https://media.npr.org/assets/img/2017/03/28/gettyimages-610721260_wide-ffd734abfed7f77a51ee4f0aea4bbe0bfbf972af.jpg?s=1400 DAN https://9to5google.files.wordpress.com/2016/02/screen-shot-2016-02-23-at-9-19-36-pm.png?w=1600&h=1000

Seperti sudah diduga, praktisi teknologi, Elon Musk, cemas pada penciptaan Atlas. Pendiri perusahaan mobil swakemudi Tesla ini khawatir orang akan secara tidak sengaja mengembangkan sesuatu yang tidak aman. Belum lama ini, Boston Dynamics memamerkan pengembangan robot bernama Atlas yang secara mencengangkan berhasil melakukan backflip: meloncat memutar ke belakang bak seorang pesenam, lalu mengangkat tangannya seolah sedang merayakan keberhasilannya.

Elon Musk telah mengeluarkan peringatan baru tentang mesin canggih. Musk yang telah sangat kritis terhadap pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) selama beberapa bulan terakhir ini, telah mengungkapkan pemikirannya tentang Atlas, robot humanoid yang berhasil melakukan backflip.

“Dalam beberapa tahun, bot (robot humanoid) akan bergerak begitu cepat sehingga Anda memerlukan lampu strobo untuk melihatnya. Mimpi yang indah…” tulisnya di akun Twitternya, seperti dilansir Independent, untuk menanggapi rekaman tersebut.

Diminta menjelaskan apa yang dimaksud dengan lampu strobo, dia menambahkan, “Jika tidak (memakai lampu strobo) Anda hanya akan melihat samar-samar.” Dia kemudian mengingatkan tentang seruan peraturan AI dan robotika; sesuatu yang dia yakini tidak hanya penting tapi mendesak.

Postcomended   Aktor Nicholas Saputra Menghadang Pemotor yang Naik ke Trotoar

“AI/robotika harus diatur seperti kita mengatur makanan, narkoba, pesawat terbang, dan mobil. Risiko yang bersifat publik memerlukan pengawasan publik. Menyingkirkan FAA tak akan membuat terbang lebih aman. Mereka (FAA) ada di sana untuk alasan yang bagus,” ujar Musk.

Francois Chollet, seorang insinyur mesin dan insinyur perangkat lunak kecerdasan buatan di Google, menegaskan bahwa Atlas bukan bot AI. Chollet yakin komentar Musk tak bersifat harfiah melainkan dimaksudkan untuk kemajuan pengembangan AI.

Akan tetapi Musk tidak merahasiakan keyakinannya bahwa AI akan menjadi ancaman bagi manusia. Minggu lalu dia mengatakan, kita hanya memiliki “lima sampai 10 persen kemungkinan” untuk membuatnya aman.

Dia juga berulang kali meminta perusahaan-perusahaan terkait untuk memperlambat AI untuk memastikan mereka tidak secara tak sengaja membangun sesuatu yang tidak aman. Hal ini diungkapkannya karena dan khawatir beberapa perusahaan besar akan mengendalikan sistem AI dengan tingkat kekuatan “ekstrem”.

Postcomended   Ada 875 Stasiun Pengisian Listrik, Namun Indonesia Masih 10 Tahun Lagi Terapkan Mobil Listrik

Seperti kita ketahui, pertengahan tahun ini, Musk dan sejumlah tokoh dunia termasuk fisikawan Stephen Hawking, mendesak PBB membuat regulasi mengenai AI. Mereka beranggapan, AI akan membahayakan manusia jika tak dikendalikan.

Sebelumnya, dia sempat beradu argumen via media sosial dengan kreator Facebook, Mark Zuckerberg, ihwal AI. Musk beranggapan Zuck yang tidak menganggap AI berbahaya, masih terlalu hijau untuk memahami AI.***

Share the knowledge