Internasional

Ekuador Beri Ultimatum Kucing pada Pendiri WikiLeaks

Kucing Julian Assange yang didandani memakai dasi, mengintip wartawan yang berkerumun di depan kedutaan Ekuador di London (Photo: Getty via metro.co.uk)

Kucing Julian Assange yang didandani memakai dasi, mengintip wartawan yang berkerumun di depan kedutaan Ekuador di London (Photo: Getty via metro.co.uk)

Di tengah isu Rusia ingin membantu Juliuan Assange kabur dari kejaran Amerika Serikat (AS), dan bahwa Ekuador sebelumnya sering mengeluhkan biaya “pemeiharaan” Assange di kedutaannya di London, ternyata pendiri Wikileaks ini masih di sana. Namun kedutaan Ekuador menetapkan  seperangkat aturan rumah baru, termasuk membersihkan kamar mandi dan merawat kucingnya dengan lebih baik jika tak mau disita. Ada kesan Ekuador mengendor.

Si Peniup-peluit ini dikirimi memo oleh pihak kedutaan yang memperingatkan bahwa teman kucingnya bisa disita jika tidak Assange tidak menjaga kesejahteraan, makanan, dan kebersihan kucing itu. Ultimatum ini ditulis dalam bahasa Spanyol, BBC melaporkan Selasa (16/10/2018).

Yang mungkin akan menggembirakan Assange yang sudah bersembunyi di kedutaan itu sejak 2012 ini adalah, pihak kedutaan mengatakan akan memulihkan sebagian koneksi internetnya. Seperti diketahu, kedutaan Ekuador pada Maret lalu telah memotong akses internet Assange.

Salah satu penyebabnya adalah karena biaya “pemeliharaannya” di kedutaan, membengkak. Pada  pada awal tahun ini, Assange pernah bercuit di Twitter-nya: “Hemat air, jangan mandi.”

Postcomended   Alih-alih Melemahkan, Perang Dagang Terindikasi Membuat Cina Makin Kuat

Dalam satu set pedoman yang disodorkan kepada Assange bulan ini, Ekuador memperingatkan lelaki 47 tahun ini untuk memberikan perawatan yang lebih baik kepada kucing yang dia pelihara di kedutaan, kecuali jika ingin kucing itu diserahkan ke tempat perlindungan.

Kucing yang diberikan kepada Assange oleh anak-anaknya itu sering muncul di jendela kedutaan untuk menyaksikan para wartawan berkumpul di luar. Kucing itu juga memiliki akun Twitter sendiri, yang mengatakan bahwa dia “interested in counter-purrveillance” –mengandung kata pelesetan kebiasaan kucing yang suka mendengkur.

Tidak jelas apa yang ada di balik kekhawatiran Ekuador terhadap perlakuan Assange terhadap teman sekamarnya itu. Isu kucing ini dan bahwa akses internet Assange akan dipulihkan terlihat seperti Ekuador –yang pernah menunjukkan sikap keras pada keberadaan Assange di kedutaannya, termasuk ihwal sikap Presiden baru Ekuador, Lenin Moreno– mulai mengendor. Assange seperti memiliki posisi tawar tinggi bagi Ekuador.

Mengenai ini, Profesor Santiago Bassabe, staf pengajar dan pengamat masalah Amerika Latin, pernah menilai bahwa Ekuador lebih dari hanya ingin melindungi hak asasi Assange. Selama ini, kata Bassabe, Assange dengan WikiLeaks-nya dicitrakan sebagai seorang pejuang kebebasan berbicara dan berpendapat.

Postcomended   Hubungan Australia dan Cina Membeku, Sebeku Es Antartika

Dengan bekal itu, menurut Bassabe, pemerintah Ekuador berharap dapat memulihkan citra mereka di tengah derasnya kritik terhadap mereka soal keterbukaan menyampaikan opini dan pers.

Assange tetap berada di kedutaan setelah mencari suaka untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan pemerkosaan. Dia menuduh bahwa tuduhan itu bermotif politik dan dapat menyebabkan dia diekstradisi ke AS atas penerbitan dokumen rahasia militer AS dan kabel diplomatik yang bocor ke seluruh dunia setelah dimuat pada 2010 di situs WikiLeaks. Swedia kemudian membatalkan penyelidikannya.

Diplot Kabur ke Rusia?

Ultimatum kucing ini muncul tak lama setelah Assange dikabarkan sedang diupayakan untuk bisa melarikan diri dari kedutaan ekuador. The Guardian melaporkan, pendiri situs pembocor kawat diplomatik asal Australia ini  telah diberi kewarganegaraan Ekuador, dan ditunjuk menjadi anggota dewan di kedutaan Ekuador untuk Rusia pada 19 Desember 2017.

Hal ini diduga dilakukan sebagai bagian dari rencana pelarian yang gagal. “Jabatan” itu kemudian ditarik setelah Inggris menolak mengakui status diplomatnya. Sebuah dokumen rahasia yang ditandatangani oleh deputi menteri luar negeri Ekuador Jose Luis Jacome muncul untuk menguatkan informasi dari berbagai sumber bahwa Rusia akan menjadi tujuan akhir bagi Assange jika rencana itu berhasil.

Postcomended   Guatemala Ikuti Jejak AS Bakal Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Menurut The Guardian, keterlibatan Rusia –negara yang menjamin Assange tidak akan menghadapi risiko ekstradisi ke AS– mengangkat pertanyaan baru tentang hubungannya dengan Kremlin. Assange diduga telah menjadi tokoh kunci dalam penyelidikan kriminal AS yang sedang berlangsung ke dalam upaya Rusia untuk memengaruhi hasil pemilihan Presiden AS pada 2016 yang memenangkan Donald Trump.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top