Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo aka Mang Udel

Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo aka Mang Udel

Nasional Trending Berita hari ini
Share the knowledge

Mang Udel adalah putra seorang wedana di daerah Pasuruan. Ia menamatkan sekolah dasar zaman Belanda, HIS, tahun 1930 lalu melanjutkan sekolah lanjutan yaitu MULO, di Solo tahun 1936. Mang Udel yang di kalangan dekatnya dipanggil juga Mas Pung, melanjutkan studi di sekolah pertanian LMS di Bogor pada tahun 1940. Pada tahun 1945, ia mengisi acara Sepintas Lalu di Radio Republik Indonesia (RRI) di Jakarta serta berjuang di daerah Cikampek tahun 1946 semasa perang kemerdekaan.

Setelah vakum kegiatan siaran selama masa revolusi itu, pada tahun 1951 Mang Udel bertemu dengan pasangannya, yaitu Hardjodipuro, lantas meneruskan acara Sepintas Lalu-nya. Keduanya sepakat membentuk duet Mang Cepot dan Mang Udel dan bertahan hingga akhir dekade 70-an. Sementara itu, karier Mang Udel di luar panggung cukup bagus.

Ia mendapatkan gelar sarjana muda biologi pada tahun 1961 dari Fakultas Biologi Universitas Nasional dan menjadi asisten ahli anatomi patologi di Fakultas Kedokteran UI tahun itu juga. Pada tahun 1966, arek Pasuruan ini menjadi dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Gigi UI dan juga dosen biologi di Universitas Tarumanegara, Jakarta. Lalu antara tahun 1967 dan 1971, Mang Udel menjadi pejabat Dekan Universitas Nasional. Mang Udel kemudian pensiun dari Universitas Indonesia pada tahun 1975 dan untuk mengisi kegiatannya setelah itu, Mang Udel menjadi pemandu wisata tahun 1977.

Postcomended   Seekor nyamuk diletakkan di bawah mikroskop, diperbesar 400 kali!, ini faktanya #beritahariini

Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 7 Oktober 1923 – meninggal di Jakarta, 27 Oktober 2006 pada umur 83 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Mang Udel adalah seorang aktor, pembawa acara, radio, dan pelawak Indonesia. Nama populer Mang Udel diambil dari nama tokoh dalam acara obrolan Sepintas Lalu di RRI yang dibawakan oleh dirinya dan Mang Cepot pada akhir 1946. Ia menikah dengan Sri Sufinati, anak dari Ibu Sud, pencipta lagu anak-anak Indonesia, dan dikaruniai tiga orang anak.

Postcomended   Habitat Menyusut Memaksa Harimau Sumatra Keluar dari Wilayah Aslinya

 

Pendidikan :
Openbare Europese Lagere School di Jember (1939),
Openbare Gouvernements MULO di Solo (1940),
Sekolah Pertanian Menengah Tinggi (SPMT) Bogor (1944),
Fakultas Biologi Universitas Nasional,
Kursus Public Relation pada Lembaga Administrasi Negara (LAN),
Kursus Protokol Departemen Luar Negeri,
Kursus Bahasa Inggris (1974),
National University, Canberra, Australia

Karir :
Sangyobu Nomuka /
Jawatan Pertanian jaman pendudukan Jepang (1942),
Jakarta Hosokyoku /
Radio Militer Jepang di Indonesia, Jakarta (1944),
Kepala gudang Intraport,
(1948-1955),
Seksi Film USIS Amerika
Asisten Ahli bagian penelitian Lembaga Patologi Fakultas Kedokteran UI di Jakarta (1973),
Dosen Luar biasa Biologi
FKG-UI,
Dekan Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta

Postcomended   Jelajahi Serunya Destinasi Lebaran Bandung

Filmografi :
Heboh (1954),
Djuara 1960 (1956),
Intan Berduri (1972),
Si Mamad (1973),
Laila Majenun (1975),
November 1828 (1978),
Budak Nafsu (1984),
Si Badung (1990),
Pasir Berbisik (2000)

Sinetron :
Losmen (1985-1987),
Noktah Merah Perkawinan (1996),
Pijit Dangdut (1997)

Prestasi :
Pemeran Utama Pria Terbaik dengan pujian FFI 1974 dalam film Si Mamad,
Penghargaan Kesetian Profesi 1993 dari Dewan Film Nasional


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work