Perhelatan akbar Internasional Monetary Fund – World Bank Group (IMF WBG) semakin dekat. Segala persiapan pun terus dilakukan untuk menyukseskan acara tersebut. Salah satunya, penyediaan lahan parkir pesawat para delegasi yang datang dari 189 negara.

Kementerian Perhubungan langsung action. Dipastikan 4 bandara siap menampung parkir pesawat yang membawa 15.000 delegasi IMF yang datang ke Bali.

“Untuk alternatif parkir pesawat kita siapkan empat bandara. Ada yang di Lombok (Lombok International Airport), Surabaya (Juanda), Ujung Pandang (Hasanuddin International Airport), dan Balikpapan (Sepinggan Airport). Semua sudah siap. Tidak ada masalah,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (11/1).

Bukan tanpa alasan Menhub Budi Karya menyiapkan bandara alternatif. Maklum, apron Bandara Internasional Ngurah Rai terbatas. Apron Ngurah Rai diyakini bakal full lantaran jumlah delegasi yang datang sangat banyak.

Postcomended   The 9th Jogja International Heritage Walk (JIHW)

“SOP-nya pasti kepala negara itu akan landing di Ngurah Rai. Karena kapasitas apron terbatas, nantinya setelah landing pesawat yang membawa delegasi parkirnya di beberapa bandara lain yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

PT Angkasa Pura I (Persero) juga tidak tinggal diam. Rencana matang pun sedang digodok. Salah satunya rencana reklamasi guna memperluas parking stand dan area apron. Sehingga jumlah pesawat terpakir bisa ditambah saat gelaran IMF-WB 2018 pada Oktober mendatang. Tak tanggung-tanggung dana sebesar Rp 1.7 miliar siap digelontorkan AP I untuk perluasan tersebut.

“Dalam waktu bersamaan, akan ada puluhan ribu delegasi dan wisman baru yang masuk ke Bali. Tidak semua bisa tertampung dan parkir di Bali. Dan untuk mempermudah pergerakan pesawat perluasan parking stand dan area apron harus dilakukan,” kata General Manager AP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi.

Postcomended   Batam Menari Bawa Berkah Bagi UKM

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga angkat bicara. Dirinya yakin dengan persiapan yang matang menjelang Annual Meeting IMF WB akan membuat nama Indonesia lebih terkenal ke seluruh dunia. “Spiritnya Indonesia Incorporated. Ini acara besar. Untuk bisa sukses kita harus kerja bersama. Ini menjadi ajang untuk mempromosikan Bali, Bali and Beyond, dan Wonderful Indonesia secara konkret,” katanya.

Keyakinan yang sangat masuk nalar mengingat di luar delegasi resmi, acara tersebut juga akan dihadiri perwakilan lembaga kerja sama ekonomi global dan regional, lembaga masyarakat sipil, kalangan swasta dan akademisi, serta media dari seluruh penjuru dunia.

“Ini saatnya untuk lebih mempopulerkan destinasi-destinasi wisata di Indonesia kepada dunia, terlebih lagi para delegasi dan undangan yang datang merupakan top eksekutif. Dampaknya akan berganda dan nilai ekonomi yang dihasilkan juga relatif besar,” pungkas Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Postcomended   Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima audiensi Walikota Tasikmalaya Budi Budiman

Share the knowledge