Internasional

Dua Lusin Negara Telah Usir 150 Diplomat Rusia, Rusia Siap Membalas

Nerve agent attack: Condition of spy's daughter Yulia Skripal ... Sky News Nerve agent attack: Condition of spy's daughter Yulia Skripal 'improving rapidly'

Nerve agent attack: Condition of spy’s daughter Yulia Skripal … Sky News Nerve agent attack: Condition of spy’s daughter Yulia Skripal ‘improving rapidly’

Putri mantan mata-mata Rusia yang diracun dalam serangan agen-saraf, Yulia Skripal (33), keluar kondisi kritis. Hal itu dikatakan rumah sakit yang merawat Yulia Kamis (29/3/2018). Sementara ayahnya, Sergei Skripal (66), masih dalam kondisi kritis. Keduanya diduga diracun oleh Rusia. Akibat peristiwa ini, dua lusin negara telah mengusir lebih dari 150 diplomat Rusia, termasuk 60 yang dikeluarkan oleh AS.

Salisbury NHS Trust, yang mengawasi rumah sakit tempat anak-bapak Skripal ini dirawat, mengatakan, Yulia pulih pesat dan tidak lagi dalam kondisi kritis. Kondisinya sekarang stabil. “Dia telah merespon perawatan dengan baik, tetapi terus menerima perawatan klinis dari ahli selama 24 jam sehari,” kata Dr Christine Blanshard, Direktur Medis Salisbury District Hospital.

Kedua Skripal ditemukan tidak sadarkan diri di kota Salisbury, Inggris, pada 4 Maret 2018. Otoritas Inggris mengatakan mereka diracuni dengan agen saraf kelas militer. Polisi mengatakan mereka kemungkinan terpapar di pintu rumah mereka di pinggiran kota Salisbury, tempat konsentrasi tertinggi bahan kimia itu ditemukan.

Postcomended   Asian Games 2018, Reog, dan Tarian Nusantara Dipromosikan di Hiroshima

Sekitar 250 petugas kontraterorisme dikerahkan untuk melakukan penyelidikan, menapak kembali gerakan Skripal untuk mengungkap bagaimana racun itu dikirim.
Sergei Skripal (66), mantan perwira intelijen militer Rusia, dipenjara setelah ia menjual rahasia kepada intelijen Inggris. Dia dibebaskan dalam pertukaran mata-mata pada 2010 dan pindah ke Inggris.

Pemerintah Inggris mengatakan, dia dan putrinya yang berkunjung dari Rusia, diracuni dengan agen syaraf yang dikembangkan di masa Rusia masih betnama Uni Soviet dan itu pasti berasal dari Rusia. Moskow dengan keras menyangkal keterlibatan dalam serangan yang telah memicu krisis diplomatik antara Rusia dan Barat ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Kamis bahwa tuduhan Inggris adalah “penipuan” dan “provokasi internasional.” Lebih dari dua lusin negara telah mengusir lebih dari 150 diplomat Rusia, termasuk 60 yang dikeluarkan oleh AS. Bekas republik Soviet, Georgia, bergabung dalam daftar itu Kamis, dan mengatakan akan mengusir satu diplomat Rusia dalam solidaritas dengan Inggris. Pengumuman ini menyusul pengusiran para diplomat Rusia oleh negara-negara Uni Eropa, AS, NATO dan negara-negara lain.

Postcomended   Prince Harry – Meghan Markle Tunda Bulan Madu Demi Tugas Negara

Kementerian Luar Negeri Georgia mengutuk peracunan dua Skripal, dan menyebutnya sebagai “tantangan serius bagi keamanan bersama”. Georgia memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia setelah perang singkat di Republik Ossetia Selatan yang memisahkan diri.

Zakharova mengatakan, pengusiran ramai-ramai itu datang setelah adanya tekanan “kolosal” dari Washington dan London. Negara-negara tersebut, kata Zakharova, telah menyerah pada “membuat kesalahan besar”. Dia lalu menegaskan bahwa pembalasan Rusia akan segera datang.(***/AP)

Postcomended   18 Mei dalam Sejarah: St Helens Meletus, Terparah dalam Sejarah Amerika

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top