setelah dolar naik. Paradigma ini dibantah politisi PKS, Refrizal, melalui akun Twitternya. Menurutnya, jika Sandi ingin mengambil untung, bisa saja dia menahan dolarnya sampai jatuh tempo pembayaran (surat) utang pemerintah dan BUMN pada Desember ini.

Sementara itu Tahir alias Dato Sri Tahir –nama penghargaan pemberian Malaysia– dikabarkan telah menukarkan dolar AS dan Singapura senilai Rp 2 triliun yang dia pegang, ke dalam rupiah sebagai upaya untuk memperkuat mata uang Indonesia.

“Saya menukarkan 93 juta US dollar plus tambahan 55 juta dollar Singapura ke dalam rupiah pekan lalu,” katanya di kantor BI di Jakarta, Senin.

Postcomended   Mengintip Isi Garasi Cristiano Ronaldo #TimnasDay

Dana senilai Rp 2 triliun tersebut sebelumnya disimpan pemilik nama asli Ang Tjoen Ming ini di bank di Singapura. “Sebagai warga negara, daripada disimpan di luar negeri lebih baik disimpan di sini saja,” ujar CEO Mayapada Group ini, seperti dikutip Solopos.

Dilansir The Jakarta Post, dia mengatakan itu adalah cara baginya untuk membantu rupiah mendapatkan kembali kekuatannya. Menurut kurs spot dolar interbank Jakarta (JISDOR), rupiah Senin ini berada di posisi 15.246 per dolar AS.

Mengapa para pemilik modal lebih suka memegang dollar? Pengamat Pasar Modal, Yanuar Rizky, mengatakan bahwa investasi dalam bentuk dolar AS memang masih menjanjikan. Menurutnya, dolar masih pegang kendali dan nilainya tidak akan anjlok ketika memang digunakan untuk investasi jangka panjang.

“(Keuntungan) dolar jangan dilihat secara harian, pasti volatilitasnya tinggi. Lebih ke forward looking atau melihat investasi jangka Panjang,” ungkap Yanuar seraya menambahkan bahwa pegang dolar itu lebih kepada mengamankan asset.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top