Internasional

Dua Perempuan Muslim Melangkah ke Kongres AS untuk Pertama Kalinya

Share the knowledge

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib (Astrid Stawiarz/Getty Images for Tribeca Film Festival / Paul Sancya/AP/Shutterstock --via Bustle.com)

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib (Kredit: Astrid Stawiarz/Getty Images for Tribeca Film Festival/Paul Sancya/AP/Shutterstock –via Bustle.com)

Rashida Tlaib (42), perempuan keturunan Palestina, dan Ilhan Omar (36), keturunan Somalia, telah menjadi dua wanita Amerika Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres (DPR) Amerika Serikat (AS). Keduanya terpilih dalam pemilu paruh waktu AS yang digelar Senin (6/11/2018), di tengah gaung Islamphobia yang menguat di bawah rezim Republikan. Pekan lalu, satu imenemukan bahwa dua dari lima orang Amerika berpikir Islam tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika.

Tlaib mengambil distrik kongres ke-13 di Michigan dalam suatu pertarungan di mana ia adalah satu-satunya kandidat partai utama. Sementra itu Omar memenangkan distrik kongres kelima yang sangat demokratis di Minnesota, menggantikan anggota Kongres Muslim pertama, Keith Ellison, yang mengosongkan tempat duduknya untuk ikut dalam pemilihan kejaksaan umum negara bagian.

Tlaib lahir di Detroit dari orang tua imigran Palestina. Dia membuat sejarah pada 2008 dengan memenangkan kursi legislatif Michigan, menjadi wanita Muslim pertama yang melakukannya. Platform kampanyenya termasuk janji mengamankan upah minimum 15 dollar AS, mencegah pemotongan untuk program kesejahteraan seperti Medicare dan Jaminan Sosial, serta menghentikan keringanan pajak untuk perusahaan besar.

Postcomended   Jagal Christchurch Mengaku Tidak Bersalah

Omar, yang tiba di AS pada usia 14 tahun setelah melarikan diri dari perang sipil di Somalia, berkampanye di platform progresif yang sama, yang menyerukan kesehatan universal dan perguruan tinggi bebas biaya.
Dia mengatakan kehidupan politiknya mulai menghadiri kaukus Partai Buruh Demokrasi Petani setempat dengan kakeknya setelah tiba di AS.

Postcomended   Airbus Umumkan Batal Teruskan Proyek Superjumbo A380, Sejumlah Pekerjaan Terancam

Islamophobia

Terpilihnya Tlaib dan Omar untuk melangkah ke DPR AS, terjadi di tengah perasaan negatif yang meluas terhadap Muslim Amerika oleh rekan-rekan mereka. Satu penelitian yang dirilis minggu lalu oleh New America Foundation dan American Muslim Institution menemukan, sekitar dua dari lima orang Amerika berpikir bahwa Islam tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika, dan bahwa jumlah yang sama percaya bahwa Muslim tidak patriotik seperti warga lainnya.

Kelompok hak-hak sipil Muslim AS mengatakan, banyak retorika anti-Muslim berasal dari media, serta pembentukan politik negara itu. Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengidentifikasi sebagai Republikan (anggota partai Republik yang saat ini berkuasa di Gedung Putih) kemungkinan besar memiliki ide-ide negatif tentang Islam dan Muslim. Laporan terbaru lainnya, yang diterbitkan Muslim Advocates, menemukan lebih dari 80 contoh kandidat politik menggunakan retorika anti-Muslim pada 2017 dan 2018.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top