Internasional

Ekuador Terancam Bokek Demi Lindungi Boss WikiLeaks

Share the knowledge

How Powerful Is WikiLeaks? - YouTube YouTube

How Powerful Is WikiLeaks? – YouTube YouTube

Ekuador kini dilanda pusing tujuh keliling. Pasalnya mereka kedapatan harus membiayai operasi mata-mata bernilai jutaan dolar untuk melindungi dan mendukung boss WikiLeaks, Julian Assange, yang hingga kini masih tinggal di kedutaan besarnya di London, Inggris. Menurut dokumen yang diperoleh the Guardian, untuk semua itu mereka harus mempekerjakan perusahaan keamanan internasional dan agen rahasia untuk mengawasi para pengunjung, staf kedutaan, dan bahkan polisi Inggris.

Selama lebih dari lima tahun, Ekuador mengeluarkan sedikitnya 5 juta dolar AS (sekitar Rp 68 miliar) ke dalam anggaran intelijen rahasia untuk operasional pendiri situs whistleblowing itu. Selama berada di kedutaan Ekuador, Assange misalnya mendapat kunjungan Nigel Farage, anggota kelompok nasionalis Eropa dan individu yang terkait dengan Kremlin, juga tamu-tamu lainnya termasuk para peretas, aktivis, pengacara, dan jurnalis.

Menjelang pemilihan presiden AS pada 2016, WikiLeaks merilis beberapa kumpulan email yang terhubung ke partai Demokrat dan kampanye Hillary Clinton. Bulan lalu, Komite Nasional Demokrat AS mengajukan gugatan terhadap pemerintah Rusia, kampanye Donald Trump, dan WikiLeaks, dengan tuduhan persekongkolan untuk membantu mengayun pemilihan Trump.

Postcomended   Ada Nomadic Tourism di Rakornaspar Bali

Dokumen menunjukkan program intelijen yang disebut “Operasi Tamu”, yang kemudian dikenal sebagai “Operasi Hotel” –ditambah dengan tindakan rahasia parallel—menghabiskan biaya rata-rata setidaknya 66.000 dolar AS (sekitar Rp 900 juta) per bulan untuk keamanan, pengumpulan intelijen dan kontra-intelijen untuk melindungi salah satu buronan paling dicari di dunia ini.

Penyelidikan oleh Guardian dan Focus Ecuador mengungkapkan operasi itu mendapat persetujuan dari Presiden Ekuador, Rafael Correa, dan menteri luar negeri, Ricardo Patino, menurut sumber. Correa membela keputusan untuk memberi Assange suaka politik dan menggambarkan perilaku Inggris terhadap Ekuador sebagai “tidak dapat ditoleransi”.

Menurut dokumen milik badan intelijen negara itu, yang dikenal sebagai Senain, dari Juni 2012 hingga akhir Agustus 2013, Operasi Hotel yang harus dikeluarkan Ekuador mencapai sebesar 972.889 dolar AS (sekitar Rp 13 miliar).

Postcomended   Nama-nama Unik Ini Bikin Senyum-senyum

Badan intelijen tersebut menggunakan anggaran “pengeluaran khusus” untuk membayar kamera CCTV untuk dipasang di kedutaan pada minggu setelah Assange pindah.

Pada saat yang sama, dokumen menunjukkan perusahaan keamanan internasional dikontrak untuk secara diam-diam memfilmkan dan memantau semua aktivitas di kedutaan. Perusahaan ini memasang tim yang menyediakan keamanan 24/7, dengan dua orang bekerja secara bergantian, dengan biaya flat 2.800 poundsterling ( Rp 42 juta) per bulan di sebuah rumah besar Edwardian di tikungan dari kedutaan Knightsbridge.

Bahkan duta besar Ekuador untuk Inggris, Juan Falconi Puig, tampaknya tidak menyadari operasi itu sampai tagihan pajak dewan untuk flat itu diposting ke kedutaan pada Mei 2015. Pengaturan itu harus dijelaskan kepada duta besar dalam konferensi panggilan dengan Patino, menurut sumber.(***/theguardian)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top